Hari Pendidikan Nasional
1.007 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Panon Hideung
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Lagu Panon Hideung diciptakan oleh komposer nasional asli betawi, adalah Ismail Marzuki yang menulis lagu Panon Hideung sekitar tahun 1936-1937. Lagu Panon Hideung berkisah tentang sosok Miss Eulis, mojang Parahiayangan yang membuat seorang Ismail Marzuki jatuh cinta. Miss Eulis yang berdarah Sunda-Arab memang bermata indah, hidung mancung dan berkulit kuning langsat. lagu Ochi Chyornye pun digubah Ismail Marzuki sesuai dengan suasana hatinya saat itu. http://www.lagudaerah.xyz/lagu-daerah-jawa-barat/

avatar
Rezahaikal
Gambar Entri
PRASASTI CIKAPUNDUNG
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Cikapundung ditemukan warga di sekitar sungai Cikapundung Bandung hari Jumat (8 Oktober 2010). Batu prasasti bertuliskan huruf Sunda kuno tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14. Selain huruf Sunda kuno, pada prasasti itu juga terdapat gambar telapak tangan, telapak kaki, dan wajah. Hingga kini para peneliti dari Balai Arkeologi masih meneliti batu prasasti tersebut. Batu prasasti yang ditemukan tersebut berukuran panjang 178 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 55 cm. Pada prasasti itu terdapat gambar telapak tangan, telapak kaki, wajah, dan dua baris huruf Sunda kuno bertuliskan  “unggal jagat jalmah hendap” , yang artinya semua manusia di dunia akan mengalami sesuatu. Prasasti Cikapundung ini merupakan termasuk satu temuan baru di kawasan Bandung dari masa klasik, terutama ini juga terkait dengan (kerajaan) Padjadjaran. Beberapa ahli juga menemukan beberapa arca di sekitar Cikapundung yang berbeda dengan arca-arca klasik yang lainnya, dan disebut de...

avatar
Miftah Faris
Gambar Entri
Si Leungli
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Nyai Bungsu Rarang hidup sebatang kara. Kedua orangtuanya sudah tiada. Dia tinggal di rumah warisan yang kecil dan sudah rusak. Atapnya banyak yang bocor. Dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu sudah bolong-bolong. Nyai Bungsu Rarang mempunyai dua orang kakak. Kedua kakaknya hidup berkecukupan. Rumah mereka besar. Mereka mempunyai sawah, kebun, dan kolam. Tapi mereka tidak pernah merasa kasihan kepada adik mereka. Kalaupun mereka memanggil Nyai Bungsu Rarang, bukan untuk memberi makanan atau pakaian, melainkan meminta untuk melakukan pekerjaan rumah. Upahnya pun seringkali tidak pantas. Suatu hari Nyai Bungsu Rarang mencari ikan di sawah. Dia mendapat seekor anak ikan mas. Anak ikan mas itu berwarna kuning keemasan. Entah mengapa, Nyai Bungsu Rarang tidak berani memasak anak ikan itu. Dia merasa kasihan. Akhirnya, anak ikan itu dimasukan ke kolam. Anak ikan mas itu sangat gembira. Dia berenang ke sana kemari. Sejak mempunyai anak ikan mas itu, Nyai Bungsu Rarang semakin giat bek...

avatar
Lantang
Gambar Entri
Maenpo Cikalong
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Maenpo cikalong atau yang akrab disebut Cikalongan ini adalah salah satu aliran pencak silat yang unik lantaran cikal bakal permainan maenpo (maen pohok) ini diajarkan oleh keluarga bangsawan Cikalong yang bernama Raden H. Ibrahim dilahirkan di Cikalong 1816 dan wafat 1906 dimakamkan didesa Majalaya Cikalongkulon, Cianjur. Teknik serangan yang digunakan oleh beliau selalu diawali dengan hindaran lalu dilanjutkan serangan beruntun tangan dan kaki. Sebelum menunaikan ibadah haji beliau bernama Rd. Djajaperbata yang memiliki ciri-ciri, bertubuh pendek, berbadan lebar, kekar, tangannya lancip, keningnya tidak lebar, berwatak keras dan pemberani. Jika berlatih/menghadapi lawan selalu waspada dan lebih suka menggunakan teknik bertahan. Teknik serangan yang digunakan selalu diawali dengan hindaran lalu dilanjutkan serangan beruntun tangan dan kaki. Beliau tidak saja mahir bermain dengan tangan kosong, melainkan juga dengan senjata gobang menjadi favoritnya. Permainan maenpo dalam hidu...

