Adat Nusantara
498 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nyi Subang larang dan Prabu Siliwangi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pada Tahun 1409 Ki Gedeng Tapa dan anaknya nyai Subang Larang,penguasan Syahbandar Muara Jati Cirebon, menyambut kedatangan pasukan angkatan laut Tiongkok pimpinan Laksamana Muslim Cheng Ho ditugaskan oleh Kaisar Yung Lo (Dinasti Ming 1363-1644) memimpin misi muhibah ke-36 negara. Antara lain ke Timur Tengah dan Nusantara (1405-1430). Membawa pasukan muslim 27.000 dengan 62 kapal. Misi muhibah Laksamana Cheng Ho tidak melakukan perampokan atau penjajahan. Bahkan memberikan bantuan membangun sesuatu yang diperlukan oleh wilayah yang didatanginya. Seperti Cirebon dengan mercusuarnya. Oleh karena itu, kedatangan Laksamana Cheng Ho disambut gembira oleh Ki Gedeng Tapa sebagai Syahbandar Cirebon. Di Cirebon Laksmana Cheng Ho membangun mercusuar. Dalam Armada Angkatan Laut Tiongkok itu, rupanya juga diikutsertakan seorang ulama Syekh Hasanuddin adalah putra seorang ulama besar Perguruan Islam di Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh...

avatar
muhammad baidowi
Gambar Entri
Upacara Mapag Bulan Tumanggang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Adat Mandi Bareng di Bawah Bulan Purnama Di Subang Jawa Barat   Upacara Mapag Bulan Tumanggang yang merupakan tradisi Ngabungbang di kaki Gunung Tangkuban Perahu ini adalah sebuah prosesi mandi bersama pada tengah malam di tengah bulan purnama.  Semua warga dikawasan kaki gunung Tangkuban Perahu setiap bulan purnama selalu mengadakan Upacara Mapag Bulan Tumanggang dengan mandi bersama di air terjun Pangadegan, Subang, Jawa Barat malam itu.      Para kaum wanita mandi bersama saat menggelar Upacara Mapag Bulan Tumanggang yang merupakan tradisi Ngabungbang di kaki Gunung Tangkuban Perahu, kawasan Curug (air terjun) Pangadegan, Subang, Jawa Barat.        Semua warga berjalan menuju curug (air terjun) saat menggelar Upacara Mapag Bulan Tumanggang, tradisi Ngabungbang di kaki Gunung Tangkuban Perahu, kawasan Curug Pangadegan, Subang, Jawa Barat.    &...

avatar
muhammad baidowi
Gambar Entri
73 pahlawan bojongkokosan Sukabumi yang Terlupakan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

        “Nama-nama Pejuang Yang Gugur Pada Peristiwa Bojongkokosan”   “ Orang yang tidak tahu sejarah, tidak akan mengerti hari ini, dan tidak memiliki konsep untuk masa depan ” Itulah kutipan pernyataan Bapak  R.H.  Eddie  Soekardi pelaku sejarah pada  peristiwa Bojongkokosan . Setiap tanggal 10 Nopember, di pelataran  Museum Palagan Bojongkokosan yang berada di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, biasa tiap tahunnya Pemda dan masyarakat kabupaten Sukabumi memperingati  Hari Pahlawan di museum tersebut. Sebuah museum yang di bangun sebagai tanda penghargaan bagi para pahlawan yang gugur pada Peristiwa Bojongkokosan yang terjadi tanggal 9 Desember 1945, yaitu pertempuran antara para pejuang Sukabumi melawan tentara Inggris dan NICA. Saya selaku orang Cibadak , terkesan dan kagum dengan para p...

avatar
Dhea95
Gambar Entri
Rampak Kendang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Rampak Gendang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. "Rampak" berasal dari bahasa sunda yang bermakna serempak atau secara bersama-sama, jadi rampak gendang bisa diartikan sebagai suatu pertunjukkan gendang yang dimainkan secara bersama-sama. Oleh karena itu, pertunjukkan Rampak Gendang selalu dimainkan oleh dua orang atau lebih.    Gendang atau kendang merupakan alat musik utama dari pertunjukkan Rampak Gendang. Alat musik ini juga merupakan instrumen dalam gamelan jawa, yang berfungsi sebagai pengatur irama. Alat musik lainnya dalam pertunjukkan Rampak Gendang adalah rebab, gitar, dan alat gamelan yang lain. Semua alat musik itu kemudian dipadukan membentuk suatu irama yang enerjik dan bersemangat.   Belakangan pertunjukkan Rampak Gendang sering dikolaborasikan dengan kesenian yang lain, seperti tari Jaipong atau dijadikan sebagai pengiring lagu pop. Namun, belakangan ini Rampak Gendang bahkan dipadukan dengan gamela...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
SEJARAH CALUNG BAMBU
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

