Sebuah Yoni simbol dari kesuburan dalam agama dan kebudayaan Hindu, berbahan batu kapur berada di Dukuh Sanggreman, Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Batu Yoni tersebut berukuran kira - kira 40 x 40 cmò, dengan posisi menunduk karena sebagian badannya amblas ke dalam tanah.
3 buah batu berbentuk Tabung silinder, 1 buah di antaranya berukuran lebih besar yaitu Tinggi sekitar 50 cm dengan diameter 30 cm berada di tengah, di apit oleh 2 buah batu lainnya berukuran lebih kecil ukuran Tinggi sekitar 20 cm dan diameter 25 cm. Lokasi keberadaan situs yang berada jauh dari pemukiman penduduk di tengah persawahan dan tengah alas menjadikannya kurang di ketahui oleh masyarakat. 3 buah batu tersebut di tengarai sebagai peninggalan budaya jaman megalitikum atau pra Hindu Buddha, yang di pergunakan sebagai sarana ibadah menyembah kepada Tuhan.
Bawor atau Ki Lurah Carub Bawor juga dikenal dengan nama Bagong adalah anak bungsu Semar, sebagai tokoh Punakawan sebagai Pemomong, pengasuh, pembantu dan teman Pandawa. Senjatanya adalah kudi. Tutur bahasanya kasar, jujur dan tidak serius. Dikatakan Bawor adalah wayang "ora basa ala tanpa rupa". bagi masyarakat Banyumas, Bawor sangat disukai kemunculannya dalam setiap pagelaran wayang kulit. Bawor memiliki karakter dan berwatak Blakasutha atau berterus terang, jujur apa adanya, Merakyat dan semedulur atau suka persaudaraan. Bawor muncul dalam pagelaran Wayang Kulit gagrak Banyumasan sebagai ganti Bagong dalam gagrak wetan/ timur.
Artefak baru berbentuk alat kelamin laki - laki atau Phallus, sebagai lambang kesuburan yang dalam agama Hindu di simbol kan dengan Lingga. Batu peninggalan jaman Megalitikum ini oleh Masyarakat sekitar di Desa Karangmangu, Baturaden di sebut dengan Sela Kakung, atau Watu Gatel. Kondisi batu ini bagian bawah tertanam dalam tanah dengan posisi miring menghadap arah barat dan berada tidak jauh dari aliran sungai Belot, sebagai simbol kesuburan, Sela Kakung di gunakan sebagai sarana ibadah oleh Masyarakat terdahulu yang berada di lereng selatan Gunung Slamet
Sebuah fragmen Yoni, sedang lingga di ketahui hilang di curi orang, berada di punden berundak di tengah lokasi perhutanan sebelah barat bukit cendana, yang masuk ke dalam dusun Peninis, Desa Windujaya kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, di lereng Selatan Gunung Slamet.
Di areal Perkebunan Desa Kedung Banteng, di dekat aliran Sungai Dawuhan terdapat fragmen Lingga dengan Yoni dengan posisi terpisah, bersama Batu - Batu berbentuk bulat beberapa buah.
Di dekat sebuah Sumber mata air terdapat sebuah batu berbentuk tugu dengan pahatan ornamen, di tengarai sebagai sarana ibadah agama Hindu Buddha. Sumber referensi : BANYUMUDAL Administrative localization: Banyumudal, Sokawera, Cilongok, Banyumas, JT. Religion: Buddhist? Description: Stones (andesite). According to the inhabitants, there used to be a stūpa (Tjahjono 2000: 26). Véronique de Groot, Candi Space and Landscape.
PRASASTI LUITAN (823 saka atau 901 M). Bahan : Tembaga Periodisasi : 901 Masehi Asal : Cilacap. Prasasti Luitan berangka tahun 823 saka atau 901 M. Prasasti yang diketemukan pada tahun 1976 di Cilacap ini memuat suatu masalah sosial dari satu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak atas tanah yang tidak benar. Jaman dulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran oleh petugas pajak. Seorang petani, protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya. Menurut si pejabat pajak, luas tanahnya adalah 40 Ãâý tampah (ukuran tanah pada masa itu). Karena setiap tampah dikenakan pajak 6 dharana, si petani harus membayar 40 Ãâý tampah x 6 dharana = 243 dharana. Namun setelah diukur ulang oleh pejabat pajak yang lain, luas tanah si petani hanya 27 tampah. Rupanya tampah yang digunakan petugas pajak pertama berukuran lebih ke...
Sebuah Situs Sejarah Hindu Buddha di Kedungbenda yang berisi artefak antara lain sebuah Yoni beserta 2 buah Lingga yang terpisah, bersama batu panjang tergeletak. Di luar tembok keliling masih dalam satu area situs terdapat batu lumpang 1 buah.