Kemerdekaan Indonesia
549 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Museum Bank Negara Indonesia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Museum Bank Negara Indonesia Jl. Lada No. 1 Jakarta Barat Telp.     :  (021) 57228095 Faks      :  (021) 57228095 Berdiri tanggal 2 Oktober 1998 Museum yang menempati area seluas 10.039 m 2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji  Batavia  yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) pada  31 Desember 1968 , gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Ban...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Reksa Artha
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Museum Reksa Artha   Jl. Lebak Bulus No. 1, Cilandak Jakarta Selatan Telp.     :  (021) 7395000 Museum Reksa Artha menyimpan berbagai benda yang terkait dengan percetakan uang, seperti mesin kuno pencetak uang kertas dari awal abad ke-20 yang berukuran besar, alat pencetak uang logam, serta foto-foto yang menceritakan beratnya perjuangan pencetakan ORI (Oeang Republik Indonesia) untuk mempertahankan kedaulatan ekonomi pada awal kemerdekaan RI.   sumber : https://asosiasimuseumindonesia.org/anggota/167-museum-reksa-artha.html

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Puri Bhakti Renatama
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Museum Puri Bhakti Renatama           Jl. Veteran No. 16 Jakarta Pusat         Museum ini digagas oleh Ibu Tien Soeharto sejak 30 Maret 1971, dan pembangunannya ditugaskan kepada Ny. Herawati Diah dan Drs. Pangkoesmijoto. Pada 28 Agustus 1971, museum ini diresmikan bertepatan dengan kedatangan Ratu Juliana dari Belanda ke Indonesia. Dalam museum ini terdapat beberapa ruang khusus, antara lain: Ruang Irian Jaya, Ruang Raden saleh, Ruang Barong, Ruang Tongkonan, Ruang Syangka, Ruang mancanegara, dan Ruang Wiwahabusana. Terdapat berbagai koleksi lukisan Istana, keramik porselen dan kain tenun tradisional. Salah satu koleksi lukisan yang paling penting, antara lain Penangkapan Diponegoro dan Berburu Singa karya Raden Saleh. Di museum ini disimpan hadiah serta cinderamata dari tamu-tamu negara.   sumber : http://www.as...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Listrik Dan Energi Baru ‎
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Sumber : Arsip Museum Nasional Indonesia Konsep Museum Museum Listrik dan Energi Baru merupakan museum yang inovatif dan berorientasi ke masa depan dengan mengutamakan fungsi rekreatif dan edukatifnya. Kesan museum sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda kuno sudah tidak relevan lagi apabila kita berkunjung ke Museum LEB, di mana di Museum LEB koleksinya merupakan perwujudan dari sejarah perkembangan IPTEK Ketenagalistrikan dan Energi Baru baik masa lampau, mau sekarang dan masa yang akan datang. Sebagai museum sains, Museum LEB diharapkan dapat mengemban fungsi untuk menyampaikan informasi teknologi kelistrikan dan energi. Dengan demikian sejarah pembangunan teknologi dan aplikasi energi di Indonesia dari masa ke masa serta semangat inovasinya dapat diwariskan kepada generasi mendatang.   Koleksi Peragaan Koleksi yang diperagakan di Museum LEB diatur sedemikian rupa serta mempunyai alur cerita yang sistematis dan jelas, sehingga dapat...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Aquarium Air Tawar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Museum Aquarium Air Tawar   Kompleks Taman Mini – Jakarta Timur Telp.   : (021) 8409471 Faks.   : (021) 8402557   Dibangun sejak tahun 1992 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1994, Taman Akuarium ini merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta  terbesar di Asia.  Menyimpan 6.000 ekor 126 spesies , terdiri atas beragam jenis, baik dari berbagai perairan indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptilia, crustacea, dan ikan. Taman akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium nusantara, pojok reptilia, lorong gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang untuk pengembangbiakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat diperjualbelikan kepadfa pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir. Taman Akuarium juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa dan masyarakat umum untuk melakukan penelitiandan obs...