Berdasarkan cerita yang dinarasikan oleh orang-orang dulu, asal usul nama sengkang berasal dari bahasa Bugis Wajo yaitu si engkang yang berarti serba ada atau selalu ada . Hal ini dikarenakan dulunya daerah ini merupakan tempat berkumpul atau berdatangannya orang-orang pada satu tempat, hingga selalu ramai sampai saat ini. Karena itu pula, dalam pembagian daerah administratif, Sengkang dijadikan sebagai ibukota Kabupaten Wajo.
Lawa suji atau Lasugi adalah sebuah anyaman berbentuk kotak-kotak yang terbuat dari bambu, yang biasa disebut sulapa eppa . Sulapa eppa sendiri berarti “empat sisi”, yang dalam bentuk mistik kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan empat unsur penyusun semesta, yakni api, air, angin, dan tanah. Selain itu, sulapa eppa juga melambangkan ke-4 penjuru mata angin yang masing-masing mempunyai Nilai-Nilai: intelektualitas (á¨á¨ - acca) , keberanian (á¨á¨'á¨á¨-- - warani), kejujuran (á¨'á¨á¨á¨ - lempu) , dan kekayaan (á¨"á¨á¨á¨-- - sugi). Dalam bahasa Bugis, l awa (á¨'á¨) berarti “pemisah/pagar/penjaga”, sedangkan suji (á¨"á¨á¨&aac...
Asu panting adalah serigala versi bugis. Hantu ini memiliki kemampuan lari yang sangat cepat, dua kaki depannya lebih pendek dari kaki belakangnya. Jika orang Bugis jaman dulu melihat kangguru pasti langsung mengklaim asu panting. Tidak ada orang yang pernah bertemu langsung dengan asu panting ini, orang hanya bisa mendengar lolongannya yang khas pada malam hari. Asu panting ini memiliki bulu yang sangat halus, sehingga tak bisa terlihat oleh mata kepala. Jika menginjak bulunya, konon kaki akan bengkak dan sulit untuk disembuhkan. Orang di kampung yang melihat kaki orang diabetes pasti mengklaim sudah diinjak bulu asu panting. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=4
Hantu dompe merupakan sosok orang bertubuh kecil dengan 2 telinga yang sangat lebar. Telinga itulah yang akan dia gunakan untuk terbang. Hantu ini populer di Bugis Bone, Sulawesi Selatan. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=4
La Galigo adalah salah satu karya sastra tradisional yang menceritaan kisah kepahlawanan dalam bentuk syair (Epos). Cerita kepahlawanan La Galigo tidak kalah hebat dengan cerita Mahabarata dan Ramayana dari India. Kisahnya Buku ini berisi kisah orang Bugis, asal Sulawesi Selatan, di masa lalu lengkap dengan sejarah, kebudayaan hingga dongeng-dongeng. Salah satunya menceritakan tentang kisah kepahlawanan, Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani. Namun, cerita dalam La Galigo bukan sejarah. Hal itu karena di dalam cerita La Galigo penuh dengan mitos dan peristiwa-peristiwa yang sangat luar biasa.Meskipun demikian, La Galigo cukup berjasa karaena dapat memberikan gambaran kepada ahli sejarah mengenai kebudayaan Bugis sebelum abad ke 14. Karya sastra La Galigo ditulis dengan bahasa Bugis asli Galigo. Konon bahasa Galigo saat ini hanya dipahami oleh kurang dari 100 orang. La galigo kini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Pada tahun 2...
Pada mulanya, istana kerajaan bantaeng di sebelah barat langgar (mesjid) kampung letta’. Istana awal yang bernama ballak ri kasoreang menghadap ke laut. Setelah karaeng butung mangkat, dalam buku Andi M Akmar ( lih. Mappatan, 1995: 17) anaknya yang bernama karaeng panawang yang menggantikannya memindahkan istana dari kasoreang ke kalimbaung pada tahun 1913. Istana Balla kalimbaung tidak lagi menghadap ke laut, tetpi berubah menghadap ke utara serta membenahi sebagaimana layaknya istana kerajaan tua Sulawesi selatan. Bentuk dasar istana kerajaan bantaeng yang di pindahkan dari kalimbaung ke letta (ballak lompoa) tahun 1913 merupakan bentuk kontruksi dasar rumah bugis Makassar, rumah panggung. Seperti yang terlihat pada istana kerjaaan bantaeng ballak lompoa, kontruksi terdiri dari beberapa bangunan induk dan bangunan tambahan pada kedua sisinya yaitu ballak Kananga (sisi kanan) dan sonrong (sisi kiri). Ban...
Sulawesi selatan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang mempuyai 24 kabupaten dan kota, terbagi atas berapa suku dan bahasa, meskipun demikian banyak yang menjadi dasar patokan kebudayaan yang ada di Sulawesi selatan. Adapun suku-suku tersebut adalah suku bugis, Makassar dan toraja yang paling terkenal dan mempunyai bahasa, bugis, Makassar, toraja dan kojo. Dari berbagai cara inilah yang menjadikan Sulawesi selatan mempunyai banyak keanegaragaman. Selain bahasa, suku, dan yang mencakup kebudayaan adapula rumah adat yang mempunyai makna yang sangat mendalam bagi masyarakat. Rumah adat merupakan bangunan asli di daerah tersebut khususnya Sulawesi selatan. Rumah adat balla lompoa salah satunya adalah rumah adat suku bugis dan Makassar yang membedakan keduanya adalah pemaknaan dan filosofi dari rumah adat di setiap daerah. Di bantaeng ada rumah adat yang paling terkenal yakni balla lompoa tetapi adapula yang...
Paraga merupakan permainan dan olah raga, sekaligus kesenian tradisional asal Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan permainan dan olahraga tradisional sepak takraw, paraga dimainkan tidak untuk dipertandingkan, melainkan sebagai atraksi unjuk kebolehan. Paraga juga dimainkan secara beregu dengan jumlah anggota minimal 6 (enam) orang. Dalam paraga, bola rotan dipantul-pantulkan tidak hanya menggunakan kaki, tapi juga kepala dan tangan. Keberadaan passapu, topi segitiga yang diberi lapisan kanji agar mampu menegak, sangat membantu para pemain paraga saat melakukan olah bola dengan kepala. Para pemain paraga juga kerap memanfaatkan sarung yang menjadi bagian dari kostum mereka untuk mengolah bola paraga. Posisi pemain dalam mengolah bola paraga pun beragam. Mulai dari berdiri, duduk, jongkok, hingga berbaring! Paraga pun dimainkan dalam berbagai formasi. Salah satunya, formasi menara yang terbentuk dari tumpukan para pemain yang berdiri di atas bahu pemain lainnya hi...
Sumber: Mahakarya Kuliner - 5000 Resep Makanan & Minuman di Indonesia Suryatini N. Ganie 13 Mei 2013 Gramedia Pustaka Utama