Tari Sajojo : Gerakan, Kostum dan Lagu serta Sejarahnya Seni tari Sajojo terkait dengan gerakan, kostum dan lagu serta sejarahnya lengkap disampaikan pada artikel ini. Kami meyakini bahwa informasi tari Sajojo sangatlah penting untuk di kenal oleh warga Indonesia di seluruh nusantara. Dengan mengenal tari Sajojo, otomatis akan muncul rasa mencintai pada budaya asli Indonesia didalam jiwa. Tari Sajojo merupakan salah satu tarian adat tradisional yang berasal dari daerah Papua. Termasuk jenis tarian pergaulan, tarian adat Papua ini bisa ditarikan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, tua maupun muda – mudi. Di wilayah Papua, tari ini sering ditampilkan pada berbagai acara, baik adat, hiburan, maupun acara budaya . Ketika tari ini dipentaskan, banyak masyarakat Papua yang turut menghadirinya. Sosialisasi jika mau digelar acara pementasan tari Sajojo pada masa lalu tentu tidak sama dengan sekarang. Pantia biasa mengumumkan melalui alat komun...
Museum Negeri Provinsi Papua , Jayapura Openingstijden: Senin – Jumat: 08.00 – 16.00, Sabtu: 08.00 – 15.00, Minggu: 11.00 – 16.00 Plaats: Jayapura Provincie: Papua Land:...
Museum Loka Budaya UNCEN, Jayapura Openingstijden: Senin - Minggu 08:00-15:00 Website: MuseumUncen.blogspot.com E-mail: MuseumUncen@yahoo.com Plaats: Jayapura Provincie: Papua Land: ...
Museum Kebudayaan Asmat , Jayapura Plaats: Jayapura Provincie: Papua Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Meseum Kebudayaan & Kemajuan Asmat Jl. Keuskupan Agats Jayapura I...
Museum Pilamo Adat , Wesaput, Wamena Plaats: Wesaput, Wamena Provincie: Papua Land: IND Type organisatie: ...
Permainan Kayu Malele atau Patok Lele ini adalah salah satu dari permainan tradisional bagi pulau papua terutama di daerah/kabupaten Biak Numfor. Permainan Kayu Malele ini dapat membantu anak-anak belajar dalam hitungan angka dari 1 sampai 1000, namun permainan ini juga sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum mengetahui cara bermainnya. kayu malele ini biasanya dimainkan oleh beberapa kelompok dengan anggota kelompok tiga sampai lima orang. Sumber : http://beautiful-indonesia.umm.ac.id/id/foto/jelajah-daerah/papua/kayu-malele-2.html
hari ini saya mau berbagi tentang informasi TEMPAT-TEMPAT SEJARAH DI INDONESIAyang salah satunya adalah Stasiun Pusat Kereta Api Bandung yang terletak di daerah bandung. Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (1984) karangan Haryoto Kunto, ide awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Stasiun ini diresmikan pada 17 Mei 1884, ketika masa pemerintahan Bupati Koesoemadilaga dan pada waktu yang sama juga dibuka jalur kereta Batavia-Bandung melalui Bogor dan Cianjur. Di masa itu, para tuan tanah perkebunan (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya ke Batavia dengan lebih cepat. Untuk menampung dan menyimpan hasil perkebunan yang akan diangkut dengan kereta, dibangunlah gudang-gudang penimbunan barang di beberapa lokasi dekat Stasiun Bandung, yaitu Jalan Cibangkong, Jalan Cikuda-Pateuh, daerahKosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom, dan Andir. Sesaat setelah p...
E Mambo Simbo E Mambo Simbo E ... Mambo Simbo Mambo Simbo E Mambo Simbo E ... Mambo Simbo Mambo Simbo Mambo yaya yaya e ... Mambo yaya yaya e Mambo yaya yaya e ... Mambo yaya yaya e http://liriknusantara.blogspot.com/2013/03/e-mambo-simbo.html
Papua, salah satu daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memang mempunyai beribu ribu keunikan, kekhasan, serta budaya setempat yang unik. Salah satunya yaitu tradisi bakar batu. Tradisi Bakar Batu merupakan salah satu tradisi penting di papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga 1 kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim (mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku), atau untuk mengumpulkan prajurit untuk berperang. Tradisi Bakar Batu umumnya dilakukan oleh suku pedalaman/pegunungan, seperti di Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai, Yahukimo dll. Kenapa sih disebut bakar batu? yap, tradisi ini benar - benar membakar batu lalu menggunakan batu yang sudah dibakar tadi untuk diletakan diatas tumpukan daging atau makanan sehingga makanan itu matang. Namun di masing-masing tempat/suku, disebut dengan berbagai nama, misalnya...