avatar
Regita Ardhana
Gambar Entri
Jamang Sangsang, Pakaian Alam Suku Baduy
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Banten, selama ini hidup dalam aturan adat yang kuat. Aturan ini mencakup semua kegiatan, tingkah laku, serta barang yang digunakan. Begitu juga dengan pakaian yang melekat pada masyarakat Suku Baduy. Pakaian atau baju adat ini telah menjadi ciri khas masyarakat karena warna dan desainnya yang sederhana. Warna hitam dan putih menjadi warna yang dominan dalam pakaian adat Suku Baduy. Baju adat Suku Baduy terbuat dengan bahan yang didapat dari alam sekitar. Hal ini mudah saja karena pegunungan yang kaya hasil alam telah menjadi tempat tinggal Suku Baduy sejak bertahun-tahun lamanya. Proses dimulai dari menanam biji kapas hingga panen. Selanjutnya, proses memintal kapas hingga menjadi benang. Kapas yang telah menjadi benang selanjutnya ditenun oleh kaum perempuan Suku Baduy hingga menjadi bahan. Bahan inilah yang nantinya akan dibuat menjadi baju adat dan dipakai sehari-hari untuk beraktivitas. Pakaian untuk laki-laki Suku Baduy diseb...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Siren Taun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Seren taun merupakan upacara tahunan di Cigugur-Kuningan. Tema seni budaya ini adalah masyarakat agararis terkait hasil panen yang diterima pada tahun yang akan berlalu. Tema utamanya adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima seiring dengan harapan agar dimasa yang akan datang, hasil panen seluruh anggota masyarakat dapat lebih melimpah lagi.  Kita dapat melihat banyak kesenian khas sunda pada perhelatan/ event acara Siren Taun. Upacara ini juga merupakan silaturahmi/ hari berkumpulnya masyarakat sunda dari lokasi lain. Penyelenggaraan dimulai dengan upacara ngajayuk (menyambut) pada tanggal 18 Rayagung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung dengan upacara pembukaan padi sebagai puncak acara, dengan disertai beberapa kesenian tradisional masyarakat agraris sunda tempo dulu, seperti ronggeng gunung, seni klasik tarawangsa, gending karesmen, tari bedaya, upacara adat ngareremokeun dari masyarakat kan...

avatar
Usman
Gambar Entri
Tari Kamonesan, Sunda
Tarian Tarian
Jawa Barat

Masyarakat Sunda memiliki cara hidup yang masih tradisional dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Cara hidup ini dapat terlihat dalam prilaku, ekspresi, maupun kebiasaan dalam menjalani setiap detik hidup yang ada di depan mata. Kearifan lokal inilah yang direkam dan menjadi inspirasi dalam gerakan tari kamonesan, tari kreasi asal Jawa Barat.   Tari Kamonesan merupakan tari berpasangan yang ditarikan oleh 8 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Penampilan para penari pun ditampilkan semenarik mungkin dengan kostum dengan warna yang terang dan cerah seperti merah, biru, kuning dan hijau. Untuk penari pria menggunakan kostum berupa celana pangsi lengkap dengan ikat kepala sementara untuk penari perempuan mengenakan kebaya lengkap dengan tutup kepala. Satu yang unik dalam tarian ini, adanya ornamen bakul yang dibawa penari perempuan sebagai cerminan kehidupan tradisional masyarakat Sunda. Tari Kamonesan dibuka dengan penari pria yang mempertonto...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tari Kedok Ireng
Tarian Tarian
Jawa Barat

Manusia memiliki dua sisi yang selalu melekat dalam dirinya yakni baik dan buruk. Sepanjang hidupnya, terkadang manusia harus menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Topeng atau yang biasa disebut kedok ini akan terus melekat selama manusia menjalani kehidupannya. Dua sisi kehidupan inilah yang menjadi inspirasi dari tari kedok ireng tarian yang berasal dari Jawa Barat. Pada awal tarian, tiga orang penari duduk bersila di tengah panggung. Dengan kostum berwarna cerah, kemudian mereka membungkuk dan tidak lama mereka berdiri dan sudah memakai topeng yang berwarna merah muda. Kemudian dari samping panggung muncul tujuh penari yang melengkapi formasi tari kedok ireng. Dengan gerakan yang lentur, mereka berpasang-pasangan menari-nari dengan menggunakan topeng. Formasi berpasangan ini seperti menandakan bahwa dua sisi baik dan buruk akan selalu ada dalam diri manusia. Kesepuluh penari terlihat semakin enerjik dengan sesekali melompat dan melemparkan selendang. Di lain ger...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tari Ketuk Tilu
Tarian Tarian
Jawa Barat

Ketuk Tilu  adalah suatu tarian pergaulan cikal bakal  Jaipongan  yang berasal dari  Jawa Barat  dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas . Istilah ketuk tilu diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah ketuk (bonang) yang memberi pola irama rebab, kendang (gendang) indung (besar) dan kulanter (kecil) untuk mengatur dinamika tari/kendang yang diiringi kecrek dan goong. Dahulu, ketuk tilu adalah upacara menyambut panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini dilakukan pada waktu malam hari, dengan mengarak seorang gadis diiringi bunyi-bunyian yang berhenti di tempat luas. Sekarang, ketuk tilu menjadi tarian pergaulan dan hiburan, biasanya diselenggarakan pada pesta perkawinan, hiburan penutup suatu kegiatan, atau digelar pada acara-acara khusus. Di desa-desa tertentu, pertunjukan tari k...

avatar
Boiceblue