Tarik batu di Tana Toraja Orang Toraja percaya, bahwa sebelum resmi dimakamkan, orang yang telah meninggal dianggap sakit dan dibaringkan dalam tempat tidur. Jenazah kemudian disuntik formalin agar tidak membusuk, dimasukkan dalam peti mati dan disimpan di kamar. Setelah beberapa waktu, jenazah baru “dikuburkan”. Upacara penguburan, yang disebut rambu solok merupakan hal yang sangat penting dalam siklus kehidupan warga Toraja yang terkesan mewah dan eksotis. Solok memiliki arti harafiah matahari yang condong ke barat. Hal ini berarti, upacara rambu solok hanya boleh dilaksanakan setelah jam duabelas siang, saat matahari mulai condong ke barat, sebagai lambang dari kematian. Orang Toraja menganggap, seseorang telah benar-benar meninggal apabila telah dilaksanakan upacara rambu solok untuk menyempurnakan perjalanan arwah si mati ke alam baka yang kekal. Batu yang tinggi dan panjang dari pegunungan di Tana Toraja, adalah batu yang cocok dibuat menhir. Sekali bat...
Bajabu Bale Bugis (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bandasi Makassar (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bo'bo Duakayu Sulawesi Selatan (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bola-Bola Makassar (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bola-Bola Nenas (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bola-Bola Udang Vegetaris (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bola-Bola Wijen (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bugis Bersusun (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)