SEJARAH Jika ditelisik lebih jauh lagi, calung menurut Kamus Umum Bahasa Sunda adalah tatabeuhan tina awi guluntungan, aya siga gambang, aya nu ditiir sarta ditakolan bari dijinjing . Nah, dari pengertian tersebut dapat dimaknai bahwa calung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bambu, yang dimainkan dengan cara memukul sembari dijinjing. Calung juga mempunyai pengertian lainnya, yakni seni pertunjukan. Nah, seni pertunjukannya ini tentunya dengan menggunakan alat pokoknya calung. Lantas, apa yang membedakan antara calung dan angklung? Karena merupakan sebuah prototipe dari angklung, perbedaannya hanya dari cara memainkannya. Jika bermain angklung dilakukan dengan cara digoyangkan, calung dimainkan dengan cara dipukul. Tentu saja bahan untuk membuat calung dan angklung ini sama, yakni bambu. Agar suara yang dihasilkannya bagus, bambu tersebut dipilih dengan baik. Biasanya, bambu yang digunakannya adalah jenis awi wulung dan awi t...

avatar
Dadan Hamdani
Gambar Entri
Hajat Babarit
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hajat Babarit merupakan tradisi selamatan yang dilakukan oleh keluarga petani padi di pedesaan Subang. Biasanya tradisi ini dilakukan untuk meminta turun hujan (sebelum musim tanam padi). Hajat babarit mirip dengan selamatan seperti biasanya hanya saja dilakukan di tengah jalan pertigaan kampung dan dilakukan secara terbuka. Warga di sekitarnya akan membawa hasil bumi yang sudah dimasak (masi liwet, nasi kuning, ayam bekakak, telur asin, dll) kemudian dikumpulkan/ditempatkan di atas terpal/tikar secara bersama-sama. Tokoh adat kemudian memimpin doa dengan cara Islam maupun tradisional dan ketika doa selesai dibacakan warga yang sudah menunggu berebut hidangan yang ada. Beberapa menyiramkan air kembang yang dibawa ke tiga arah mata angin sambil berharap hujan segera turun dan kemakmuran tetap melimpahi desa mereka. Tradisi ini sangat meriah karena dihadiri oleh anak-anak sampai orang dewasa.

avatar
Yanu prasetyo
Gambar Entri
Tungku Hawu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Tungku hawu merupakan tungku tradisional yang digunakan untuk memasak menggunakan bahan bakar kayu. Tungku Hawu ini sebenarnya hampir selalu ada di setiap pedesaan di Nusantara, akan tetapi saat ini sudah semakin banyak ditinggalkan akibat dari konversi bahan bakar dari kayu menjadi minyak atau gas. Namun demikian, tungku hawu seringkali masih dibuat untuk kebutuhan memasak pada pesta hajatan di pedesaan.

avatar
Yanu prasetyo
Gambar Entri
Gapura Adat Banceuy
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gapura kampung adat Banceuy ini merupakan penanda masuk ke dalam lokasi kampung adat banceuy, ciater, subang. Bentuknya mirip seperti gapura biasanya, hanya saja ia seluruhnya terbuat dari bambu dan dhiasi dengan berbagai ornamen unik yang khas lainnya. Kampung adat Banceuy itu sendiri sebenarnya sudah menjadi kampung desa modern seperti desa-desa di sekitarnya. Hanya saja di kampung ini masih menjalankan beberapa ritual adat secara tertib, misalnya ruwatan bumi. Di kampung ini juga hidup kelompok seni musik tradisional toleat-celempungan yang juga terbuat daru bambu (celempung renteng) dan diasuh oleh Abah Amar, murid dari pak parman (alm) dang maestro toleat dari Ciasem, Subang.

avatar
Yanu prasetyo
Gambar Entri
Nyawen
Ritual Ritual
Jawa Barat

Nyawen merupakan ritual yang biasa dilakukan menjelang panen padi pada masyarakat di pedesaan Subang. Ritual ini dilakukan oleh salah satu sesepuh atau tokoh adat/masyarakat untuk mengawali panen padi pertama sebagai wujud penghormatan kepada Sang Hyang Sri sebagai Dewi Padi (kesuburan). Dalam melaksanakan ritual Nyawen ini tokoh adat membacakan mantra-mantra dalam bahasa sunda disertai dengan sesajen dan pembakaran dupa (sabut kelapa dan rokok) sembari memetik beberapa helai padi di lahan yang siap dipanen. (Foto: Didi S Sopyan)

avatar
Yanu prasetyo