Pakaian adat Banjarnegara untuk Kakang atau Pria, terdiri dari 1.Blangkon atau Iket khas Banjarnegara (Banyumasan) 2.Beskap Kokoan bukan coakan 4. Benting atau Stagen 5. Timang dan sabuk kamustikan 6.jam benggol 7.kain jarik motif Banjarnegara 8. sandal sripu
Motif batik yang pertama adalah batik Solo, motif batik solo ini memang menurut sejarahnya selalu terinspirasi dari motif klasik Mataram. Karena awal adanya batik tidak pernah jauh dari sisilah pejabat di kerajaan Mataram. Yang menjadi ciri khas batik Solo ini mempunyai pewarnaan sogan atau warna kecoklatan keemasan. Bahkan ada beberapa motif batik yang hanya diperbolehkan dipakai oleh para pejabat kerajaan. Beberapa motif batik yang terkenal di Solo adalah motif batik Parang, Batik sidomukti , Batik truntum, Batik satrio manah, dan macam batik lainnya. Bila Anda menginginkan batik solo juga bisa memesan di website batik adine ini. Ada juga beberapa seragam batik murah yang di produksi di solo. Bila Anda ingin mengenal lebih jauh lagi tentang pengetahuan batik solo, bisa langsung mengunjungi kota solo. Anda cukup dengan menggunakan jasa sewa mobil solo , Anda bisa meminta tolong penyedia jasa tersebut untuk menghantarkan Anda k...
kotak pos mengandung makna adalah sebuah kotak yang berisikan surat-surat penting yang terdapat di kantor pos. Tetapi dalam permainan tradisional, permainan Kotak Pos ini mengandung arti bahwa suatu permainan tebak kata secara bergiliran sesuai dengan tema yang telah disepakati. Permainan ini minimal dilakukan oleh 2 orang anak dan memerlukan tempat yang cukup luas. Karena permainan ini dibutuhkan ruang gerak yang anak akan merasa nyaman untuk bermain. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan khusus, tetapi hanya membutuhkan anggota badan saja yaitu tangan. Tangan pemain membentuk kepalan tangan yang mengarah ke atas dan diletakkan di atas paha. Kepalan tangan ini diibaratkan sebagai kotak pos yang berisi kata-kata, yang akan disalurkan atau diinformasikan ke temannya dengan meletakkan kepalan tangan kanannya ke kepalan tangan kiri teman sebelahnya(sebelah kanannya) secara bergiliran sampai batas waktu tertentu. Permainan ini berjalan dengan diiringi lagu kotak pos. Permainan i...
Petis, bumbu khas Jawa Timur yang bikin kangen penggemarnya. Tapi tak semua orang Indonesia dari daerah lain familiar dengan bumbu berwarna hitam legam dan berbau menyengat ini ;-). Sahabat baik saya dari Bali misalnya, dia mengaku belum pernah seumur-umur hidupnya memasak dengan bahan petis. Di sisi lain, bagi masyarakat Jawa Timur, kehadiran Petis adalah mutlak untuk sajian Rujak Cingur!! Nah bagi anda yang mungkin masih asing dengan bumbu eksotis ini, silahkan berkenalan dengan Petis via resep sederhana ini. Kalau anda penggemar sambal, sajian sambal khas dari Blora ini adalah menu yang tepat. Bahan dan bikinnnya gampang, tapi rasanya hmmmm pedaaaaaaaas, gurih dan lezat. Selamat Mencoba, sambal ini bisa2 bikin anda ketagihan ;-) Catatan: Dalam resep asli sambal petis tahu blora, bawang putih diulek mentah, tapi resep ini sudah saya modifikasi dengan menggoreng bawang putih lebih dulu, menurut saya rasanya lebih enak dan bau tidak terlalu menyengat. Silahkan pilih cara y...
Prasasti Raja Sankhara adalah prasasti yang berasal dari abad ke-8 masehi yang ditemukan di Sragen, Jawa Tengah. Prasasti ini kini hilang tidak diketahui di mana keberadaannya.[1] Prasasti ini pernah disimpan oleh museum pribadi, Museum Adam Malik, namun diduga ketika museum ini ditutup dan bangkrut pada tahun 2005 atau 2006, koleksi-koleksi museum ini dijual begitu saja tanpa sepengetahuan pemerintah dan Direktorat Permuseuman, termasuk prasasti ini. Foto prasasti ini ditampilkan di buku Sejarah Nasional jilid 2. ISI PRASASTI Dalam prasasti itu disebutkan seorang tokoh bernama Raja Sankhara berpindah agama karena agama Siwa yang dianut adalah agama yang ditakuti banyak orang. Raja Sankhara pindah agama ke Buddha karena di situ disebutkan sebagai agama yang welas asih. Sebelumnya disebutkan ayah Raja Sankhara, wafat karena sakit selama 8 hari. Karena itulah Sankhara karena takut akan ‘Sang Guru’ yang tidak benar, kemudian meninggalkan agama Siwa, menjadi pemelu...
Nama motif beras mawur diambil dari bentuk pacitan yang dibuat yaitu berupa titik-titik putih seperti beras tumpah (beras mawur). Pembuatan godongan-nya (bentuk daun) adalah ambringan atau daun ambring yang dikombinasikan dengan beberapa bunga. https://infotegal.com/2013/09/galeri-motif-batik-tegalan-bagian-1/
Motif ini merupakan motif dengan menggunakan pacitan gabahan dan menggambarkan bentuk mahkota dengan warna biru. Motif mahkota juga merupakan motif non geometris dengan bentuk mahkota mendominasi seluruh permukaan kain, sedangkan godongan dengan isen-isen-nya menjalar di sela-sela bentuk mahkota dengan batasan agris putih. Pemilihan warna pada motif ini didominasi warna biru yang memenuhi bentuk mahkota, juga pada bentuk godongan-nya warna biru muncul mengiringi warna hijau muda dan sedikit warna kuning gading. Warna krem pada pacitan gabahan menambah anggunnya motif mahkota tersebut. https://infotegal.com/2013/09/galeri-motif-batik-tegalan-bagian-1/
Motif ini pada dasarnya berupa motif daun yang sarat dengan isen-isen. Sedangkan pacitan-nya (dasarnya) berupa gabahan (padi yang masih menempel pada tangkainya). Penggarapan bentuk motif ini sebenarnya hanya ada 4 macam bentuk daun, tetapi pembuatan isen-isen dan warna daun tersebut berbeda-beda sehingga kelihatannya bentuk daunnya dibuat bermacam-macam. https://infotegal.com/2013/09/galeri-motif-batik-tegalan-bagian-1/
Motif Glodahan adalah motif lingkaran-lingkaran dengan bentuk godongan dan pacitan yang berbeda-beda. Pembuatan pacitan pada masing-masing lingkarannya tidak seragam misalnya ada lingkaran dengan pacitan semut runtung, klabangan, beras mawur, buntut bajing dan lain-lain. https://infotegal.com/2013/09/galeri-motif-batik-tegalan-bagian-1/