Adat Nusantara
128 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tenun Buton Motif Leja Benang Mastulin
Motif Kain Motif Kain
Sulawesi Tenggara

Sarung / tenun buton terdiri atas 2 jenis yaitu leja  dan Pidongko. Leja biasanya memiliki motif berupa garis-garis dan selalu digunakan oleh kaum perempuan. Didesa Wabula, Kab. Buton, biasanya sarung buton di pakai pada saat ada hajatan/acara besar seperti  acara adat Pesta kampung Tahun Masyarakat Wabula yaitu Pidoano Kuri, pernikahan, walimah, dll.   Sumber: http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2307/tenun-buton http://www.hippma-laswabulkendari.or.id/2017/04/ayo-kenali-jenis-dan-nama-sarung-tenun.html

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Pekande-kandea (Pakakande-kande)
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Festival Pekande-kandea adalah tradisi masyarakat Buton, yang pada zaman dahulu dilaksanakan untuk menyambut para pejuang kembali dari medan pertempuran.   Dalam bahasa Buton sering juga disebut Bongkaana Tao (merupakan acara pembukaan tahun sebagai doa kesyukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen/rezeki yang diperoleh selama satu tahun). Juga dapat dilaksanakan setelah melaksanakan hajatan (pesta syukuran) sesuai dengan ketentuan adat istiadat, misalnya melaksanakan Kawia (pernikahan), Posipo (peringatan 7 bulan kehamilan), Tandaki (bagi anak laki-laki yang memasuki akil baliq), Posusu (bagi anak perempuan yang memasuki usia remaja), dan Posuo (remaja putri yang beranjak dewasa).   Bahkan pada acara-acara peringatan meninggalnya seseorang pun, kadang diakhiri dengan Pekande-kandea walaupun dalam skala kecil.   Pekande-kandea yang berarti makan bersama dengan duduk bersila berhadap-hadapan antara penjaga talang dengan pengunjung/tam...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tari Waindorigi
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Waindorigi berasal dari Takimpo, Kecamatan Pasarwajo. Tarian ini diilhami cerita yang menceritakan masyarakat Takimpo sebelum adanya Kerajaan Buton masa silam, di Liwu Takimpo Lipuogena oleh tokoh-tokoh adat mengamanatkan La Manuncama untuk menjadi duta (utusan) adat menuju Wabula.   Dalam kesepakatan tokoh Sara Takimpo, La Manuncama dalam perjalanan menuju Wabula didampingi oleh seorang wanita berparas cantik yang bernama Wa Indorigi. Di hari yang ditentukan berangkatlah mereka menggunakan perahu yang bernama Wasilomata dengan dikawal 20 orang perempuan dan 20 orang laki-laki.   Di saat pelayarannya, rombongan La Manuncama tersebut bernyanyi dan menari dengan gerakan-gerakan dasar di atas perahu yang pada dasarnya memberikan semangat dan pemujaan kepada wanita yang bernama Wa Indorigi.   Di pertengahan jalan, rombongan tersebut dihempas gelombang besar yang hampir menenggelamkan mereka. Untungnya di saat itu juga La Manuncama memanjatkan...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Galampa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tenggara

Galampa atau balai pertemuan adat berbentuk rumah panggung seperti pendopo kalau di Jawa.   Sumber: https://rizalwabula14.blogspot.co.id/2014/10/mengenal-lebih-dekat-pidoano-kuri-pesta.html

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kamali / Malige
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tenggara

Kamali atau yang lebih dikenal dengan nama malige berarti mahligai atau istana, yaitu tempat tinggal raja atau sultan dan keluarganya. Rumah adat ini juga tahan gempa.   Istana Sultan Buton (disebut Kamali atau Malige) meskipun didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa tali pengikat ataupun paku, bangunan ini dapat berdiri dengan kokoh dan megah di atas sandi yang menjadi landasan dasarnya. Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan kayu. Bangunannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin keatas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar. Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau paku kayu. Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, hingga jumlah sel...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tiang Tengah Kamali / Malige
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tenggara

Tiang tengah menjulang ke atas dan merupakan tiang utama disebut Tutumbu yang artinya tumbuh terus. Tiang-tiang ini terbuat dari kayu wala da semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk bulat. Biasanya tiang-tiang ini puncaknya terpotong.      Sumber: http://greatbuton.blogspot.co.id/2009/08/rumah-adat-buton-maligekamali.html

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ukiran Naga Kamali / Malige
Ornamen Ornamen
Sulawesi Tenggara

Ukiran naga merupakan lambang kebesaran kerajaan Buton. Naga dikenal sebagai binatang yang sakti serta cerdas. Ini melambangkan kerajaan Buton yang pernah berkuasa dan juga memiliki kecerdasan seperti naga.    Sumber: http://greatbuton.blogspot.co.id/2009/08/rumah-adat-buton-maligekamali.html http://titiw.com/2014/10/30/makna-naga-dan-nanas-kota-bau-bau/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ukiran Nanas pada Kamali / Malige
Ornamen Ornamen
Sulawesi Tenggara

Sedangkan ukiran buah nenas, dalam tangkai nenas itu hanya tumbuh sebuah nenas saja, melambangkan bahwa hanya ada satu Sultan di dalam kerajaan Buton. Buah nanas dapat tumbuh di mana saja. Apakah itu di daerah berpasir, berbatu, ataupun dalam iklim yang bagaimanapun. Ini menyimbolkan masyarakat Buton dapat beradaptasi di mana saja. Nanas juga punya daun berduri yang berarti Buton punya kekuasaan yang tak dapat sembarangan diganggu. Meski demikian, nanas memiliki daging buah yang manis dan segar, pertanda bahwa orang-orang Buton walau punya kekuasaan, namun baik hatinya.   Sumber: http://titiw.com/2014/10/30/makna-naga-dan-nanas-kota-bau-bau/ http://greatbuton.blogspot.co.id/2009/08/rumah-adat-buton-maligekamali.html

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ukiran Bunga Nanas Bermahkota pada Kamali / Malige
Ornamen Ornamen
Sulawesi Tenggara

Bunga nenas bermahkota, berarti bahwa yang berhak untuk dipayungi dengan payung kerajaan hanya Sultan Buton saja. Nenas merupakan buah berbiji, tetapi bibit nenas tidak tumbuh dari bibit itu, melainkan dari rumpunya timbul tunas baru. ini berarti bahwa kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak beranak yang dapat diwariskan kepada anaknya sendiri. Falsafah nenas in dilambangakan sebagai kesultanan Buton, dan Malige Buton mirip rongga manusia.   Sumber: http://greatbuton.blogspot.co.id/2009/08/rumah-adat-buton-maligekamali.html

avatar
hallowulandari