Sop Campur (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Soto Campur (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Telur Bumbu Bali (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Telur Londo (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Telur Paskah Sembunyi (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Telur Sambal Serai Bali (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Timus Kacang Tolo Bali (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Tirta Marun (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Pemakaian saput poleng pada pohon-pohon besar di Bali merupakan bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat Bali. Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Ideologi Pelestarian Lingkungan Hidup Dibalik Pemakaian Saput Poleng Pada Pohon Besar di Bali” yang ditulis oleh I Ketut Suda dari Fakultas Ilmu Agama, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang dipublikasikan dalam Jurnal Bumi Lestari, Volume 10, Nomor 2 Tahun 2010. Ketut Suda menuliskan upaya masyarakat Bali melilitkan saput poleng pada pohon besar bukan sekedar perbuatan iseng yang terjebak pada utopia, melainkan memiliki latar belakang ideologis. Artinya dibalik budaya melilitkan saput poleng pada pohon besar yang merupakan bagian dari sistem nilai masyarakat Bali mengandung pula nilai-nilai kearifan ekologis. Ideologi yang terkandung disini yaitu konsep Tri Hita Karana . Harmonisasi hubungan antara manusia dengan Tuhannya yang diaktualisasikan dala...