Aroma makanan yang dimatangkan dengan cara dipanggang atau dibakar di atas bara memang berbeda dengan sajian yang proses pematangannya tidak dengan dibakar. Aroma asap masakan yang berbaur dengana roma bumbu menjadikannya terasa lebih nikmat. Tak percaya? Langsung coba saja rexsep ayam bakar asal pulau Dewata yang satu ini. Bahan-bahan/bumbu-bumbu: 1 ekor ayam utuh 100 gram daun singkong muda, rebus, peras dan potong-potong 3 sendok makan minyak goreng Bumbu Halus: 12 butir bawang merah 4 siung bawang putih 5 buah cabai merah 4 buah cabai rawit merah 6 buah kemiri 1 cm lengkuas 4 cm kunyit 1 cm jahe 5 cm serai 1 sendok teh terasi, bakar 1 sendok makan ketumbar, sangrai 1/2 sendok teh pala 2 cm kencur 2 1/2 sendok teh garam Cara membuat: Aduk rata bumbu halus dengan minyak goreng. Lumuri ayam dengan seteng...
Bahan-bahan/bumbu-bumbu : 250 gram daging giling 50 gram lemak sapi, dicincang halus 1 siung bawang putih, dicincang halus 1/4 buah bawang bombay, dicincang halus 2 buah cabai merah keriting, dicincang kasar 1/2 sendok makan bawang merah goreng, diremas-remas 25 gram kacang tanah kupas, disangrai, dicincang halus 1/2 sendok teh kecap asin 1 1/2 sendok teh kecap manis 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh gula merah 1/4 sendok teh pala bubuk 1/4 sendok teh kaldu sapi bubuk 1 batang daun bawang, diiris halus 14 batang tusuk sate Bahan olesan (aduk rata): 1 sendok teh kecap manis 1/2 sendok teh kecap asin 1/2 sendok makan margarin leleh Cara Pengolahan : Campur daging giling, lemak sapi, bawang putih, bawang bombay, cabai merah keriting, dan bawang goreng sampai rata....
Alkisah di pedalaman Pulau Bali, terdapat sebuah desa yang subur dan makmur. Sawah dan ladangnya selalu memberikan panen yang berlimpah. Di desa tersebut tinggal seorang petani bernama Pak Jurna dan istrinya. Mereka menginginkan hasil panen padinya lebih banyak dari pada hasil panen sebelumnya. "Hem, sebaiknya pada musim tanam padi sekarang ini kita berkaul," usul Pak Jurna pada istrinya. "Berkaul apa, pak?" sahut Bu Jurna. "Begini, jika hasil panen padi nanti meningkat kita buat sebuah tumpeng nasi besar, ujar Pak Jurna penuh harap. Ibu Jurna setuju. Ternyata hasil panen padi Pak Jurna meningkat. Sesuai dengan kaul yang telah diucapkan, lantas Pak Jurna dan istrinya membuat sebuah tumpeng nasi besar. Selain itu diadakan pesta makan dan minum. Namun Pak Jurna dan istrinya belum puas dengan hasil panen yang mereka peroleh. Mereka ingin berkaul lagi dimusim padi berikutnya. "Sekarang kita berkaul lagi. Jika hasil panen padi nanti lebih meningkat, kita akan membuat tiga...
Dalam acara adat dan ritual keagamaan di Bali, Gamelan sangat sering digunakan. Gamelan merupakan beberapa kumpulan alat music yang terdiri dari gong, gambang, gendang, kempul dan bonang, termasuk juga di dalam nya Gamelan Bali. Gamelan secara umum juga terdapat di Jawa, Madura dan Nusa Tenggara, dari nama dan jenis alat music nya tidak ada yang beda. Hanya saja dari masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri ketika memainkan Gamelan. Sebenarnya di Bali sendiri ada 25 jenis Gamelan yang berkembang di pedesaan-pedesaan, 10 diantara nya terbuat dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.