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Pelita Harapan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Museum Pelita Harapan   Jl. Menara Asia Lt.10, Bulevard, Diponegoro 101, Lippo Karawaci, Tanggerang   Museum Universitas Pelita Harapan (MUPH) merupakan pusat studi seni yang terletak di Desa Lippo, Tangerang. Sebagai bagian dari Universitas Pelita Harapan, museum ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan institusi pendidikan pada bidang seni rupa Indonesia yang kini perkembangannya sangat pesat. Adapun tujuan museum ini adalah untuk memberikan nuansa dan pemahaman tentang seni pada kehidupan masyarakat, memberi ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan apresiasi terhadap seni rupa Indonesia. Hingga kini, MUPH yang terletak di Lantai 3 Gedung Menara Matahari telah memiliki koleksi 880 lukisan, dengan beragam perupa mulai dari Raden Saleh, kelompok perupa Mooi Indie, yang terdiri dari perupa Eropa yang tinggal di Indonesia pada masa kolonial Belanda, kelompok perupa Persagi, perupa modern Indonesia, hingga perupa karya-karya kontemp...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Tragedi 12 Mei
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Sumber : Arsip Museum Nasional Indonesia Ingat Reformasi 1998, tentu ingat Universitas Trisakti. Kerusuhan masal di Jakarta dipercaya bermula dari tragedi Trisakti. Ketika itu pada 12 Mei 1998, para mahasiswa yang sedang berunjuk rasa ditembak orang. Entah siapa pelakunya, sampai kini belum terungkap. Empat mahasiswa Trisakti meninggal dunia kena peluru. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie. Untuk mengenang keempat Pejuang Reformasi itu, didirikanlah Museum Tragedi 12 Mei Trisakti. Lokasi museum berada di Gedung M Lantai Dasar, Kampus A Universitas Trisakti. Museum itu menempati satu ruangan saja. Tulisan museum terpampang pada bagian luar pintu masuk. Di bagian dalam ada kaca berlubang kecil. Ternyata akibat pantulan peluru pada 1998 itu. Koleksi inti museum adalah foto empat mahasiswa yang menjadi korban penembakan liar. Ada biodata tentang mereka. sumber : https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/5aff7286...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Al-Qur'an PTIQ
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Sejarah Museum Al Quran di TMII Beserta Koleksinya Sponsors Links Berbagai macam budaya dan agama yang ada di Indonesia merupakan sumber pengetahuan yang luas bagi orang – orang yang berminat untuk memperluas perspektif dan ilmunya mengenai banyak hal. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki banyak fasilitas yang dapat mendukung hal tersebut berupa museum – museum yang menjadi penyimpan materi sejarah dalam berbagai bidang. Salah satu kompleks yang menampung berbagai museum dan kekayaan budaya Indonesia berupa replika – replika rumah adat adalah Taman Mini Indonesia Indah. Dari beberapa museum yang ada di kawasan TMII, Sejarah Museum Al Quran di TMII adalah tempat untuk menyimpan berbagai mushaf Al Qur’an dari berbagai negara dan daerah di Indonesia. Bayt Al Qur’an terletak di Jalan Raya TMII 1, Jakarta Timur berdekatan dengan Museum Istiqlal. Disana terdapat mushaf Al Qur’an terbesar dan terkecil di seluruh I...

avatar
Roro
Gambar Entri
Yuz Museum
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Lebih Bersinar di Shanghai Pintu Yuz Museum tertutup rapat. Pada dinding kaca, terpasang sebait pengumuman: “museum ditutup untuk persiapan sebuah pameran.” Tapi, usai pintu diketuk, seorang pria muncul dan mengatakan museum ini tak punya rencana pameran apa pun. Sambutan yang tak diduga. Saya membayangkan Yuz akan sesak oleh manusia. Pemiliknya, Budi Tek, sedang menjadi buah bibir. Yu De Yao, nama Budi Tek di Cina, diberitakan telah menggelontorkan Rp3 triliun guna berbelanja karya seni. Majalah Art+Auction menempatkan Budi Tek dalam daftar 10 kolektor paling berpengaruh. Namanya disejajarkan dengan figur-figur kondang pengumpul karya seni semacam Roman Abramovich dan Sheikha Al Mayassa. Pada 2010, Budi Tek membuat geger ketika membeli lukisan Chapter of a New Century-Birth of the People’s Republic of China II (1992) karya Zhang Xiaogang. Harganya bukan main, $6,7 juta. Tak heran jika masuk daftar rekor transaksi terbesar oleh kolektor berdarah I...

avatar
Roro