Kue ini tidak terbuat dari bahan telur, ia hanya terdiri dari bahan: tepung terigu, gula, dan bumbu kue, sama seperti bahan yang digunakan untuk membuat kue kenari tanpa telur dan bahan dasarnya harus menggunakan air kelapa. Karena itu jika anda alergi atau pantang terhadap protein dari telur, anda bisa memilih kue ini sebagai cemilan. http://kompadansamandar.blogspot.co.id/2015/04/kue-tembak-tembak-memori-mandar-tahun.html
BAHAN : • 1/2 kg udang yang besarnya sedang • 3 papan petai • 10 cabai merah • 5 siung bawang merah • Minyak goreng • Asam dan garam secukupnya CARA MEMBUAT GORENG UDANG PETAI (PADANG) : Udang dikupas, cuci, lalu bubuhi asam dan garam yang sudah dilarutkan dengan sedikit air. Diamkan kira-kira 15 menit supaya bumbunya meresap. Petai dikupas dan dibelah dua. Cabai, bawang, dan garam digerus kasar. Panaskan kira-kira secangkir minyak, goreng udang sampai masak, angkat. Sisa minyak dipakai untuk menggoreng cabai dan bawang yang sudah digerus. Jika sudah masak masukkan petai. aduk-aduk sampai petainya berwarna hijau tua, lalu bubuhi sisa perendam udang. Aduk-aduk sampai tidak berair, baru masukkan udang gorengnya, ratakan, lalu angkat https://hobimasak.info/resep-goreng-udang-petai-padang/
Sulawesi Barat, provinsi baru di Sulawesi yang mempunyai banyak sekali ragam budaya termasuk alat musik. Dari banyaknya alat musik yang patut menjadi sorotan adalah Kecapi Mandar. Alat musik yang juga dikenal dengan sebutan Kecaping Tobaine ini berasal tepatnya dari daerah Polewali Mandar. Alat musik berbentuk seperti miniatur perahu dan memiliki dua dawai ini mulai sulit ditemukan yang bisa memainkannya. Peminatnya hanya dari kalangan orang tua yang sudah lanjut usia. Kurangnya minat dari generasi muda untuk mempelajari Kecapi Mandar juga ilmu yang didapat merupakan ilmu turun temurun menjadi faktor langkanya pemain. Pada awalnya, Kecapi Mandar adalah alat musik biasa yang dapat dimainkan kapan saja tanpa adanya pelaksanaan upacara adat. Namun seiring perkembangan waktu, Kecapi mandar sering dijadikan alat musik pengiring dalam upacara adat dan acara penting lainnya. Lagu pengiring yang mengiringi permainan alat musik ini biasanya berupa syair yang terbagi menja...
I Tui-Tuing adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di sebuah kampung di daerah Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia. I Tui-Tuing dalam bahasa Mandar terdiri dari dua kata, yaitu i yang berarti “si” (menunjuk pada dia lelaki ataupun perempuan), dan tui-tuing yang berarti ikan terbang. Jadi, I Tui-Tuing berarti si laki-laki ikan terbang atau manusia ikan. Menurut cerita, I Tui-Tuing pernah melamar keenam putri seorang juragan. Dari keenam putri juragan tersebut, hanya putri ketiga bernama Siti Rukiah yang bersedia menerima lamarannya. --- Alkisah, di sebuah kampung di daerah Mandar, Sulawesi Barat, ada sepasang suami-istri miskin yang senantiasa hidup rukun dan bahagia. Namun, kebahagiaan mereka belum terasa lengkap, karena belum memiliki anak. Untuk itu, hampir setiap malam mereka senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dikarunai seorang anak. “Ya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karuniakanlah kepada kami seorang anak laki-laki, walaupun bent...
Ritual yang paling khas di Polewali Mandar adalah totamma' mangaji (khatam Al-Qur'an). Pada acara ini acapkali ditandai dengan pessaweang sayyang mattu'du' (penunggangan Kuda meanri) yang dilakukan oleh perempuan-perempuan Mandar dengan mengenakan pakaian adat dan diarak keliling kampung dengan diiringi parrawana (pemukul rebana) diselingi dengan kalinda'da' (sastra lisan Mandar). Acara serupa ini biasanya dihelat berbarengan dengan acara Maulid di hampir semua kecamatan yang ada di Polewali Mandar. Menariknya, ritual semacam ini biasanya diawali dengan pambacangan (upacara syukuran) dengan melantunkan barsanji (tembang pujian kepada Rasulullah) saat pagi dan siang harinya. Dan pada sore harinya baru digelar acara sayyang pattu'du'. Kecamatan yang paling sering melakukan ritual ini adalah Polewali, Matakali, Wonomulyo, Campalagian, Mapilli, Luyo, Balanipa, Tinambung, Limboro, dan Alu.
