Hari Pendidikan Nasional
433 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
pia.v.iv
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

" PERTEMUAN ILMIAH ARKEOLOGI V (IV) Al-Ahmadi, Abdul Rahman and Suryanto, Diman and Kosasih, E.A. and Dizon, Eusebio Z. and Kadir, Harun and Fadillah, Moh. Ali (1989) PERTEMUAN ILMIAH ARKEOLOGI V (IV). Ikat Ahli Arkeologi Indonesia. [img] Text pia.v.iv.pdf Download (66MB) | Preview ITEM TYPE: Book SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional DEPOSITING USER: Mrs Murnia Dewi DATE DEPOSITED: 21 Nov 2017 05:46 LAST MODIFIED: 21 Nov 2017 05:47 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/3921 Actions (login required) View Item View Item Insert keyword here... USER MENU LOGIN Copyright by Perpustakaan Kemendikbud. Powered by APW Themes. All rights reserved. Toggle"

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
HASIL PEMUGARAN DAN TEMUAN BENDA CAGAR BUDAYA PJP I
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

" Hasil pemugaran Dan temuan benda cagar budaya Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I) Anom, I.G.N and Sugiyanti, Sri and Hasibuan, Hadniwati and Dewi, Puswa and Ernawati, Ernawati and Sumono, Hardini and Supriyatun, Rini and Ismijono, Ismijono (1996) Hasil pemugaran Dan temuan benda cagar budaya Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I). Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggal Sejarah dan Purbakala, Jakarta. [img] Text HASIL PEMUGARAN DAN TEMUAN BENDA CAGAR BUDAYA PJP I.pdf - Published Version Download (95MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Pelestarian benda cagar budaya meliputi pelestarian terhadap nilai dan fisiknya. Upaya pelestarian yang telah dilakukan pada benda cagar budaya tidak bergerak yang bersifat monumental diJaksamkan deogan cara pemugaran. sedangkan untuk benda cagar budaya bergerak yang berupa temuan, usaba pelestariannya dilakukan dengan cara pemilikan oleh Negara melalui ganti rug...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
ALBUM PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

" Album peninggalan sejarah dan purbakala Anom, I.G.N and Kusman, Tjepi and Sugiyanti, Sri and Budijanto, R and Mrantasi, Tri (1991) Album peninggalan sejarah dan purbakala. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. [img] Text ALBUM PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA.pdf Download (96MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Pembangunan di bidang peninggalan sejarah dan purbakala adalah salah satu bagian dari pembangunan kebudayaan yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Berdasarkan hal ini jelaslah bahwa kita berkewajiban untuk menyampaikan informasi tentang masa lampau kepada masyarakat luas dengan melalui suatu penerbitan. Selain itu penerbitan ini bertujuan pula sebagai sarana pembinaan dan pengembangan nilai-nilai luhur budaya bangsa serta memupuk kepribadian bangsa juga membina ketahanan nasional. Dalam tahun 1990/1991 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala me...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Tradisi Megebeg-gebegan, Buleleng
Ritual Ritual
Bali

Tradisi Magebeg-gebegan adalah salah satu tradisi yang berhubungan dengan ritual agama hindu yang ada di Desa Pekraman Dharma Jati, Tukad Mungga, Buleleng. Yang mana pada saat tradisi tersebut digelar para Sekee Teruna (pemuda desa) akan memperebutkan kepala godel (kepala anak sapi) yang merupakan sarana dalam menggelar upacara persembahan (sesajian) saat prosesi atau ritual mecaru yang bertepatan saat hari Pengrupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi, jadi tradisi Megebeg-gebegan digelar setahun sekali. Tradisi yang rutin digelar di catus pata agung (perempatan) Desa Pekraman Dharma Jati, Tukad Mungga. Upacara Bhuta Yadnya ini berupa pecaruan tawur agung Kesanga (sehari sebelum Nyepi), tujuan dari menggelar upacara Bhuta yadnya tersebut untuk menyeimbangkan bhuana agung dan bhuana alit agar selalu tetap harmonis. 1

avatar
Widra
Gambar Entri
Mageret Pandan, Tradisi khas Kab Karangasem
Ritual Ritual
Bali

Prosesi perang pandan atau mekare-kare di Tenganan merupakan upacara persembahan untuk menghormati para leluhur dan juga Dewa Indra yang merupakan Dewa Perang, yang bertempur melawan Maya Denawa seorang raja keturunan raksasa yang sakti dan sewenag-wenang, yang melarang rakyatnya menyembah Tuhan. Keyakinan beragama di Tenganan berbeda dengan Agama Hindu lainnya di bali, tidak mengenal kasta dan meyakini Dewa Indra sebagai dewa Perang dan dewa dari segala Dewa. Untuk menhormati Dewa Indra mereka melakukan upacara perang Pandan. Tradisi ini dirayakan di Desa Tenganan Dauh Tukad, lokasinya sekitar 10 km dari objek wisata Candidasa, 78 km dari Kota Denpasar, bisa ditempuh sekitar 90 menit dengan kendaraan bermotor ke arah timur laut dari Ibu Kota Bali.Sebelum prosesi perang pandan dimulai, warga Tenganan melakukan ritual berkeliling desa. Upacara perang pandan ini, memakai senjata pandan berduri yang perlambang sebuah gada yang dipakai berperang, perang berhadapan satu lawan satu dan...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Mesuryak, Tabanan
Ritual Ritual
Bali

