Pusung Tagel Pusung tagel dipakai oleh wanita yang sudah menikah. https://www.silontong.com/2018/07/30/pakaian-adat-bali/
Sabuk Prada Pada bagian pinggang juga biasa dipakaikan sabuk prada. Sabuk ini digunakan untuk menahan kamen yang dipakai agar tidak melorot. Selain untuk fungsi tersebut, tampilan wanita yang mengenakan sabuk ini juga sedikitnya jadi lebih anggun dan berseri. Filosofi dari pemakaian sabuk pada pakaian adat Bali untuk wanita ini adalah sebagai gambaran untuk melindungi diri khususnya bagian rahim sebagai anugerah dari Tuhan. Dengan cara pengendalian diri dan mencegah perbuatan yang buruk. https://www.silontong.com/2018/07/30/pakaian-adat-bali/
Genggong Alat musik Genggong merupakan salah satu instrumen getar yang unik . Suara yang ditimbulkan kabarnya melahirkan keunikan tersendiri. Anda kenal dengan suara katak yang bersahutan di sawah? Terkesan begitulah suara musik yang dihasilkan dari alat musik Genggong. Selain itu, keunikannya lain yang dimilik Genggong adalah dengan cara memainkannya, yaitu Keunikannya yang lain adalah alat musik zaman dulu ini memanfaatkan rongga mulut orang yang membunyikannya sebagai resonator. Lebih lanjut, seperti diketahui, alat musik ini memang dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) pada bagian yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri dan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan tali benang dengan ujung alat di sebelah kanan. Dan supaya bunyi keluar dari alat ini, maka benang itu ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke depan, tetapi tidak meniupnya. Rongga mulut hany...
Pereret Alat musik tradisional Bali yang kedua ini dikenal dengan nama Pereret. Alat musik tempo dulu ini adalah alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Sampai saat ini, demi melestarikannya, alat musik Pereret ini banyak dibuat di daerah Jembrana, Bali. Kegunaan alat musik ini yaitu dimanfaatkan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Lantas, bagaimana cara menggunakan alat musik Pereret? Berdasarkan informasi, alat musik Pereret dimainkan dengan cara meniupnya. Saat ditiup , maka keluarlah suara bunyi yang kabarnya bisa menawan hati. Berdasarkan sejarahnya, pada saat itu di Bali istilah Pereret dikenal dengan sebutan pengasih asih. Mitos yang berkembang, dikarenakan biasanya alat musik ini sering dipakai oleh perjaka untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya. Wow…Selanjutnya alat musik itu dimainkan oleh para pejaka di malam hari diatas pohon yang tinggi pu...
Ceng-ceng Pada poin yang ketiga ini, akan dibahas tentang alat musik yang bernama Ceng-ceng. Dalam beberapa istilah kata Ceng-ceng tidak terpisah, menjadi cengceng. Menurut informasi, alat musik Ceng-ceng adalah bagian penting dari seperangkat gamelan Bali, pasalnya alat musik zaman dahulu ini akan menimbulkan efek suara yang dinamis pada saat di mainkan dengan gamelan. Ceng-ceng terdiri dari enam buah logam bundar yang berada di bawah dan dua logam bundar di bagian atas. Bagaimana cara memainkan alat musik Ceng-ceng? Alat musik tradisional Ceng-ceng dimainkan dengan cara memukulkan bagian tembaga bundar yang atas dengan bagian bundar yang bawah yang diarahkan ke atas. Mengenai bentuknya, Ceng-ceng bentuknya menyerupai kura-kura (lihat gambar) yang menurut kebudayaan Bali, kura-kura yang mengandung mistis memiliki nilai yang magis. https://www.silontong.com/2017/11/18/6-alat-musik-tradisional-bali-fungsi-dan-cara-memainkannya/
Rindik Budaya Bali semakin kaya dengan adanya alat musik tradisional Rindik. Kenapa demikian? Menurut sejarah, semua bermula saat pihak wengker (sekarang Ponorogo) melakukan pemberontakan kepada kerajaan Majapahit. Ketika pemberontakan terjadi, ada banyak Angklung Reyog yang merupakan senjata kerajaan majapahit juga berfungsi sebagai alat musik di tinggal di kerajaan. Akibatnya, serbuan dari kerajaa Demak berdampak pada alat musik Angklung dan Gamelan yang di bawa ke Bali mengalami pergesaran dan kerusakan. Masih pada saat itu, orang Majapahit yang tiba di Bali mengalami kesulitan saat merangkai gamelan termasuk Angklung. Pada kenyataannya, Angklung di Bali tidak di bentuk sedemikian rupa, namun bisa menghasilkan suara dengan cara di pukul layaknya gamelan yang terbuat dari logam, dan kemudian Angklung ini berubah nama menjadi Rindik. Menurut bahasa Jawa kuno, Rindik berarti di tata dengan rapi dengan celah yang sedikit. Terbuat dari apa alat musik Rindik?...
Gamelan Bali Alat musik Gamelan Bali merupakan salah satu jenis alat musik gamelan tradisional yang khas dari Denpasar, Bali. Pada kenyataannya, Gamelan Bali memiliki beberapa perbedaan dengan alat musik gamelan pada umumnya. Apa dan dimana perbedaannya? Terdapat pada baik dalam bentuk dan cara memainkannya. Berguna sebagai pengiring suatu pertunjukan kesenian di Bali, seperti hiburan, Gamelan Bali tersebut di tampilkan. Juga dalam acara-acara yang sifatnya sakral. Meski zaman sudah modern, namun Gamelan Bali ini sangat sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Berdasarkan fungsinya, Gamelan Bali sering digunakan untuk mengiringi upacara keagamaan dan hiburan. https://www.silontong.com/2017/11/18/6-alat-musik-tradisional-bali-fungsi-dan-cara-memainkannya/
Blanjong Jejak Kemenangan Sri Kesari Warmadewa Blanjong berasal dari dua kata, yakni belahan dan ngenjung. Belahan berarti pecahan, sedangkan ngenjung adalah istilah dalam Bahasa Bali Alus yang berarti kapal nelayan. Berawal ketika pecahan kapal Belanda terdampar pertama kali di pesisir Sanur, yang tepatnya kini di pesisir Blanjong. Peristiwa inilah yang menjadi awal sejarah nama Blanjong. Blanjong adalah nama daerah di Desa Intaran, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Di daerah ini juga ditemukan Prasasti Pilar tepatnya di dekat Banjar Blanjong. Kemudian prasasti tersebut diberi nama Prasasti Blanjong. “Prasasti Blanjong melambangkan tugu kemenangan,” ungkap Mangku Segara. Beliau seorang pemangku (sebutan orang suci di Bali-red) yang senantiasa menemani para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke Cagar Budaya Prasasti Blanjong. Blanjong merupakan tonggak kemenangan...
Prasasti Gunung Panulisan Pura Puncak Penulisan atau dikenal sebagai Pura Tegeh Koripan serta ada juga yang menyebut Pura Pamojan (panah raja) adalah salah satu pura tertua di Bali . Lebih dikenal sebagai Pura Puncak Penulisan sebab pura suci ini terletak di puncak Bukit Penulisan dengan ketinggian sekira 1.745 m dpl. Secara administratif, pura yang lebih banyak dikunjungi wisatawan karena daya tarik historisnya ini berada di kawasan Desa Sukawana, Kintamani, Bangli https://pitarapitari.wordpress.com/sejarah-pura/kabupaten-bangli/pura-penulisan/