Tari Ebeg (https://gitadanceq.blogspot.co.id) Merupakan tarian unik khas Banyumas Cilacap yang menggunakan kuda kepang sebagai alat tariannya. Tari ini menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Dalam pertunjukkannya ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. Hal yang paling menarik dari tarian ini adalah ketika para penarinya kerauhan atau kemasukan roh yang dikendalikan oleh para dukun Ebeg. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/06/tarian-tradisional-cilacap-jawa-tengah/
Tari Megat Megot (https://saluransebelas.com) Merupakan tari yang bertema pergaulan, karena letak Kabupaten Cilacap termasuk dalam Karesidenan Banyumas yang sudah terkenal dengan tari-tarian pergaulan khas Banyumasan. Musik pembuka tari Megat Megot yang didominasi oleh kendang jaipongan, pukulan calung yang terdengar penuh dengan rasa semangat dari para pengrawit dan senggakan dari pengrawit dan sinden cukup membuat saya bangkit dari kesendirian. Kostum penari bermotif batik yang cukup ketat dengan bawahan rok span dan atasan berbentuk baju tanpa lengan, dan rias wajah yang cantik sangat menarik perhatian. Gerakan yang banyak didominasi dengan gerak geol (gerak) pantat, gerak bahu, dan gerak anggota tubuh dengan tempo cepat membuat tari ini sangat sesuai dengan nama tarinya. Dipertengahan tari, penari berjalan membentuk barisan berkelompok dengan jarak antar penari sangat sempit, penari berjalan perlahan dengan sikap tangan kanan lurus kesamping dan tangan kiri...
Motif Semen Rama (https://indonesianbatik.id) Batik ini dibuat pada masa pemerintahan Paku Buwono ke IV yang memegang tahta pada tahun 1788-1820 M. Motif ini memberikan pelajaran kepada putranya yang sudah diangkat sebagai Putra Mahkota calon penggantinya. Batik yang bercorak “semenan” dengan nama “semen-rama”. Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan mega mendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Motif Semen Rama (https://batikdan.blogspot.com) Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana....
Motif Semen Ageng (https://iindooneesiiaa.blogspot.com) Batik merupakan produk seni yang adiluhung tidak terlepas dari ajaran filsafat Jawa. Ajaran tersebut memaparkan bagaimana hubungan mikrokosmos (dunia batin yang terdapat dalam diri manusia), metakosmos (dunia perantara antara manusia dan semesta atau Tuhan), dan makrokosmos (pandangan dimana manusia adalah bagian dari semesta). Segala ide, doa, dan harapan dituangkan oleh masyarakat Jawa dalam bentuk simbol–simbol yang ditata sedemikian rupa agar memberikan gambaran utuh tentang kehidupan. Penuh akan makna dan filosofi, proses pembuatan batik pun memiliki ritual khusus. Selain disertai dengan puasa, dilakukan pula pelafalan doadoa agama Islam, sesuai agama yang dianut oleh Sultan. Melalui ritual tersebut, diharapkan proses pembuatan batik akan berjalan lancar dan dapat menghasilkan batik bernilai tinggi yang dapat memancarkan aura bagi pemakainya atau istilah lainnya ‘pecah pamore’. Motif Semen A...
Sejarahnya, Taman Sriwedari merupakan sebuah taman hiburan rakyat yang oleh Sri Susunan Paku Buwana X (1893 – 1939) dihadiahkan kepada rakyat kota Solo. Sedemikian pentingnya keberadaan Taman Sriwedari pada waktu itu sehingga diabadikan menjadi nama sebuah pola atau motif Batik. Batik motif Ceplok Sriwedari (@gpswisata) Pada dasarnya motif Ceplok Sriwedari sama dengan Lung Slop, hanya motif ukel diganti dengan isen – isen Parangan, jadi dalam satu raport kotak, satu bermotif Lung dan yang lain bermotif Parangan. Makna motif ini adalah melambangkan kesejukan dan ketentraman batin sekeluarga. Dan motif ini bisa dipakai untuk semua status golongan masyarakat dan untuk orang yang sudah berumah tangga. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/10/motif-batik-ceplok-sriwedari/
Para penari tari Teklek menggunakan sejenis sandal yang terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat kaki terbuat dari ban bekas yang dipaku di kedua sisinya tempat memasukkan seluruh jari kaki, seperti bakiak atau terompah. Keunikan lainnya dari tarian ini ialah para penarinya adalah para pria yang berpakaian dan berdandan seperti perempuan. Sambil mengenakan teklek, para penari ini dengan lemah gemulai menari mengikuti alunan musik. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-salatiga-jawa-tengah/
Tari Babalu (https://google.co.id) Dibawakan oleh penari gadis-gadis cantik yang dirias sebagai prajurit untuk menghibur para penjajah supaya lengah dan disuguhi minuman. Para penari memberikan kode atau simbol yang sudah disepakati agar para pejuang dengan mudah menyerang penjajah. Keunikan tersebut adalah pada bentuk pertunjukan kesenian tari Babalu yaitu selalu membunyikan peluit sebagai tanda awal dan akhir pertunjukan. Unsur gerak tarian ini meliputi unsur gerak kepala, tangan, badan, kaki. Tata busana menggunakan pakaian kupluk berkuncir, kaca mata, slempang, baju lengan panjang, ikat pinggang (sabuk), celana tiga perempat, kaos kaki. Sedangkan untuk tata rias menggunakan, eye shadow, pemerah pipi (blush on), bayangan hidup dan lipstick. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Tari Simo Gringsingan (https://jatengpos.co.id) Merupakan susunan tari garapan baru yang bersumber pada gerak tradisi kerakyatan yang ada di Kecamatan Gringsing. Berlatar belakang cerita legenda tentang sosok Ki Ageng Gringsing yang memiliki kesaktian. Salah satunya bisa mengubah diri menjadi Simo atau Harimau. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Tari Batik Gringsing (https://youtube.com) Tari yang terilhami dari Batik motif Gringsingan. Yang merupakan salah satu motif batik khas Batang, yang punya filosofi keseimbangan, kemakmuran dan kesuburan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/