Adat Nusantara
504 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Tingkeban
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kandungan dan ibu yang melahirkan akan selamat. Tingkeban berasal dari kata tingkeb artinya tutup, maksudnya si ibu yang sedang mengandung tujuh bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya sampai empat puluh hari sesudah persalinan, dan jangan bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah besar, hal ini untuk menghindari dari sesuatu yang tidak diinginkan. Di dalam upacara ini biasa diadakan pengajian biasanya membaca ayat-ayat Al-Quran surat Yusuf, surat Lukman dan surat Maryam. Di samping itu dipersiapkan pula peralatan untuk upacara memandikan ibu hamil , dan yang utama adalah rujak kanistren yang terdiri dari 7 macam buah-buahan. Ibu yang sedang hamil tadi dimandikan oleh 7 orang keluarga dekat yang dipimpin seorang paraji secara bergantian dengan menggunakan 7 lembar kain batik yang dipakai bergantian setiap guyuran dan dimandikan d...

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Memelihara Tembuni
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tembuni/placenta dipandang sebagai saudara bayi karena itu tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi harus diadakan upacara waktu menguburnya atau menghanyutkannya ke sungai. Bersamaan dengan bayi dilahirkan, tembuni (placenta) yang keluar biasanya dirawat dibersihkan dan dimasukan ke dalam pendil dicampuri bumbu-bumbu garam, asam dan gula merah lalu ditutup memakai kain putih yang telah diberi udara melalui bambu kecil (elekan). Pendil diemban dengan kain panjang dan dipayungi, biasanya oleh seorang paraji untuk dikuburkan di halaman rumah atau dekat rumah. Ada juga yang dihanyutkan ke sungai secara adat. Upacara penguburan tembuni disertai pembacaan doa selamat dan menyampaikan hadiah atau tawasulan kepada Syeh Abdulkadir Jaelani dan ahli kubur. Di dekat kuburan tembuni itu dinyalakan cempor/pelita sampai tali pusat bayi lepas dari perutnya.. Upacara pemeliharaan tembuni dimaksudkan agar bayi itu selamat dan kelak menjadi orang yang berbahagia. Sumber : https://enyho04.wordpress.com/2...

avatar
Roro
Gambar Entri
Nyaeut
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi nyaeut . Dalam Bahasa Sunda berasal dari kata nyandeutkeun , yang berarti mendekatkan atau merekatkan. Tradisi ini merupakan kebiasaan minum teh hijau khas Garut, teh kejek, yang masih dalam Bahasa Sunda artinya diinjak. Pada prosesnya, daun teh diolah manual, diinjak-injak. Tujuannya menyempurnaan pengeluaran getah sehingga hasil fermentasinya bagus. Nyaneut biasanya digelar sebelum berangkat ke huma (ladang) dan usai kerja. Ada aspek sosial pada tradisi ini. Nyaeut menjunjung tinggi adat istiadat Sunda, s ilih asah, silih asih, silih asuh atau saling tenggang rasa nyaneut tidak hanya bicara soal kenikmatan teh, tetapi juga sarana silaturahim. Mengenai sejarah teh kejek sendiri, belum ada kepastian data. Namun, diperkirakan pembuatannya muncul seiring berjalanya usaha perkebunan teh Waspada di Cigedug dan Cikajang sekitar 1900-an. Perkebunan teh Waspada dirintis oleh Karel Frederik Holle, seorang kebangsaan Belanda yang tertarik mengembangkan potensi pe...

avatar
Aze
Gambar Entri
Pakaian Adat Mojang Gadis Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian Adat Mojang Pakaian Mojang atau gadis yaitu berupa kebaya polos yang dihiasi sulaman atau manik – manik, kain kebat dilepe, kutang atatu kamisol. beubeur atau ikat pinggang, alas kaki memakai selop yang warnanya sama dengan kebaya, karrembong atau selendang sebagai pemanis. Sebagai pelengkap, rambut disanggul rapi memakai hiasan bunga dan tusuk konde, perhiasan berupa gelang. kalung, cincin dan bros.   https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-sunda/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Bangsawan Wanita Gadis Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

 Pakaian Bangsawan Wanita Sementara pakaian adat yang dikenakan kaum bangsawan wanita yaitu berupa kebaya Bludru yang dihiasi dengan selaman benang emas, kain kebat motif rereng, serta alas kaki berupa sepatu selop beludru yang dihiasi manik – manik atau sulaman emas. Sebagai aksesoris atau pelengkap biasanya menggunakan perhiasan dari emas yang bertahtakan berlian berupa giwang, gelang, cincin, kalung, tusuk konde, dan sebagainya.   https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-sunda/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Kaum Menengah Pria Ujang Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian Kaum Menengah Pria Pakaian kaum menengah pria terdiri dari baju bedahan putih, kain kebat batik sabuk, iket atau bendo, beralas kaki berupa sandal tarumpah, serta arloji berantai emas yang digantung disaku baju sebagai hiasan. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-sunda/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Kaum Menengah Wanita Kain Kebat Batik Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian Kaum Menengah Wanita Untuk pakaian kaum menengah wanita biasanya menggunakan kain kebat batik sebatas mata kaki, beubeur atau ikat pinggang, kebaya berwarna, selendang berwarna, dan alas kaki berupa selop atau kelom geulis. Dan sebagai wanita biasanya menggunakan perhiasan sebagai pelengkap berupa kalung, giwang, gelang, dan cincin yang terbuat dari emas.   https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-sunda/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Pakaian Jajaka Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian Jajaka Pakaian jajaka atau pria Jawa Barat berupa jas tutup atau jas takwa dengan warna bebas, celana panjang, kain dodot bermotif bebas, iket atau bendo, alas kaki berupa sepatu selop dan rantai kuku macan serta jam rantai sebagai hiasan.   https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-sunda/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Pengantin Sunda Siger Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian Pengantin Sunda Siger Busana pengantin Sunda yang dikenal dengan Sunda Siger ini terinspirasi dari busana para putri-putri di Kerajaan Sunda di masa lampau. Tata rias pengantin sunda siger Dalam Kamus Basa Sunda RA Danadibrata, siger diartikan sebagai sejenis mahkota untuk perhiasan kepala pengantin atau wayang wong, yang berarti meletakkan kearifan, kehormatan, dan sikap bijak sebagai hal pokok yang harus dijunjung tinggi. Tak lupa daun sirih berbentuk wajik yang dikenakan di kening pengantin wanita sebagai simbol penolak bala. Busana pengantin pria mengenakan Jas buka Prangwedana berwarna senada dengan pengantin wanita beserta bendohiasan permata, Boro Sarangka dan Kewer. Demikian pula dengan kain batik yang dikenakan pengantin pria, harus sama dengan pengantin wanita, yaitu kain batik corak Lereng-eneng atau Sido Mukti. Pengantin pria juga memakai Bendo hiasan permata, Boro Sarangka (tempat menyimpan keris), dan keris sebagai pelengkap.   https://www....

avatar
Roro