'Dodol' merupakan camilan khas Garut yang juga dijual di Bandung digemari oleh masyarakat Sunda dimana dalam keluargaku sendiri Ayahku sangat menyukainya sampai sampai setiap ia balik dari Bandung ia selalu setidaknya membeli 2 sampai 3 kotak yang berisi Dodol. Bahan utama membuat dodol adalah santan kelapa,tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam. Setelah itu Dodolnya pun diolah dan diberi berbagai bahan bahan tambahan agar memiliki cita rasa yang unik masing masing. Contohnya adalah seperti Dodol yang ditambah Sirsak sehingga menjadi Dodol Sirsak, begitu pula dengan Dodol yang ditambah Durian sehingga menjadi Dodol Durian. Dewasa ini pula, tidak hanya dalam Indonesia, Dodol telah mulai diminati berbagai negara negara lain seperti Belanda, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia. Dalam tahap pembuatannya sendiri, bahan-bahan dicampur bersama dalam kuali yang besar dan dimasak dengan api sedang. Dodol yang dimasak tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan...
Nasi Goreng Otokowok atau biasa disebut Otokowok saja merupakan makanan khas daerah Cirebon berupa campuran nasi dan mie yang digoreng. Jika di daerah Yogyakarta ada juga makanan seperti ini namun namanya berbeda. Di Yogyakarta makanan seperti ini disebut Magelangan. Walau serupa, namun Otokowok dan Magelangan punya rasa khas masing-masing yang berbeda. Cara membuat Otokowok tidak terlalu sulit. Secara umum mirip seperti membuat Nasi Goreng. Hanya saja jika Otokowok ada tambahan bahan yaitu mie. Mie yang digunakan bebas. Namun biasanya menggunakan mie instan. Bahan yang dibutuhkan yaitu bawang merah, bawang putih, cabe, kecap, nasi, garam, telur, mie instan, dan bahan tambahan seperti suiran ayam, dan yang lainnya. Sebelumnya kita masak dulu mie instan hingga matang lalu angkat dan tiriskan. Setelah itu kita masukkan bumbu yang telah dihaluskan ke dalam wajan. Setelah bumbu matang, masukkan telur dan jangan lupa untuk memberikan garam ke telurnya agar rasa telurnya tidak hambar...
Degung merupakan alat musik khas daerah Sunda yang sebenarnya hampir sama dengan Gangsa (Jawa Tengah), Gong (Bali) atau Goong (Banten) yaitu alat musik semacam Gamelan, Gamelan yang merupakan sekelompok waditra dengan cara membunyikan alatnya kebanyakan dipukul. dikatakan Degung berasal dari Ratu Agung atau Temenggun sedangkan kata gung dalam bahasa Sunda diartikan dengan kedudukan tempat yang tinggi atau terhormat, sehingga degung memiliki arti dalam adat Sunda sebagai sesuatu yang agung dan terhormat. Degung sendiri biasanya dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung jug...
Lagu ini merupakan lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak kecil saat bermain dan ada yang bertengkar. Lagu ini diajarkan oleh guru bahasa Sunda saya semasa SMA Berikut liriknya: Tampolong Bahe Belut Ditalian Tong ngomong wae Gelut sakalian Yang dua baris terakhirnya berarti: Jangan berbicara terus Bertengkar sekalian
Mie kocok merupakan salah satu kuliner khas milik nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana. Kuliner yang satu ini merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orangtua. Meski penjualnya banyak ditemukan di berbagai daerah, ternyata mie kocok berasal dari Bandung. Tidak mengherankan jika jajanan yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia. Entah darimana toponimi mie kocok berasal, namun menurut buku wisata jajan Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga nampak layu. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan dengan cara demikian. Mie kocok menggunakan bahan baku berupa mie telor, mie jenis ini banyak dijumpai di pasar tradisional maupun di supermarket. Meski demikian, pengusaha warung mie kocok lebih banyak membuatnya sendiri ketimbang membeli yang sudah j...
Nasi tutug oncom adalah makanan khas Bandung. Selain rasa yang enak, nasi tutug oncom digemari oleh para pecinta kuliner karena harganya yang terjangkau. Disajikan dengan ayam goreng, ikan asin, lalapan, serta sambal dadak, menjadikan nasi tutug oncom makanan yang sangat tradisional tetapi masih bisa mengikuti jaman. Ketersediaan nasi tutug oncom ini bisa dijumpai di berbagai restoran khas sunda yang berada di Kota Bandung maupun daerah lainnya di Provinsi Jawa Barat. Sebagai masyarakat Kota Bandung, diharapkan memiliki tingkat kecintaan yang lebih lagi terhadap kuliner yang ada di kota ini. Namhn tak lupa peran sebagai masyarakat Indonesia yang tetap harus mengapresiasi makanan khas dari daerah lai di penjuru nusantara. OSKMITB2018
Mahkota wangsa atau makutawangsa merupakan salah satu jenis iket kepala yang berasal dari daerah Jawa Barat. Saat ini, memakai makutawangsa merupakan budaya yang sedang "trend" di kalangan para pemuda. Saat Anda memakai makutawangsa ada beberapa pancadarma yg harus dipenuhi, yaitu mengagungkan sang pencipta, menyadari dan menghormat kepada asal usul diri, tunduk kepada hukum dan aturan, berilmu, serta berbakti pada bangsa. #OSKMITB2018
Padepokan seni mayang sunda adalah padepokan yang bertujuan untuk pertunjukan seni sunda baik kontemporer atau pun tidak. Yang akan saya bahas adalah ornamennya disana terdapat 2 ruangan outdoor dan indoor. Dimana Indoor sendiri untuk 100 orang dan outdoor 200 orang. Gedung memiliki ornamen khas sunda yang unik didepan jalan raya keramik nama tempatnya menggunakan aksara sunda yang artinya seni mayang sunda. Dari atas atap bentuknya seperti rumah adat campuran sunda seperti di ITB ganesha. Didalamnya terdapat ornamen seperti gambar kesenian sunda galeri sunda dan lainnya. Tempat ini cukup mudah di jangkau yaitu Jl. Peta no 409 Bandung.
Saung Ranggon menurut narasumber, dibangun kira-kira pada abad-16, oleh Pangeran Rangga, putra Pangeran Jayakarta, yang datang dan kemudian menetap di daerah ini. Saung ini kemudian terkenal dengan sebutan Saung Ranggon, ditemukan oleh Raden Abbas tahun 1821. Dalam bahasa Sunda saung berarti saung/rumah yang berada di tengah ladang atau huma berfungsi sebagai tempat menunggu padi atau tanaman palawija lainnya yang sebentar lagi akan dipanen. Biasanya saung dibuat dengan ketinggian di atas ketinggian 3 atau 4 meter di atas permukaan tanah. Hal ini diperlukan untuk menjaga keselamatan bagi si penunggu dari gangguan hewan buas, seperti babi hutan, harimau dan binatang buas lainnya. Pangeran Jayakarta merupakan tokoh dalam sejarah Betawi, khususnya Jakarta dan Bekasi pada masa kedatangan Belanda yang mencoba menanamkan kekuasaan atas daerah Jakarta dan Bekasi dan sekitarnya. Saung ini merupakan bagian dari basis perlawanan masyarakat Bekasi terhadap pemerintah kolonial Hindia Beland...