7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batik Motif Jalak Ireng
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Motif Jalak Ireng ini, meskipun tidak ada motif jalaknya (karena terbang entah kemana) tetapi warna hitam pekatnya langsung mengingatkan dengan warna hitam burung jalak.  Batik  ini merupakan produk cantingan girilayu yang terkenal dengan ukel dan ceceknya. Motif ini merupakan motif kontemporer dengan hiasan bunga dan variasi motif yang menjadi satu dan tidak ada unsur motif utama yang dominan dalam batik tersebut.  Namun unsur bunga, cecek dan ukel yang menjadi ciri khas tersebut mampu dilukis dengan indah dan mampu saling melengkapi satu dengan motif yang lain. Motif ini dibatik oleh Ibu Kasiyem yang sudah puluhan tahun bergelut dengan dunia batik tulis.  Ada juga potongan motif sekar jagad yang juga dilukiskan di dalam bagan bawah batik tulis ini sebagai variasi agar batik ini lebih memiliki karakter yang unik dan elegan di dalam motif-motifnya.  Beralih kepada segi pewarnaan, warna hitam menjadi dominan karena memang war...

avatar
Roro
Gambar Entri
Batik Motif Ukel Gading
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Nama Ukel Gading tersebut juga bukan hanya nama, karena sudah turun temurun  Batik  Girilayu terkenal dengan hiasan atau isen-isen ukel dan cecek yang begitu rapi dan merupakan ciri khas Batik Girilayu itu sendiri.  Dari maknanya kami ambil filosofi bahwa motif tesebut adalah motif ukel yang begitu mahal, seperti gading yang memiliki kekuatan untuk menunjukkan karakter kemewahan batik tersebut. dan benar saja, dalam sekali melihatnya, batik tersebut sudah mampu memikat kita dari auranya. Kembali ke dalam motifnya, motif ukel khas Girilayu yang juga sudah terkenal karena ukel satu langkahnya, maksudnya adalah ukel yang tidak putus ketika membatiknya garis ukelnya. Sebenanya motif keseluruhan batik ini lebih pantas disebut motif Wahyu Tumurun dilihat dari unsur-unsur motif utamanya. Namun, kami ingin lebih menekankan kehalusan ukel dalam batik tersebut.   Sumber:  https://infobatik.id/batik-solo-batik-tulis-klasik-ukel-gading...

avatar
Roro
Gambar Entri
Batik Kumudawati, Pura Mangkunegaran
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Ornamen tersebut diberi nama  Kumudawati,  yang sarat dengan kedalaman makna dan ajaran filsafat Jawa. Ajaran filsafat Jawa itu diaplikasikan pada ornamen Kumudawati pada  singup   Pendhapa Ageng  tersebut, dibuat agar orang-orang tidak hanya menjadikannya sebagai tontonan, tapi juga tatanan dan tuntunan sebagai orang Jawa.  Tepat di tengah pendopo ageng tersebut kita bisa melihat 8 kotak lukisan  batik  dengan warna yang berbeda. Itulah lukisan batik Kumudawati.  Sedikit kita ungkap makna dari warnanya saja dulu ya. Kuning bermakna mencegah rasa kantuk, biru mencegah datangnya musibah, hitam mencegah rasa lapar, hijau mencegah frustasi atau stress, putih mencegah pikiran kotor atau negatif, orange mencegah ketakutan, merah mencegah kejahatan dan ungu mencegah pikiran jahat.  Kata  kumuda  berarti bunga-bunga teratai putih, sedangkan  wati  memiliki arti  jagad; rahsa , juga cahaya atau s...

avatar
Roro
Gambar Entri
Batik Garuda Pengalasan
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Batik  motif Garuda Pengalasan.  Dari namanya saja sudah keren, begitu juga dengan batiknya. hasil karya para pengrajin batik Desa Girilayu ini memang terbilang istimewa, karena dari motifnya sendiri memiliki unsur yang lengkap sebagai batik kontemporer meskipun memiliki tema klasik.  Tema klasik terlihat dari dominannya warna sogan yang berkombinasi dengan warna hitam. Warna khas sogan ini memberikan identitas bahwa warna klasik masih tetap diminati oleh para kolektor maupun pecinta batik tulis. Beralih kepada motifnya, unsur utama batik tulis ini adalah burung garuda yang digambarkan memiliki ekor yang panjang dan memanjang setengah lingkaran mengitari ekor dan sayap unsur burung tersebut. motif garuda terlihat berbeda karena motifnya terlihat seperti memiliki mahkota.   Sumber:  https://infobatik.id/batik-solo-batik-girilayu-motif-garuda-pengalasan/