Massossor sossorang (menyucikan pusaka) adalah ritual yang menarik. Tidak jarang ritual ini diawali dan dirangkaikan dengan beragam prosesi adat lainnya. Khusus untuk massossor sossorang misalnya, maka prosesi yang mesti mendahuluinya adalah menggelar acara mappauli banua (mengobati kampung) dan mattula' bala (menolak bala) yang akan dilanjutkan dengan penyucian dan acara ziarah ke kuburan para tetuah leluhur kampung sebagai bagian yang tak terpisahkan dari acara massossor sossorang. Acara ini hingga kini mulai jarang ditemukan. Dan salahsatu daerah yang hampir tiap tahun menggelar acara penyucian sossorang ta'bilowe (gong pusaka) adalah Desa Mosso Kecamatan Balanipa yang untuk menjangkaunya bisa ditempuh dengan melakukan perjalanan darat ke arah Barat ibukota Polewali sekita 30 Km. Dan berada sekitar 8 Km dari ibukota Kecamatan Balanipa ke arah Utara di atas wilayah pegunungan.
Acara pelantikan adat atau arayang adalah ritual yang juga sangat khas pada masyarakat Mandar. Biasanya pada ritual ini ditandai dengan penyematan sokko biring (kopiah khas Mandar) dan penyerahan keris pusaka kepada arayang yang dilantik dan dilakukan oleh pappuangan atau petinggi adat yang berperan mewakili warga. Pada prosesi ini juga dirangkaikan dengan upacara massossor (penyucian) benda pusaka dan pengucapan janji di depan khalayak warga yang mengikuti prosesi tersebut. Sayangnya acara ini agak susah ditemukan mengingat biasanya acara ini hanya diselenggrakan pada saat ada arayang yang mangkat dan digantikan oleh arayang yang baru. Sumber: http://ab-muhaimin.blogspot.com/2018/01/ritual-tradisional-suku-mandar-sulawesi.html
ABSTRACT Mappandesasi ritual is an oral folklore tradition, a folklore which form is a compiled of oral and non-oral elements. Oral tradition connects generation of past, present and future. Oral tradition inherited from generation to generation, in everyday life, thoughts, sayings, and behavior of individual or group is the real implementation of the text. This research is a qualitative-descriptive research and uses deep interview and observation method. The result of this research show that the ritual is usually performed before fishermans goes fishing, as a gesture of asking for safety and fortune to the sasi guardian and also performed after fishing to thank the sasi guardian for granting them safety and fortune. In mappandesasi ritual, the people prepare some equipment as a ritual medium. It consist of cattle, beke, and mannu as the sacrificial animal. Keywords: ritual, sasi, fisherman, and Mandar ABSTRAK Ritual mappandesasi me...
Samba` Paria adalah seorang gadis cantik jelita yang tinggal bersama adiknya di sebuah rumah panggung di tengah hutan di daerah Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia. Pada suatu hari, Raja Mandar bersama beberapa orang pengawalnya menculik Samba` Paria. Mengapa Raja Mandar menculiknya? Lalu bagaimana nasib Samba` Paria selanjutnya? Temukan jawabannya dalam cerita Samba` Paria berikut ini. Alkisah, Di daerah Mandar, Sulawesi Barat, hidup seorang gadis cantik jelita bersama seorang adiknya yang masih berumur sepuluh tahun. Kedua kakak beradik itu adalah yatim piatu. Mereka hidup rukun dan saling menyayangi. Mereka tinggal di sebuah rumah panggung peninggalan orang tua mereka yang berada di tengah hutan belantara, jauh dari permukiman penduduk. Dari kejauhan, rumah mereka hampir tidak kelihatan, karena selain tertutupi pepohonan rindang di sekitarnya, juga diselubungi oleh tanaman paria (pare) yang menjalar mulai dari tiang, tangga, dinding, hingga ke atap rumahnya...