Di atas tadi kita sudah membahas tentang alat music Gamelan Bali. Nah, salah satu instrument yang membuat Gamelan Bali ini berbeda dari Gamelan yang lain adalah adanya Ceng-ceng. Alat musik yang sejenis simbal ini merupakan bagian penting dari seperangkat gamelan Bali, karena alat ini akan menimbulkan efek suara yang dinamis pada saat di mainkan dengan gamelan. Alat musik tradisional Bali yang sering juga disebut dengan ceng-ceng ricik ini terdiri dari enam buah logam bundar yang berada di bawah dan dua logam bundar di bagian atas. Ceng-ceng dimainkan dengan cara memukulkan bagian tembaga bundar yang atas dengan bagian bundar yang bawah yang diarahkan ke atas. Alat musik yang bentuknya menyerupai kura-kura ini, membuat orang berpendapat kalau bentuk alat musik tradisional Bali ini mengambil gambaran dari tokoh Legenda Bali yaitu Kura-Kura mistis. Menurut kebudayaan Bali, kura-kura mistis memiliki nilai yang magis yaitu dapat menyeimbangkan dunia di atas punggungnya.
Alat musik tradisional Pereret dari Bali merupakan alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Alat musik ini banyak dibuat di daerah Jembrana, Bali. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Cara menggunakan Pereret ini adalah dengan meniup alat tersebut sehingga keluar suara yang sangat merdu dan menawan hati. Di Bali jaman dahulu dikenal dengan istilah Pereret pengasih asih. Hal ini disebabkan karena biasanya alat ini sering dipakai oleh perjaka untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya, lalu memainkannya pada malam hari diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya bisa didengar sayup-sayup merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan gaib oleh Jero Balian (Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati. Sumber : http://www.tradisikita.my.id/2014...
Genggong merupakan salah satu instrumen getar yang unik yang semakin jarang dikenal orang. Keunikannya terletak pada suara yang ditimbulkannya yang bila dirasakan memberi kesan mirip seperti suara katak sawah yang riang gembira bersahut-sahutan di malam hari. Keunikannya yang lain adalah memanfaatkan rongga mulut orang yang membunyikannya sebagai resonator. Alat musik tradisional Bali ini dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) pada bagian yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri dan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan tali benang dengan ujung alat di sebelah kanan. Untuk membunyikannya maka benang itu ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke depan, tetapi tidak meniupnya. Rongga mulut hanya sebagai resonator, dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan rendah atau tinggi nada yang diinginkan. Di Bali alat musik Genggong ini semata-mata dipakai sebagai hiburan, misalnya dalam...
Makepung berasal dari bahasa Bali yang artinya berkejar-kejaran. Dua pembalap masing-masing memacu dua ekor kerbau yang menarik sebuah cikar. Kerbau-kerbau tersebut dihias sedemikian rupa dan menggunakan sebuah genta besar yang terkalung di lehernya. Pembalap menggunakan baju adat Bali, sarung poleng dan memakai ikat kepala bercorak khas Bali. Keseruan makepung ini dimulai ketika wasit mengibaskan bendera tanda balapan dimulai. Pembalap segera melaju di lintasan satu jalur di sekitar persawahan. Panjang lintasan biasanya sekitar 1-2 km dan bentuk lintasan tidak hanya lurus namun juga ada tikungan-tikungan yang membuat penonton akan menahan nafas melihat para pembalap melintasi tikungan tersebut dengan kecepatan tinggi. Tidak seperti balapan lain dimana pemenang ditentukan saat siapa tercepat menyentuh garis finish, pada makepung pemenang ditentukan dari jarak antar pembalap. Pembalap kedua dilepas oleh wasit dengan jarak 10 meter dari pembalap pertama. Kedua pembalap akan memacu...
Jajan Godoh adalah makanan khas tradisional Bali yang sangat terkenal. Jajanan yang biasa dijual di pasar atau di warung-warung ini sangat pas untuk cemilan saat bersantai. Apalagi kalau dibuat dengan resep yang akurat dan tepat. Mari coba resep Jaje Godoh ini. Anda pasti puas dengan hasilnya. Bahan Godoh : Pisang raja sereh 10 buah, kupas pipihkan Minyak goreng 600 ml Bahan tepung : Tepung beras 2 sendok makan Tepung terigu 80 gram Air 150 ml Garam 1/2 sendok teh Gula pasir 1 sendok teh Air kapur sirih 1 sendok teh Bahan unti : Kelapa muda parut 125 gram Gula merah serut 60 gram Gula pasir 2 sendok makan Garam1/4 sendok teh Daun pandan 2 helai, simpulkan Air 50 ml