dongeng cerita rakyat
4.798 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ela-ela
Ritual Ritual
Maluku Utara

Pembakaran obor atau ela-Ela telah menjadi kegiatan rutin tersebut ditampilkan ritual penyambutan malam lailatulkadar. Diawali dengan pembacaan doa di Kedaton Kesultanan Ternate selesai pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate. Dalam tradisi ela-ela itu, diisi menggunakan 10 batang pisang, yang merupakan simbol dari 10 objek pemajuan kebudayaan, yang di antaranya permainan rakyat, sastra lisan, hingga adat istiadat. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak berkreasi, mencari cara terbaik untuk tetap melestarikan tradisi tersebut. Sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi satu-satunya kekhasan masyarakat Ternate dalam menyambut malam lailatulkadar. Dalam kegiatan itu, pemkot setempat menggelar lomba tradisi malam ela-ela yang diikuti sebagian besar kelurahan yang tersebar di Kota Ternate dengan menyiapkan berbagai obor dan meriam bambu. sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/3981889/ela-ela-tradisi-menyambut-malam-lailatulkadar-di-ternate

avatar
Widra
Gambar Entri
Cin Mleng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Cin Mleng atau Nok Nik adalah kesenian rakyat yang berasal dari Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Kesenian yang berkembang pada zaman Hindia Belanda ini mirip dengan Lenong dari Jakarta, Ludruk dari Surabaya, dan Ketoprak Mataram dari Surakarta dan Yogyakarta. Dialog yang dibawakan dalam kesenian tersebut merupakan cerita umum bertema mengenai kondisi sosial masyarakat. Kesenian ini merupakan salah satu alat perjuangan masyarakat setempat untuk menentang Belanda. Melalui kesenian itu, para pelaku menyampaikan pesan-pesan perjuangan melawan penjajah. Menurut Didik Indaryanto selaku ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Tri Sala Salatiga dan pemilik Sanggar Seni Tari Bibasari, kesenian ini juga berkembang di wilayah perbatasan antara Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, yaitu Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Ada beberapa orang di daerah itu yang masih hidup dan dahulu pernah menonton pementasan Cin Mleng. Dia menjelaskan bah...

avatar
Fandy Aprianto
Gambar Entri
Munthiet
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Munthiet adalah kesenian yang dalam pementasannya memiliki keunikan tersendiri karena para pemain dalam menampilkan sambil memakan hidangan yang ada tanpa henti sampai perutnya menthelet (kekenyangan) sehingga penonton seringkali terheran. Dalam pertunjukan kesenian ini dipimpin oleh seorang dalang dengan beberapa pemain dan pengiring musik dengan irama dari mulut seperti iringan Jemblung. Adapun cerita yang diangkat sangat beragam dari kisah legenda, sejarah masa kerajaan serta lainnya. Pada saat ini Munthiet adalah salah satu kesenian yang keberadaannya sangat langka di Kabupaten Banyumas dan dapat dijumpai di desa Karang Duren, Kecamatan Sokaraja. sumber: http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/read/29564/munthiet#.X0ZC7MgzbIU

avatar
Widra
Gambar Entri
Buncisan Golek Gendong
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kesenian Buncisan Golek Gendong merupakan bentuk kesenian yang mulanya tumbuh dari cerita lengenda di wilayah Banyumas. Cerita legenda tersebut adalah proses sayembara antara Raden Prayitno yang merupakan putra Adipati Nata Kusuma dari kadipaten Gentayakan yang berebut calon mempelai dengan Prabu Parung Bahas dari Kadipaten Nusa Kambangan atau Nusatembini. Kedua pria tersebut sama-sama menginginkan seorang putri dari Kadipaten Kalisalak yang bernama Dewi Nur Kanthi. Untuk mengingat berbagai peristiwa yang terjadi dalam proses sayembara tersebut, maka masyarakat Kalisalak menjadikannya sebagai bentuk tarian adat untuk menjemput tamu dari luar kadipaten. Kesenian Buncis ini berasal dari kata Buntar dan Cis. Buntar berarti gagang atau garan dan Cis berarti keris kecil atau cundrik yang merupakan bagian peristiwa utama dalam legenda tersebut. Karater dalam pertunjukan kesenian Buncis ini adalah adegan penari golek yang menggendong seseorang dan dalam penyajiannya saat ini umumnya diirin...

avatar
Widra
Gambar Entri
Situs Watu Guling
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Situs Watu Guling terdapat di Desa Datar, Kec. Sumbang di sebelah selatan pemakaman umum Desa Datar. Dinamakan situs Watu Guling, menurut cerita masyarakat setempat karena batu tersebut berasal dari pegununggan daerah selatan yang ditendang oleh Bima dan jatuh berguling guling dan berhenti di daerah yang datar yang kemudian dinamakan Desa Datar. Sebenarnya situs tersebut merupakan tempat pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah yang pada awalnya merupakan punden berundak yang berorientasi ke arah utara selatan mengarah kepada gunung Slamet, dan diyakini sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang. Akan tetapi karena pengaruh alam dan ketidaktahuan masyarakat setempat, teras pertama dan kedua sudah tidak ada dan langsung menuju teras ketiga. Peninggalan yang terdapat pada situs tersebut antara lain: Batu Menhir 2 buah dengan ukuran masing masing tinggi 137 cm dan garis tengah 42 cm. Batu Lumpang (pecah dan hilang 1/5 bagian) 1 buah dengan ukuran tinggi 25 cm...

