Adat Nusantara
529 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lappet atau Kue Lampet
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Sumber : Dok. Jajanan khas batak Seperti diketahui bahwa lappet merupakan salah satu ungkapan kekesalan dari masyarakat Batak. Namun, ungkapan ini malah dijadikan nama dari makanan yang terkenal akan kelezatannya. Lappet merupakan makanan ringan yang proses pembuatannya cukup mudah. Jika ada acara adat atau hajatan, orang Batak pasti akan membuat dan menyajikan kudapan lezat ini. Sumber :http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-batak/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tuak Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Sumber : Dok.Makanan &Minuman Khas Batak Minuman yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tetapi minuman tuak adalah minuman khas dari tanah batak. Minuman tuak biasanya disajikan pada saat upacara adat Batak. Tuak Batak banyak dijual di warung-warung orang Batak. Sumber : http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-batak/

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Huta Bolon Simanindo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara   Museum Huta Bolon Simanindo Museum berlokasi di dalam huta bolon tradisional yang bersejarah dan masih terjaga kerapian dan keasliannya. Untuk masuk ke huta kita harus melewati gerbang dan pagar tanaman bambu. Terdapat rumah bolon warisan raja dan deretan rumah pengawal, keluarga raja dan lumbung. ( Baca : Rumah Bolon Raja Purba ) Konon, pada masa perang antar raja masih sering berlangsung di pulau, gerbang tersebut di jaga oleh para penjaga yang memegang tombak beracun. Dan pada saat ini bukan penjaga prajurit huta bertombak yang menyambut, melainkan para penjaga Museum Huta Bolon Simanindo yang memegang tiket masuk. Saat kita memasuki Museum Huta Bolon Simanindo, kita akan di bawa kepada masa lampau. Koleksi barang-barang kuno yang bersejarah dan bernilai adat tinggi miik etnis Batak Toba cukup lengkap dan terpelihara di museum ini. Kita bisa menyaksikan Perhalaan, Pustaka Laklak, Ulos adat langka, perlen...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Karo Lingga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara   Yayaasan Museum Karo Lingga, demikian bunyi papan nama yang membuat saya turun dari mobil. Saya melongok ke dalam dan tampak sebuah rumah panggung sederhana dengan atap bertumpuk khas Karo. Saat saya disana musik dari organ tunggal berbunyi nyaring. Telinga saya sibuk mencari asal suara. Rupanya sedang ada pesta pernikahan di sebuah jambur tidak jauh dari museum. Saya abaikan keramaian itu meski saya cukup penasaran dengan prosesi pernikahan adat Karo. Bangunan seperti rumah adat yang berada di depan museum rupanya sebuah gereja. Tepatnya sebuah gereja Katholik bernama Gereja Santo Petrus Lingga. Bangunan utama gereja menyerupai rumah adat Karo dilengkapi dengan menara lonceng dengan lambang salib di puncaknya. Museum Karo Lingga menempati sebuah rumah sederhana. Saya perlu menaiki tangga kayu dan melintasi beranda berlantai bambu. Memasuki museum, tampak di hadapan sebuah ruangan sangat sederhana menyerupai...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Simalungun
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara Siapa yang tak kenal Parapat ? Lokasi wisata pantai tersebut kerap dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Daerah wisata tersebut terdapat di daerah Simalungun, Sumatera Utara. Selain Parapat, di Simalungun juga terdapat obyek wisata Dolok Simarjarunjung dan Museum Simalungun. Namun tampaknya nasib baik tak berpihak pada Museum Simalungun yang terdapat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 10 Kota Pematang Siantar, Simalungun itu. Padahal museum tersebut cukup kaya akan koleksi barang-barang peninggalan sejarah dan budaya Simalungun, baik itu peninggalan arkeologi maupun etnografi yang berumur ratusan tahun seperti samborik (alat rumah tanggayang terbuat dari kuningan untuk tempat sirih persembahan dan makanan adat), losung (alat menumbuk padi), baluhat (tempat air dari bambu), sapah (piring kayu) dan patiman (mangkok kayu tempat lauk-pauk), parlobong (kayu untuk membuat lobang untuk menanam padi), hudali (cangkul tem...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Pusaka Nias
