Enye merupakan makanan khas Kampung Margasari Desa Bojongkembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi. Makanan ini bahan dasarnya dari ketela pohon atau singkong. Proses pembuatannya sangat sederhana yaitu, singkong di kuliti dan di bersihkan, singkong diparut, singkong diberi bumbu penyedap, bahan enye yang sudah siap kemudian dibentuk diatas loyang dengan cara ditipiskan menggunakan ulekan, kukus sampai matang, setelah matang enye dijemur diatas jaring atau tempat penjemuran, enye yang sudah di kering langsung digoreng. Walaupun enye ini terbilang makanan yang sederhana, namun penjualan enye ini memiliki angka yang fantastis mencapai 6-8 ton per minggu nya. Daerah yang memiliki angka pengiriman enye dengan jumlah yang banyak yaitu, Jakarta, Bandung, Cianjur, Bekasi, Tanggerang, Depok, dan khususnya warga-warga daerah di Jawa Barat. #OSKMITB2018
Gema Shalawat Al-Alawiyah merupakan Grup Kesenian Sunda yang dipadukan dengan unsur agama Islam. Lagu lagu yang dibawakan umumnya berupa Shalwat Nabi dan lagu yang bernuansa agama islam lainnya. Namun ada juga shalawat versi bahasa sunda yang juga menyejukkan hati. Kesenian ini ada di Kampung Pasir Handap, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Alat musik yang dipakai berupa: Celempung Gendang Bedug Kecrek dan kosrek Berdiri tahun 2010, grup kesenian awalnya hanya bermula dari para pemuda dan warga yang ingin melestarikan budaya seni sunda di kampungnya dan menggabungkannya dengan sholawatan. Bermodal paralon dan celempung saja pada awalnya, grup ini terus berkembang dan mendapat bantuan sumbangan dari berbagai pihak sehingga eksis sampai sekarang. Grup Kesenian ini sering tampil di acara-acara islami seperti hari raya umat islam, tampil di acara pernikahan, khitanan dll. Anggota aktif grup ini sampai sekarang ada 11 or...
Viaduct Bandung Viaduct adalah jembatan atau jalan yang melewati atau menyebrangi suatu jalan,sungai, atau lembah. Di Bandung sendiri, terdapat dua viaduct, yaitu di jalan Pasirkaliki dan sebelah timur stasiun bandung. Viaduct yang berada di jalan pasirkaliki didirikan pada tahun 1890, sedangkan viaduct di sebelah timur stasiun bandung dibangun pada tahun 1939. Viaduct ini masuk ke dalam bangungan ( arsitektur ) yang penting di kota Bandung karena didirikan pada jaman belanda dan mempunyai peran yang sangat besar dalam menjadi jembatan penyebrangan untuk kereta. Di dekat viaduct juga ada kantor pusat ka Indonesia dan gedung Indonesia menggugat yang sering kali dipakai untuk pameran seni maupun yang lain. Bila melihat jaman dulu, kawasan viaduct adalah kawasan yang rawan. Karena disana banyak pedagang dan preman yang selalu nongkrong di kawasan viaduct. Bila sudah lewat jam 19:00, tidak sedikit orang yang takut untuk melewati kawasan viaduct tersebut. Namu...
Kampung Cireundeu adalah salah satu kampung adat yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Indonesia. Disebut 'reundeu' karena kampung ini sebelumnya dipenuhi dengan banyak pohon reundeu. Pohon reundeu itu sendiri merupakan nama dari salah satu jenis pohon herbal. Di kampung ini, cukup banyak populasi warganya. Jika dijabarkan, kurang lebih di dalam Kampung Cireundeu terdapat 50 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa. Luas wilayahnya pun cukup luas yaitu sekitar 64 ha yang sebagian besarnya digunakan untuk lahan pertanian dan sisanya untuk pemukiman. Kepercayaan mayoritas warga kampung ini adalah Sunda Wiwitan. Dimana mereka memegang teguh adat istiadat dan melestarikan budayanya. Uniknya, warga Kampung Cireundeu memegang teguh dua prinsip yang pertama ialah "Ngindung Ka Waktu" dan "Mibapa Ka Jaman". "Ngindung Ka Waktu" artinya memiliki cara dan keyakinan masing-masing. Sedangkan "Mibapa Ka Jaman" artinya tetap flek0sibel akan perubahan jaman. Di dalam kampung ini te...