avatar
Widra
Gambar Entri
Teh kampoeng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Teh Kampoeng tradisional merupakan teh otentik dari desa. Terbuat dari pucuk daun teh berkualitas tinggi yang dipetik dari perkebunan rakyat, diolah secara tradisional oleh home industry yang dikelola oleh para petani perempuan. Diproses dengan metode uyeg (hand made) dengan menggunakan alat-alat tradisional warisan tradisi masa lalu secara turun-temurun membuat Teh Kampoeng tradisional terbebas dari residu logam dan zat kimia apapun, sehingga menghasilkan rasa yang khas, nikmat, dan berkhasiat sangat baik bagi kesehatan. sumber: https://pariwisata.batangkab.go.id/?p=2

avatar
Widra
Gambar Entri
TARI JARAN GEDRUG
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Jaran Gedrug adalah tari rakyat yang yang berkembang di Kabupaten Karanganyar, yang dikemas dengan pakaian prajurit berkuda. Tari ini bersumber dari sejarah kepahlawanan Pangeran Sambernyawa (KGPAA. Mangkunegaran I) dalam mengusir penjajah Belanda. Pada waktu Pangeran Sambernyawa berperang yang diikuti oleh prajurit berkuda, ketika beliau beristirahat sambil mengatur siasat perang, kuda yang dinaiki menari nari, kakinya diangkat dan gedrug bumi untuk maju ke medan perang lagi. Istilah “Gedrug” adalah identik dengan kaki yang artinya bergerak atau melangkah untuk maju. Tari jaran gedrug di ciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum) dan sudah di patenkan menjadi seni tradisi Kabupaten Karanganyar. Tari jaran gedrug merupakan tari kolosal biasanya diperagakan oleh orang banyak yaitu siswa-siswi mulai dari SD,SMP,SMA dan masyarakat umum. Tari ini adalah suatu kreasi tari keprajuritan atau kepahlawanan. Pada tahun 2009 telah tercatat di Museum Ra...

avatar
Widra
Gambar Entri
SITUS PURBAKALA PALANGGATAN
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Lokasi: Situs Planggatan memiliki total luas 4.460 meter persegi, diapit oleh perkampungan penduduk dan tanah tegalan (perkebunan). Kalau kita berada di lingkungan situs, terasa berada di puncak candi yang berpendar melingkar ke segenap penjuru. Kondisi situs pada saat ini, sebagian besar batu-batunya belum tergali secara utuh. Hanya tampak beberapa batu berelief yang masih setengah terpendam. Berdasarkan informasi, pada awalnya tempat keberadaan situs ini merupakan tanah kas desa/dusun yang ditanami rumput untuk pakan ternak. BP3 Jateng merngupayakan penyertifikatan tanah. Dengan demikian, tanah tempat situs ini sekarang resmi dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jateng dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Bahkan hingga kini tidak ada restribusi. Dengan demikian sangat jarang wisatawan yang datang, kalau pun ada merupakan singgahan setelah dari Candi Sukuh. Relief: Yang tersisa dari Candi Planggatan yang dibangun pada ketinggian 910 meter di atas permukaan la...

avatar
Widra
Gambar Entri
SRAWUNG SENI CANDI
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Srawung Seni Candi yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 ini diharapkan sebagai sarana untuk menyatukan keinginan para pecinta seni dan para pujangga untuk mengekplorasi dan mengekspresikan nilai-nilai budaya dan tradisi dengan kolaborasi modern. Sehingga Srawung Seni Candi ini diharapkan menjadikan perhelatan yang dapat mewujudkan rasa kebersamaan, gotong royong, bowo roso, ngudo roso, ngobrol percakapan-percakapan antara penonton, kritikus maupun penyaji. Kata Seni Candi diharapkan mampu mereguk inspirasi cerita-cerita relief, arsitektur alam dan masyarakat setempat. Perhelatan Srawung Seni Candi ini setiap tahunnya diselenggarakan oleh Padepokan Lemah Putih Gondangrejo Karanganyar, di bawah pimpinan Suprapto Suryodarmo, atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Prapto, bekerjasama dengan berbagai pihak, menjadikan sebuah entertainment yang menarik,sangat langka dan sayang untuk tidak disaksikan. Di sela-sela pertunjukan, dilaksanakan pula Seminar/ Sambung rasa terbuka. Sedangka...

avatar
Widra