Tradisi Mesuryak sebuah tradisi unik yang masih dilaksanakan turun temurun di Dusun Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan – Bali. Upacara ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan (10 hari setelah Galungan) setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan untuk memberikan persembahan ataupun bekal pada leluhurnya yang turun pada hari raya Galungan dan kembali ke nirwana pada hari raya Kuningan. Upacara ini mulai sekitar jam 09.00 pagi dan berakhir jam 12 siang, karena setelah lewat jam 12 siang, diyakini para leluhur telah kembali ke surga. Makna dan tujuan Tradisi Mesuryak ini adalah rasa bahagia, bersuka cita memberikan bekal pada leluhur agar kembali ke alam surga dengan damai dan tenang. Makna Tradisi Mesuryak secara Niskala ialah memberikan bekal kepada leluhur. Bekal merupakan persembahan atau sesajen. Makna Tradisi Mesuryak secara Skala (nyata) ialah memberikan bekal uang. Diyakini juga oleh warga dengan memberi bekal kepada leluhur tentu akan ada timbal bal...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Tarian Sang Hyang Sampat, Desa pakraman puluk puluk Tabanan
Ritual Ritual
Bali

Tradisi unik yang berlokasi pada desa puluk-puluk, kecamatan penebel, kabupaten tabanan yaitu “tradisi tarian sang hyang sampat”. Di mana pada saat menjelang panen, tepatnya pada musim tanam padi taun atau padi Bali, maka akan digelar nedunang Sang Hyang Sampat yang sudah menjadi tradisi turun menurun di Desa Pakraman Puluk Puluk, dilaksanakan dalam waktu kalender digelar setiap satu tahun sekali sebelum Ngusabe Gede di Pura Bedugul. Tradisi Tarian Sang Hyang Sampat tujuannya untuk Nangkluk Merana, melindungi tanaman padi para petani dari serangan hama dan penyakit. Prosesi Sang Hyang Sampat sendiri digelar selama tiga hari berturut dengan upacara yang dipusatkan di Pura Bale Agung Desa Pakraman Puluk Puluk. Terdapat dua Sang Hyang Sampat yang memang malinggih di Pura Bale Agung Desa Pakraman Puluk Puluk yang terdiri dari Sang Hyang Sampat Lanang (laki-laki) dan Sang Hyang Sampat Istri (perempuan). Lidi dari Sang Hyang Sampat pun bukan lidi sembarangan, melainkan lidi Ron dan lidi...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Siat Sambuk Saat Pangrupukan di Pohgending, Tabanan
Ritual Ritual
Bali

Di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Tabanan terdapat tradisi yang bernama ” Siat Sambuk “. Siat Sambuk (Perang Serabut Kelapa) biasanya dilaksanakan sehari sebelum hari raya Nyepi yaitu tepat pada hari pangrupukan sebelum matahari tenggelam (sandikala). Dijelaskan, sejak tahun 1995, ritual Siat Sambuk menerapkan strategi perang modern. Dalam Tradisi Siat Sambuk ini, ada pasukan ‘Serbu’ yang tugasnya khusus melempar lawan dan ada pula pasukan ‘Logistik’ yang tugasnya membawa sambuk membara untuk dijadikan senjata oleh pasukan ‘Serbu’. Pasukan siat sambuk biasanya di bagi 2(dua) yaitu Wong Kaja (kelompok utara) maupun Wong Kelod (kelompok selatan). Kedua kelompok ini sama-sama telah menyiapkan amunisi berupa tumpukan sambuk berisi bara api. Muda-mudi akan saling melempar sambuk yang sebelumnya sudah dibakar diiringi dengan gambelan Bale Ganjur yang semakin membakar semangat. Uniknya, tak ada yang pernah terluka ataupun terbakar dalam ritual tersebut. Selain untuk m...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Mapeed di Pura Alas Kedaton, Tabanan
Ritual Ritual
Bali

Ada yang unik saat piodalan atau pujawali di pura alas kedaton, desa kukuh, kecamatan marga, kabupaten tabanan. Para perempuan khususnya ibu PKK Bali serentak berkebaya putih berbaris panjang dengan susunan buah dan sesajen di atas kepalanya. ibu-ibu PKK dari 12 banjar desa kukuh ini melakukan tradisi mapeed. Tradisi Mapeed ialah perwujudan rasa syukur umat Hindu Bali kepada Yang Maha Kuasa. Pujawali di pura alas kedaton datang setiap 6 (enam) bulan sekali, tepatnya setiap 10 hari sesudah hari raya kuningan, tepat pada upacara piodalan atau pujawali pura alas kedaton, para perempuan akan melakukan mapeed pada setiap banjar. Dengan mengenakan pakaian adat serba putih, dengan rambut disanggul akan menambah kesan etnik pada upacara ini. Gebogakan pun sudah tersusun rapi dengan bermacam-macam buah dan jajanan yang dihiasi dengan janur dan bunga sebagai sesajen yang siap di “suun” menuju pura alas kedaton. selain mapeed, terdapat tradisi ngerebeg yang paling dinanti-nanti oleh masyar...

avatar
Widra