Batik Macan Ali ini cukup memiliki kesamaan yang hampir serupa dengan batik Banjar Balong. Keduanya memiliki tipe motif yang hampir sama yang secara keseluruhannya memberikan satu-kesatuan pola batik yang indah. Filosofi dan nilai dari batik ini pun juga hampir sama dimana keberadaan pohon hayat sebagai simbolisme penyeimbang dan penghubung yang perlu dijaga. Keberadaan hubungan secara vertikal antara batin kita dengan TuhanNya dan keberadaan hubungan secara horizontal batin kita dengan alam semesta dan lingkungannya. Sumber: https://infobatik.id/batik-macan-ali/
Batik Banjar Balong memiliki tata susun dengan posisi yang telah tertera pada bagian penjelasan memberikan konotasi tentang keberadaan pohon hayat. Pohon hayat yang terdapat di tengah yang diapit oleh kanan-kiri sepasang lar (Motif Garuda), samping atas kana-kiri dan dilingkupi meru, menandakan akan keberadaan simbolisme pohon hayat yang terjaga ketat. Terdapat dua simbolisme pohon hayat. Secara struktur Motif Pohon Hayat yang tengah melingkupi 6 Motif Pohon Hayat memberikan konotasi filosofi tentang cermin hubungan dan keseimbangan yang berlapis. Sehingga, Motif Pohon Hayat ini perlu dijaga secara mikrokosmos (batik kita yang terlukis sebagai pohon hayat pada posisi tengah) dan secara makrokosmos (alam semester dan lingkungannya yang terlukis sebagai pohon hayat bagian yang melingkari). Pada Batik Banjar Balong juga terdapat Motif Seekor Burung Garuda. Terdapat bentuk simbolik garuda ini diilhami oleh mitos Hinduisme, yaitu bu...
Batik Sawat Pengantin merupakan batik kelas atas, yang dahulu sering dipakai oleh keluarga keraton Cirebon. Juga sering dikenakan pasangan pengatin, hal ini karena filosofi batik Sawat Pengantin yang dipercaya bisa melindungi kehidupan pemakainya. Kata Sawat berarti sayap atau dalam bahasa Cirebon disebut Lar . Sebagian masyarakat pada zaman dahulu berpendapat bahwa kata Sawat berasal kata “Sahwat”. Batik Sawat Pengantin terdiri dari dua pola atau motif , yang pertama motif pohon hayat dikelilingi motif lidah dan motif meru. Pola yang kedua adalah pohon hikayat dikelilingi motif lidah, motif lar (garuda), dan motif meru. Motif lidah api yang terdapat pada batik sawat ini tersusun secara gradasi dan menjadi puncak motif meru yang melingkupi motif lainnya. Motif pohon hayat seolah dikelilingi oleh motif lain seolah menjaga keseimbangan hubungan kosmos secara vertikal dan horisontal. Motif Batik...
Wikipedia menyebutkan bahwa Sunda Wiwitan adalah agama atau kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme). Penganut ajaran Sunda Wiwitan ditemukan di beberapa desa di Jawa Barat dan Banten, yaitu: 1. Desa Kanekes (Suku Baduy), Lebak, Banten. 2. Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok Sukabumi, Jawa Barat. 3. Kampung Naga, Garut, Jawa Barat. 4. Cirebon, Jawa Barat. 5. Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Isi ajaran Sunda Wiwitan adalah ajaran keagamaan dan tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. Ajaran Sunda Wiwitan mengandung 2 prinsip yaitu: Cara Ciri Manusia; yaitu unsur dalam kehidupan manusia seperti welas asih, undak usuk, tatakrama, budi bahasa dan budaya, dan wiwaha yudha naradha. Cara Ciri Bangsa; yaitu unsur pembeda manusia seperti rupa, adat, bahasa, aksara, dan budaya. Dasar ajaran masyarakat Baduy dalam Sunda Wiwitan adalah kepercayaan yang bersifat monoteis, penghormatan kepada roh nenek moyang...
Agama Djawa Sunda (sering disingkat menjadi ADS) adalah nama yang diberikan oleh pihak antropolog Belanda terhadap kepercayaan sejumlah masyarakat yang tersebar di daerah Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Agama ini juga dikenal sebagai Cara Karuhun Urang (tradisi nenek moyang), agama Sunda Wiwitan, ajaran Madrais atau agama Cigugur. Abdul Rozak, seorang peneliti kepercayaan Sunda, menyebutkan bahwa agama ini adalah bagian dari agama Buhun, yaitu kepercayaan tradisional masyarakat Sunda yang tidak hanya terbatas pada masyarakat Cigugur di Kabupaten Kuningan, tetapi juga masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, para pemeluk “Agama Kuring” di daerah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dll. Jumlah pemeluknya di daerah Cigugur sekitar 3.000 orang. Bila para pemeluk di daerah-daerah lain ikut dihitung, maka jumlah pemeluk agama Buhun ini, menurut Abdul Rozak, mencapai 100.000 orang, sehingga agama Buhun termasuk salah satu kelompok yang terbesar di kalangan Keperca...