Upacara Gusaran merupakan suatu budaya yang berasal dari Jawa Barat. Upacara yang menandai telah akhir baliqnya atau memasuki masa remaja seorang perempuan. Gusaran sendiri sering dimaknai dengan disunatnya seorang perempuan yang berusia 9 - 12 tahun dan untuk pertama kalinya mengalami menstruas. Orang zaman dahulu percaya, bahwa upacara ini dapat menangkal kemiskinan, penderitaan, serta menambah rezeki bagi yang disunat. Upacara ini dipimpin oleh tokoh keagamaan atau sesepuh yang tersohor dengan menempelkan suatu uang koin atau batu kuno kepada gigi sang perempuan. Ritual ini dimulai dengan do'a yang dipanjatkan oleh paraji gusar dan diakhiri dengan sholawat serta harapan bagi perempuan tersebut.
Alat & Bahan: - Parutan - Panci kukus - Pisau - Wadah - Sendok - 1 kg singkong - 1/2 kg kelapa - 1/2 kg gula merah Cara Membuat: 1. Pertama, kupas singkong dan cuci sampai bersih, lalu parut dan sisihkan. 2. Setelah itu, parut kelapa dan sisihkan. 3. Iris gula merah sampai halus. 4. Gabungkan parutan singkong, parutan kelapa, dan irisan gula merah ke dalam wadah. Aduk sampai ketiga bahan tercampur rata. 5. Kemudian, ambil 3-4 sendok adonan tersebut untuk ditaruh di atas daun pisang. Atur sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti tabung kecil memanjang yang padat. Setelah itu, bungkuslah dengan daun pisang tersebut. 6. Setelah terbungkus rapi, kukuslah sampai matang selama kurang lebih 30 menit. 7. Katimus siap diangkat dan dihidangkan. Narasumber: N. Erie Sitti F. #OSKMITB2018
Beraneka ragam cemilan tradisional yang mudah ditemukan di sepanjang jalan di Kabupaten Sukabumi, lebih spesifiknya yaitu di kecamatan Jampang Kulon. Bagi yang berwisata, pulang kampung maupun sebatas transit di kecamatan Jampang Kulon ini dapat belanja untuk oleh-oleh ataupun mengganjal perut dalam perjalanan di alun-alun Jampang Kulon. Yang paling khas dan banyak dijual disana biasanya opak ketan khas Jampang Kulon, gurandil manis, dan berbagai kuliner yang berbahan dasar singkong. Opak ketan khas Jampang Kulon biasa disebut opak sampeu ini memiliki rasa gurih dan tidak berminyak. Selain itu, yang disebut gurandil manis adalah cemilan manis yang berwarna-warni dengan parutan kelapa di atasnya. Itulah cemilan khas Jampang Kulon yang dapat ditemukan di Sukabumi, Jawa Barat.
Hai , nama saya Alya. Saya akan membahas tentang adat ritual Sunda yang biasa disebut Seren Taun. Seren Taun adalah kebudayaan yang berasal dari suku Sunda yang memiliki makna “Seren” yang berarti serah dan “Taun” yang berarti tahun. Sehingga bermakna serah terima dari tahun yang lalu ke tahun yang akan datang , menunjukkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas semua hasil pertanian yang mereka dapatkan. Upacara ini masih sangat dihormati dan dilakukan sampai saat ini. Saya sempat belajar tentang banyak kebudayaan Sunda di sekolah saya saat berada di kelas 12. Guruku, Bu Dini menjelaskan bahwa upacara ini dilakukan dengan mengharapkan hasil panen yang lebih baik lagi ke depannya, bukan hanya suatu perayaan saja. Ritual dilakukan dengan cara mengambil air suci dari tujuh mata air yang telah dikeramatkan, lalu disatukan ke dalam satu wadah dan didoakan , lalu dicipratkan ke seluruh orang yang hadir agar membawa berkah. Kemudian , mereka melakukan...
Awug adalah salah satu kue tradisional khas masyarakat Sunda. Dewasa ini, awug sudah jarang ditemukan, karena penjual kue tradisional ini tidak sebanyak dahulu. Bahkan, banyak anak muda kota Bandung yang tidak pernah mencicipi bahkan tidak mengetahui keberadaan awug. Kue tradisional ini terdiri dari tepung beras, tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah yang dikukus matang dengan daun pisang, dengan perabot dapur anyaman bambu bernama aseupan . Bentuk kue tradisional ini seperti kerucut berlapis merah kecoklatan (gula merah) dan putih (tepung beras). gambar dilansir dari : tribunnews.com