Bahan: Daun pepaya secukupnya Cara Penggunaan: Peras dan minum 2x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Bahan: Akar durian secukupnya Biji pace secukupnya Daun Sambiloto secukupnya Cara Penggunaan: Rebus dan minu 3x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Bahan: Buah jeruk nipis seperlunya Minyak kelapa secukupnya Cara Penggunaan: Peras dan oleskan 1x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Bahan: 5 biji pasak bumi Batang jahe merah secukupnya Umbi sambiloto secukupnya Cara Penggunaan: Rebus dan minum 2x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Bahan: Umbi kunyit secukupnya Buah asam jawa secukupnya Cara Penggunaan: Peras dan minum 3x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Bahan: 4 buah nanas 1 umbi bengkuang Cara Penggunaan: Haluskan, seduh dan minum 3x/hari Sumber: Profil Pengobat Tradisional Ramuan Dan Ramuan Obat Herbal Yang Digunakan Di Propinsi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan Dan Lampung (Sa'roni, * Wien Winarno, * Adjirni, * Pudjiastuti*) https://media.neliti.com/media/publications/150461-ID-profil-pengobat-tradisional-ramuan-dan-r.pdf
Waje, sama dengan cucur, jenis penganan tradisional Muna yang bahannya terdiri dari beras ketan merah dan gula merah, hanya saja cara membuatnya yang berbeda. sebelum di olah beras ketan harus di rendam semalaman agar lekatannya lebih maksimal dan ketika di olah hasilnya akan mengembang kemudian beras ketan dimasak terlebih dahulu dengan cara di kukus setengah masak lalu di masukan ke dalam wajan yang di campurkan dengan gula merah, setelah masak di anginkan dengan beralaskan daun pisan segar lalu di potong-potong hingga menjadi beberapa bagian. penganan ini juga menjadi sajian utama ketika ada pesta perayaan hari besar, pesta nikah dan syukuran. Sumber: https://ayokemuna.wordpress.com/muna-kuliner/
Sejarah Buton terbilang unik. Berangkat dari posisinya di lalu lintas sibuk perdagangan rempah-rempah berabad silam. Buton adalah pulau di “kaki” Sulawesi, bertetangga dengan Pulau Muna, masuk dalam provinsi Sulawesi Tenggara. Mengalami masa kerajaan, kemudian kesultanan. Enam raja dan 38 sultan. Saat itu Buton bernama Wolio. Masa kerajaan Buton berlangsung dari awal abad ke-14 sampai abad ke-16 dengan raja pertama Raja Putri Wa Kaa Kaa, dilanjutkan putrinya, Putri Raja Bulawambona. Pengaruh Hindu kental pada masa ini, serta sedikit Buddha dan Islam. Mulai abad ke-16 hingga tahun 1960, Buton adalah kesultanan. Sultan Murhum Kaimudin Khalifatul Khamis yang merupakan Raja Buton ke-6 menjadi sultan pertama Buton. Bertepatan dengan 1 Ramadhan 948 Hijriyah (1540 M) dia mengubah sistem kerajaan menjadi kesultanan. Sultan Murhum ini dianggap pahlawan bagi rakyat Buton setelah menumpas bajak laut si mata satu yang...
Makanan ini sangat jarang ditemui pada hari-hari biasa. Masyarakat etnik Muna biasanya membuat makanan ini pada acara-acara adat misalnya karia, katoba, kangkilo, kawinan, dan sebagainya. Makanan ini masuk pada kategori makanan penutup (desert) dengan bahan dasar jagung dan didukung oleh bahan lainnya yakni gula pasir, telur ayam, susu/santan kental dan sirup. Langkah pembuatannya yaitu dimulai dengan membuat caramel dari gula, selanjutnya sisa gulam jagung, susu/santan kental dan sirup diblender hingga halus. Hasilnya kemudian dituang pada cetakan yang sudah diisi caramel sebelumnya lalu ditim dalam oven hingga matang. Setelah dingin dikeluarkan dari cetakan dan siap dihidangkan. Sumber: http://inaltora.blogspot.co.id/2017/09/manusia-dan-kebudayaan-etnik-muna.html