Enggo Lari, Petak Umpet Khas Maluku Kamis, 6 April 2017 17:22 WIB Ada petak umpet khas Maluku lo, namanya enggo lari. Foto: stayathomemum.com.au Kamu tahu permainan petak umpet kan? Di Maluku juga ada petak umpet, tetapi namanya berbeda, yaitu enggo lari. Seperti apa sih permainan ini? Di Maluku ada tiga nama Permainan petak umpet memang ada di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Maluku. Kalau di Maluku permainan ini mempunyai tiga nama, yaitu enggo lari, enggo raja atau enggo basambunyi. Tetapi hanya namanya saja kok yang berbeda. Cara bermainnya tetap sama dengan sedikit keunikan khas Maluku. Enggo lari dimainkan oleh lebih dari dua orang. Satu orang akan menjadi penjaga enggo. Enggo adalah satu titik di mana si penjaga harus menutup mata dan menghitung sementara pemain lainnya berlari dan mencari tempat bersembunyi. Si penjaga harus menjaga enggo agar tidak ada pemain yang bisa menyentuhnya. Sumber: Bobo
Masyarakat Maluku mengenal suatu kesenian tradisi unik yang erat hubungannya dengan nuansa mistis bernama bambu gila. Permainan bambu gila yang memiliki nama asli Baramasewel konon sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam dan Kristen di tanah Maluku. Cara memainkan bambu gila sangat sederhana, para pemain hanya memeluk dan menahan laju bambu yang bergerak melonjak sesuai kemauan sang pawang. Sebelum permainan bambu gila dimulai, sang pawang bertugas membakar kemenyan yang dibawanya menggunakan wadah dari tempurung kelapa. Asap dari pembakaran menyan kemudian "dimasukkan" ke dalam bilah bambu. Proses ini menjadi penting dalam permainan tradisional bambu gila, karena proses ini merupakan upaya untuk mengundang sesuatu yang gaib untuk masuk dan menggerakan bambu. Ketika pawang sudah berhasil memasukan sesuatu yang gaib ke dalam bilah bambu, maka bambu dengan sendirinya akan bergerak. Para pemain harus memeluk dan menahan laju bambu di bawah kuasa sang pawang. Sepanjang permainan,...
HAINUWELE tumbuh dengan sangat cepat dan dalam tiga hari saja ia telah menjadi seorang puteri yang dalam bahasa daerah disebut mulua artinya putri yang cantik. Hainuwele berbeda dengan putri-putri yang lain. Ia tidak seperti manusia biasa. Selain kecantikannya tiada bandingnya iapun mampu menyihir sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya. Dari seonggok lumpur, Hainuwele dapat menyihirnya menjadi barang-barang berharga seperti piring-piring dari Cina yang disebut porselin dan gong. Semua barang ini kemudian dijual dan lama-kelamaan ayahnya Ameta menjadi kaya raya. Kecantikan Hainuwele pun semakin tersiar ke mana-mana dan menjadi buah bibir masyarakat seantero pulau Seram. Kelebihan ini membuat Hainuwele disenangi tetapi juga membuat banyak orang menjadi iri hati kepadanya. Pada suatu hari diadakanlah pesta Tari Maro di Tamene Siwa. Pesta itu diselenggarakan oleh Sembilan keluarga yang direncanakan akan berlangsung selama Sembilan hari. Tari Maro adalah sebuah ta...
Pantun nyanyian Barbar, Maluku Salah satu hal paling berharga yang dilestarikan oleh penduduk Maluku adalah bahasa daerahnya. Tradisi lisan masih menjadi identitas jati diri sebagai pewaris budaya nenek moyang tersebut. Selain puisi, dongeng, legenda, mantra, pantun nyanyian Barbar adalah hal yang terus mereka pelihara. Pantun ini sangat populer khususnya di daerah Letwurung, pulau Barbar Besar. Contoh pantun syair Barbar [Sumber gambar ] Dikemas dalam Bahasa daerah, pantun Barbar akan disuguhkan ketika acara-acara adat khusus lengkap dengan diikuti nyanyian bersyair dalam Bahasa Yamdena atau Fordata serta tari-tari adat. Untuk penyampaian, berpantun bisa disampaikan sendiri, berbalasan, atau lengkap dengan iringan musik. Jenisnya pun beragam, mulai dari pantun percintaan, orang tua, nasihat, serta pantun anak-anak.
Ritual paling menyeramkan selanjutnya datang dari Suku Naulu di Maluku. Suku ini tersebar di Pulau Seram, yakni Dusun Sepa dan Dusun Nuanea. Di Suku Naulu, masyarakatnya harus memenggal kepala manusia untuk persembahan mas kawin. Tapi, tradisi ini hanya dilakukan ketika melamar anak gadis Raja Naulu. Jadi, calon mempelai prianya harus membawakan kepala manusia sebagai mas kawin. Tradisi ini dilakukan sebagai bukti sang mempelai pria memiliki kejantanan dan keberanian. Suku Naulu juga meyakini kalau persembahan kepala bakal menyenangkan arwah para leluhur. Sumber Artikel : https://makassar.terkini.id/5-budaya-paling-seram-di-indonesia-salah-satunya-dari-sulawesi-selatan/
Tradisi ini berasal dari Suku Naulu di Maluku. Pada tradisi ini, wanita yang tengah mengandung atau memasuki usia dewasa (ditandai dengan mulainya siklus haid/datang bulan) akan diasingkan di rumah kecil berukuran 2x2 meter, beratapkan daun dan berlantai tanah. Pada saat tradisi ini dilakukan, mereka dilarang untuk berkomunikasi atau rumahnya dilewati oleh lelaki. Sumber: http://www.tentik.com/10-ritual-menyeramkan-yang-pernah-dipraktekan-di-indonesia/
Salah satu tradisi di Suku Naulu, Maluku yaitu persembahan kepala manusia karena dipercaya dapat menjaga rumah adat milik mereka. Lebih sadis lagi, tradisi awal ini bertujuan mempersembahkan kepala manusia sebagai mas kawin ketika sang pria ingin meminang seorang istri. Tradisi in terakhir dilakukan pada tahun 2005 setelah penemuan dua sosok mayat manusia dalam keadaan termutilasi. Sumber: http://www.tentik.com/10-ritual-menyeramkan-yang-pernah-dipraktekan-di-indonesia/
Bara Suwen atau bambu gila merupakan atraksi tradisional masyarakat kepulauan Maluku yang paling antik. Atraksi ini dimainkan oleh beberapa orang dengan memegang sebatang ,bambu yang ditiupkan mantra-mantra oleh seorang suku. Sumber: https://hype.idntimes.com/fun-fact/rio-andhika/menyeramkan-mistis-9-kebudayaan-ini-ada-di-indonesia-c1c2/full
Tradisi penggal kepala ini dilakukan oleh suku Naulu yang tersebar di dua wilayah pulau Seram, Maluku. Yaitu berburu kepala manusia sebagai persembahan untuk nenek moyang. Sumber: https://hype.idntimes.com/fun-fact/rio-andhika/menyeramkan-mistis-9-kebudayaan-ini-ada-di-indonesia-c1c2/full