Genggong bambu Sejenis harpa mulut, lidah-lidah di bagian tengah berfungsi sebagai vibrator, sedangkan rongga mulut berperan sebagai resonator. Bentuk genggong ini seperti kipas yang belum dibuka. Genggong dimainkan secara tunggal untuk mengungkapkan perasaan saat dilanda kesedihan.
Gambus kayu Alat musik petik jenis lut yang memiliki enam dawai. Bentuk gambus sangat khas dengan badan cembung. Permainan gambus berfungsi sebagai pengiring lagu berirama timur tengah dan Melayu.
Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Ritual ini bertujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan. Tiwah atau Tiwah Lale atau Magah Salumpuk Liau Uluh Matei ialah upacara sakral terbesar bagi suku Dayak Ngaju untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang, Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate, Lewu Tatau Habaras Bulau, Habusung Hintan, Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh
Ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi sifat keagamaannya adalah Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.
Hudoq adalah sejenis f estival yang berupa tarian ungkapan syukur yang digelar oleh sub-etnis D ayak di provinsi Kalimantan Timur. H udoq adalah kesenian tarian yang menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu H udoq termasuk golongan kesenian Barongan. Kepercayaan ========== Menurut kepercayaan tradisional orang Bahau, Busang, Modang, Ao'heng dan penhingHudoq adalah 13 hama yang merusak tanaman seperti tikus, singa, gagak, dan lain-lain. Dalam festival tersebut Hudoq dilambangkan oleh penari yang mengenakan topeng yang mewakili hama dan rompi yang terbuat dari p inang atau kulit kayu p ohon pisang. Tarian selesai ketika dua manusia Hudoq keluar dan mengejar Hudoq hama. Durasi tari adalah 1-5 jam. Menurut tradisi, festival hudoq diadakan setiap selesai menugal (menanam padi) di ladang September-Oktober setiap tahun. Maknanya, memohon berkat Tuhan agar padi yang ditanam nanti menghasilkan...
Kebo giro merupakan salah satu lancaran (instrumen) gendhing/gamelan yang memang khusus diperdengarkan pada saat pernikahan (terutama yang memakai adat jawa). Gendhing ini dinyanyikan ketika mengantar kedua mempelai ke pelaminan. Berikut adalah notasi lancaran Kebo Giro Lanc. “KEBOGIRO” PL. Br. Buka : 5 6 7 2 7 3 7 2 7 6 7 (5) . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5) . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5) . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5) . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5) . 7 . 6 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
Sop kreni merupakan salah satu kuliner khas kota Pacitan, Jawa Timur. Kreni merupakan nama bakso ayam yang kemungkinan besar hanya ada di Pacitan. Kuliner ini sangat pas disajikan saat masih dalam keadaan panas. Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sayur kreni beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 2 buah wortel ukuran sedang 1 buah kentang ukuran besar 6 buah buncis 1/4 buah kol kecil 1 bungkus kreni/bakso ayam 1 batang daun bawang 1 batang seledri 1/4 sdt lada halus 3 siung bawang putih (geprek) 4 siung bawang merah ( iris tipis, goreng) 1/2 bungkus royko (bisa di skip) secukupnya garam dan gula Langkah pembuatannya : Siapkan buncis, kol, wortel dan kentang. Kupas kulit wortel dan kentang, lalu potong-potong semua sayur kemudian cuci bersih dan sisihkan. Panaskan air dipanci hingga mendidih. Masukkan wortel, kentang, buncis dan bawang...
Bajing luncat atau dalam bahasa Indonesia yaitu Tupai loncat merupakan salah satu lagu daerah dari Jawa Barat. Lagu Bajing Luncat ini diciptakan oleh Kosaman Djaja yaitu komposer sunda yang terkenal. Lagu Bajing Luncat ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang kecewa dan menyesal ketika wanita pujaannya yang selama ini telah berjanji, dalam waktu dekat akan bersanding dengan laki-laki lain. Dia menyesal kenapa tidak dari dulu mempersunting wanita pujaannya tersebut. Dia pun kecewa mengapa wanita pujaannya tak mau menunggunya hingga pada akhirnya wanita pujaannya justru akan bersanding dengan laki-laki lain dalam waktu dekat. Lirik Lagu Bajing Luncat Bajing luncat -bajing luncat ka astana Abdi lepat narosan teu ti anggalna Ku teu sangka salira bet luas pisan Teu hawatos ka nu kersa ngantos ngantos api-api teu emut ka na pasini Pasini pakait ati leuh pakait ati Tadi na mah sugan teh dulang tinande nu dipiceun cenah ge majar katimu Teu T...
Tradisi Suku Sasak Belangar, Betukaq & Upacara Kematian Dalam siklus kehidupan manusia, peristiwa kematian merupakan akhir kehidupan seseorang di dunia. Masyarakat meyakini kehidupan lain setelah kematian. Di beberapa kelompok masyarakat dilakukan persiapan bagi si mati. Salah satu peristiwa yang harus dilakukan adalah penguburan. Penguburan meliputi perawatan mayat termasuk membersihkan, merapikan, atau mengawetkan mayat : Upacara adat kematian yang dilaksanakan sebelum acara penguburan meliputi beberapa tahapan yaitu : 1. Belangar Masyarakat Sasak Lombok pada umumnya menganut agama Islam sehingga setiap ada yang meninggal ada beberapa proses yang dilalui. Pertama kali yang dilakukan adalah memukul beduk dengan irama pukulan yang panjang. Hal ini sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada salah seorang warga yang meninggal. Setelah itu maka masyarakat berdatangan baik dari...