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara   Sebelum memasuki museum yang terletak di pusat kota Gunungsitoli ini, pengunjung harus membayar tiket masuk dengan tarif Rp 2.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Tarif ini sudah termasuk parkir kendaraan yang ada di dalam museum. Dibangun oleh Yayasan Pusaka Nias pada 1995, museum yang berdiri di atas tanah seluas dua hektar tersebut menyimpan 6.000 lebih benda-benda bersejarah suku Nias, mulai dari perhiasan, alat rumah tangga, alat musik tradisional, dan patung-patung. Ada pula replika rumah adat dan kerajinan tangan khas Nias seperti bola nafo (tepak sirih) dengan berbagai motif. Di sini disimpan pula bola nafo ukuran raksasa, 3 meter x 3 meter yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai tepak sirih terbesar di Indonesia. Untuk mengetahui sejarah, makna, dan fungsi setiap benda yang dipamerkan, pengunjung dapat membaca tulisan yang terletak di sisi benda tersebut, tersedia...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Kabupaten Deli Serdang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara Alamat  : Lubuk Pakam, Kompleks Perkantoran Pemda Deli Serdang Museum Deli Serdang dibangun pada 2001 dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Peresmiannya dilaksanakan pada 12 Agustus 2003. Museum ini berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis Seni dan Budaya. Koleksi Museum Deli Serdang antara lain pakaian adat Melayu, Karo, dan Simalungun; alat musik; dan mata uang asing. Museum Kabupaten Deli Serdang terletak di Lubuk Pakam, Kompleks Perkantoran Pemda Deli Serdang, Sumatera Utara. Museum Deli Serdang dibangun pada 2001 dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Peresmiannya dilaksanakan pada 12 Agustus 2003. Museum ini berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis Seni dan Budaya. Koleksi Museum Deli Serdang antara lain pakaian adat Melayu, Karo, dan Simalungun; alat musik; dan mata uang asing. Museum Deli Serdang menyimpan beragam tentang sejarah dan buday...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Daerah Kabupaten Langkat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara   Museum daerah Kabupaten Langkat terletak di kota Tanjung Pura. Keberadaan Museum Daerah ini memanfaatkan gedung bekas Kerajaan Sultan Langkat yang didirikan pada tahun 1905. Museum Daerah Kabupaten Langkat  ini terletak di Jl. T. Amir Hamzah dan tidak seberapa jauh dari Mesjid Azizi Tanjung Pura. Keberadaan museum ini dalam kiprahnya terus berusaha untuk melengkapi benda-benda khasanah peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Langkat seperti Melayu, Karo dan Jawa. Dengan luas gedung sekitar 1500 m2, terhimpun menyimpan, merawat dan memperkenalkan aneka ragam benda/barang antara lain: benda/barang milik pribadi T. Amir Hamzah, khasanah berbagai peralatan rumah tangga, alat musik, busana, alat permainan tradisonal dan lain-lain, peralatan buda dan miniatur rumah daerah Jawa, Budaya Karo dan juga miniatur rumah adat Karo, peralatan perjuangan pada masa sebelum keme...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Fataele NIAS
Tarian Tarian
Sumatera Utara

Tari Fataele Tari Fataele adalah tarian adat Sumatera Utara lebih tepatnya dari Nias. Ini merupakan tari perang dan menjadi tradisi khas Nias yang sangat berhubungan dengan tradisi hombo batu yakni tradisi lompat batu yang keduanya lahir secara bersamaan. Tari ini menjadi salah satu jenis tarian yang terkenal di Sumatera Utara khususnya Nias. Dalam pertunjukan, tarian Sumatera Utara ini, penari akan membawa gari atau pedang, baluse atau tameng dan juga toho atau tombak sebagai properti ketika menari. Tameng yang digunakan biasanya terbuat dari kayu berbentuk menyerupai daun pisang pada tangan kiri. Sedangkan pedang atau tombak akan dipegang pada tangan kanan. Kedua senjata ini juga menjadi senjata utama yang digunakan ksatria Nias ketika berperang. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/    

avatar
Roro