Lenong Denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah, seperti Wayang Sumedar, Wayang Senggol dan Wayang Dermuluk. Lenong Denes mementaskan cerita-cerita kerajaan dan busana yang dikenakan tokohnya pun gemerlapan, seperti halnya raja, bangsawan, pangeran, putri, hulubalang. Maka kata "denes" (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi atau orang-orang yang berpangkat atau yang dinas. Lenong Denes menggunakan bahasa Melayu tinggi dalam dialognya sehingga para pemainnya tidak leluasa untuk melakukan humor. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku, baginda, kakanda, adinda, beliau, daulat tuanku, syahdan, hamba. Dialog dalam Lenong Denes sebagian besar dinyanyikan. Agar pertunjukkan bisa lucu, maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. Adegan-adegan perkelahian dalam Lenong Denes tidak menampilk...
Kembang kelape (kembang kelapa) merupakan hiasan yang sering digunakan untuk pesta. Kembang kelape juga dapat dilihat pada ondel-ondel agar terlihat menairk. Kembang kelape dibuat dari kertas minyak berwarna warni. Pada perkembangannya, bentuk dekoratif kembang kelape memiliki beberapa varian terhadap fungsi dan perletakannya. Maksudnya, bentuk kembang kelape tidak statis. Ada yang berbentuk tiang, dapat diletakkan pada tiap ruang atau sudut yang memungkinkan; atau digantung di plafon menjuntai ke bawah; bahkan dikombinasikan dengan memanfaatkan daya listrik membentuk kembang kelape yang indah terutama jika dihidupkan malam hari. Kembang kelape sebenarnya mempunyai makna filosofis amat mulia, bahwa semestinya manusia itu berguna sebagaimana pohon kelapa. Tidak ada yang tidak berguna dari sebatang pohon kelapa, mulai akar, batang, buah, sampai daun. Kemudian makna itu diperluas bahwa kehidupan manusia itu harus dirawat dan diekspresikan dengan meriah, terbuka, saling bentumembant...
Sambal Kencur Hijau Dilihat dari namanya, keunikan sambal asli Betawi ini tentu ada pada penggunaan kencur yang membuat cita rasa sambal menjadi terasa hangat. Mirip seperti sambal lado hijau asal Padang, sambal kencur hijau juga terbuat dari cabe rawit dan tomat berwarna hijau. http://mahligai-indonesia.com/ragam-kuliner/sejarah-sambal-khas-nusantara-4458
Abon Peda Cilincing (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Abon Tempe (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Arem Jali (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Sumber : Arsip Nasional Nusantara Museum yang berada di pusat ibu kota Jakarta ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Museum ini juga sering dikenal sebagai Museum Gajah, karena adanya patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Museum bergaya Eropa ini menyimpan sekitar 141 ribu benda-benda sejarah dan prasejarah dari berbagai periode. Sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/alvin-surya-pratama/museum-terbaik-di-indonesia-untuk-liburan/full
Museum Gedung Joang '45 merupakan saksi perjuangan yang menyimpan cukup banyak sejarah tentang berbagai peristiwa ketika kemerdekaan RI akan berlangsung. Gedung Joang 45 ini lokasinya berada di Jl. Menteng Raya 31, Jakarta. Untuk Anda yang tertarik dengan sejarah dari perjuangan kemerdekaan RI, maka Museum Joang 45 merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang wajib untuk kunjungi. Pada awalnya Gedung Joang 45 adalah sebuah bangunan Schomper Hotel yang sudah dibangun sejak tahun 1920-1938, yang dikelola L.C. Schomper, keturunan belanda. Sumber : Dok.Museum Nasional Indonesia Kemudian pada waktu pendudukan Jepang di Indonesia, hotel ini kemudian diambil alih Ganseikanbu Sendenbu atau Departemen Propaganda dan setelah itu dikenal sebagai Gedung Menteng 31. Gedung ini kemudian menjadi sebuah markas program pendidikan politik yang diselenggarakan untuk beberapa tokoh pemuda yang sangat berperan pada era kemerdekaan, antara lain seperti Sukarni, A.M...
Unit Pengelola Monumen Nasional Kepala Museum : IM Rini Hariyani Alamat : Jl. Silang Monas Gambir Jakarta Pusat Telp : (021) 350 4333 Faks. (021) 350 4333 Email : mtugumonas@yahoo.co.id Unit Pengelola Monumen Nasional didirikan pada 17 Agustus 1961 atas gagasan Presiden RI pertama IR. Soekarno. Museum ini dibangun untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi mendatang. Rancang bangun Tugu Monas dib...