Buhun diduga sebagai Jati Sunda atau agama sunda murni yang belum tercampur oleh agama lain seperti Hindu, Budha, Islam dan agama kepercayaan lain. Dari etimologi bahasa Bu-hun berasal dari dua kata yaitu Bu dan Hun, Bu mungkin diambil dari kata Bu-yut atau Kabuyutan yang merupakan tempat pemujaan roh nenek moyang orang Sunda pada jaman dulu dan -Hun yang mungkin diambil dari kata Ka-Ru-Hun atau nenek moyang orang sunda. Banyak kata dalam Bahasa Sunda yang hampir mirip dengan kata Buhun. Agama ini masih banyak dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Bekasi. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Buhun
Ahool adalah monster terbang yang berbentuk seperti kelelawar raksasa. Beberapa pendapat mengatakan bahwa makhluk ini berjenis petrosaurus atau sejenis primata terbang. Seperti halnya monster-monster misterius lainnya, belum ada pembuktian dari ilmuwan atas keberadaan makhluk ini. Makhluk mitologi yang satu ini sangat sulit didokumentasikan dan hanya sedikit informasi yang didapat mengenai Ahool. Kabarnya, Ahool menempati hutan tropis di Jawa. Wujudnya digambarkan mempunyai kepala seperti monyet, mata hitam besar, cakar besar di lengan serta bulu berwarna abu-abu gelap yang menutupi tubuh. Konon bentangan sayap Ahool sepanjang 3 meter Ahool pertama kali dilihat oleh Dr.Ernest Bartels yang pada saat itu sedang menyusuri Gunung Salak. Pada tahun 1925 Dr.Ernest Bartels yang sedang mejelajahi air terjun di lereng gunung salak, saat itu Kelelawar Raksasa menukik terbang diatas kepalanya. Dinamakan Ahool karena ia mengeluarkan suara berbunyi Ahool. Sumber: https://www.goodnewsfrom...
Arak-arakan , adalah kesenian khas masyarakat Subang tak terkecuali juga dengan warga Desa Muara Kecamatan Blanakan. Saat menyambut prosesi sunatan atau khitanan, masyarakat biasa menggelar kesenian tradisional arak-arakan atau Mamanukan. Mamanukan adalah kesenian yang berkembang pesat di pesisir utara Jawa Barat dari Cirebon hingga Karawang. Seni arak-arakan atau Mamanukan ini mengadopsi kesenian Sisingaan yang merupakan seni tradisi khas Subang. Budaya. Desa Muara , adalah sebuah desa di daerah pesisir utara Subang yang masuk dalam wilayah Kecamatan Blanakan. Sebagai sebuah desa yang mayoritas masyarakatnya berbahasa Jawa, desa ini juga memiliki banyak persamaan budaya dengan daerah lain di pesisir utara Jawa Barat seperti Cirebon dan Indramayu. Kesamaan tersebut terlihat saat warga menyambut prosesi sunatan dengan menggelar arak-arakan atau Mamanukan. Arak-arakan Mamanukan adalah sebuah kesenian yang dikembangkan dari seni tradisi Sisingaan khas Subang. Jik...
Adakah yang familiar dengan Majalengka? Kota kecil yang sebentar lagi akan memiliki Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini memiliki tradisi unik untuk merayakan kemenangan lho! namanya Ngagogo Lauk. Ngagogo Lauk sendiri bisa diartikan menangkap lauk dengan tangan kosong. Lauk adalah ikan dalam bahasa Sunda. Artinya kita harus bisa menangkap ikan yang masih hidup didalam kolam atau sungai dengan tangan kosong tanpa bantuan alat apapun. Ngagogo Lauk erat kaitannya dengan kebiasannya masyarakat Majalengka untuk memelihara ikan. Tanah yang subur dengan air yang melimpah ruah memudahkan masyarakat membudidayakan ikan di kolam. Nggak heran, kolam ikan menjadi salah satu pemandangan umum yang bisa kita jumpai terutama di pedesaan. Tradisi Ngagogo Lauk akan sering kita temui ketika musim pemilihan kepala daerah baik tingkat desa maupun tingkat kabupaten, ataupun perayaaan HUT kemerdekaan RI. Ketika perhelatan pilkada tiba, masing-masing...