avatar
Roro
Gambar Entri
Ceplok Kawung Kembang Cengkeh
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Terdiri dari ornamen utama yang berbentuk empat bulatan lonjong dibuat menyerupai bentuk bunga (kembang), sehingga motif ini dinamakan  Kawung  Kembang. Ornamen utama yang terdiri dari bulatan lonjong terdapat isen motif berbentuk garis diletakkan pada setiap ujung bulatan kawung. Di tengah-tengah antara bulatan kawung satu dengan yang lainnya terdapat isen motif yang berbentuk deretan titik dengan arah melingkar, serta membentuk lingkaran yang kecil dan empat titik yang berada di luar lingkaran tersebut.   Komposisi warna pada motif Kawung Kembang terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna ornamen utama, merah soga sebagai warna kontur dan hitam untuk warna latar pada motif  Kawung Kembang.   Sumber: https://infobatik.id/batik-solo-bentuk-ceplok-kawung-kembang-cengkeh/

avatar
Roro
Gambar Entri
Kawung Semar
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Kawung  Semar terdiri dari unsur ornamen utama yang berbentuk empat bulatan lonjong dengan ukuran besar seperti pada Kawung Beton, tetapi di dalam ornamen utamanya terdapat bentuk bulatan lonjong dengan ukuran yang lebih kecil. Isen motif pada Kawung Semar terdiri dari bentuk cecek (titik) yang terdapat pada lingkaran di dalam bulatan Kawungnya. Di tengah-tengah ornamen utama terdapat isen motif yang berbentuk belah ketupat yang diisi dengan cecekcecek (titik-titik) serta beberapa titik berbentuk sederetan yang melingkar.   Komposisi warna pada motif Kawung Semar terdiri dari warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, merah soga untuk latar warna motif serta warna hitam sebagai kontur.   Sumber:  https://infobatik.id/batik-solo-motif-batik-tulis-bentuk-kawung-semar/

avatar
Roro
Gambar Entri
Parang Curigo Kesit
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Motif parang curigo kesit, merupakan salah satu pengembangan dari motif parang rusak yang memiliki motif geometris tertata dan berurutan secara berulang. Motif parang curigo kesit ini memiliki ornamen menyerupai bentuk keris dan diberikan tambahan motif segi empat yang melintang sejajar dengan ornamen keris tersebut.  Parang curigo kesit sendiri merupakan motif yang paling feminim diantara motif parang lainnya. Menjadi sebuah lambang kesetiaan bagi permaisuri pada zaman dahulu.   Selain itu Curigo Kesit memiliki motif berbentuk keris-keris kecil yang biasa dimiliki oleh perempuan. Keris sendiri dipahami orang Indonesia sebagai alat untuk melindungi dirinya, keluarganya dan lambang kewibawaan dalam mengatur rumah tangga atau masyarakat.  Ditambah lagi, seorang perempuan hendaknya mampu menjadi sosok yang memiliki kebijaksanaan dalam mengatur kehidupan rumah tangganya. Dan ketika motif  batik  ini dipakai oleh Ibu Tien Soeharto, k...

avatar
Roro
Gambar Entri
Motif Batik Samahita Sanjaya, Setia Jaya
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Samahita Sanjaya sendiri memiliki makna yaitu Samahita yang berarti setia pada tujuan hidup, sedangkan Sanjaya berarti diberkahi kejayaan. Kedua nama ini berasal dari bahasa sansekerta.  Seperti yang kalian tahu, motif  batik  ini adalah batik kontemporer, namun tetap menggunakan warna klasik sebagai acuan untuk tidak meninggalkan pakem batik klasik pada umumnya. Kombinasi sogan Solo dan hitam khas warna batik klasik masih melekat kuat dengan karakter batik tersebut.  Batik tersebut dibuat oleh maestro batik di Desa Batik Girilayu dan pewarnaan juga oleh salah satu produsen batik yang sudah cukup terkenal di dunia persilatan batik yaitu Mas Yudi.   Batik ini dibuat eksklusif dan berkualitas premium. Belum lagi batik tersebut hanya dibuat satu di dunia ini.  Di dalam motif tersebut menggambarkan motif alas-alasan yang identik dengan daun dan bunga kecil yang dihiasi dengan burung cendrawasih. Dipadukan dengan warna gel...

avatar
Roro
Gambar Entri
Truntum Garuda (Truntum Gurdho, Lar)
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Motif Truntum Garuda atau Truntum Gurdo yang juga banyak dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa (Solo – Jogja).  Truntum Garuda biasanya dipakai oleh orang tua pengantin, karena makna dari Truntum itu sendiri adalah menuntun, sebagai orang tua berkewajiban menuntun kedua mempelai memasuki hidup baru yang banyak liku-liku.  Ada kisah menarik dibalik penciptaan motif  batik  Truntum ini. Konon motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta yang merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru.   Untuk mengusir kesedihan, sang Ratu menghabiskan waktunya untuk membatik.  Secara tidak sadar Ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Rupanya ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedik...

avatar
Roro