Tutup Kepala Daun Kuluk ini juga dipakai dalam kegiatan sehari-hari oleh para wanita yang sudah menikah. Biasanya dikenakan bersama kebaya katun pendek yang kedua ujungnya diikatkan di perut. Pandanannya adalah sarung yang dikenakan betis. Fungsi penutup kepala ini adalah melindungi kepala dari sengatan matahari. Cara mengenakan: sehelai selendang batik (+/-2 meter)pada sisi panjang diletakkan di tengkuk sama panjang kiri kanan. Ditarik kedepan kening lalu disilangkan, dilipat ke belakang sampai tengkuk,kemudian disimpulkan dan bagian ujungnya dibiarkan tergantung seperti daun. Sumber Dalam Buku" Kuluk Penutup Kepala Warisan Luhur dari Jambi" penggagas Ratu Munawwaroh Zulkifli Nurdin
Kuluk Duo Kain Penutup kepala ini sangat sederhana dan biasa dikenakan oleh para wanita yang berada di seberang Sungai Batanghari ketika keluar rumah. Saat malam hari hanya bagian mata saja yang tampak. Sedangkan pada siang hari wajah boleh diperlihatkan. Cara menggunakan: 1. Sehelai Kain Batik Jambi ditutupkan di kepala. 2. Salah satu sisi lebar di selipkan di belakang bahu dengan ketat. 3. Tarik sisi yang lain ke depan menutupi wajah (kecuali mata) Sumber: Dalam Buku" Kuluk Penutup Kepala Warisan Luhur dari Jambi" penggagas Ratu Munawwaroh Zulkifli Nurdin
Ikat kepala bagi laki-laki Melayu Jambi yang disebut Lacak semakin populer. Sebagai upaya melestarikan pemakaian lacak, di Jambi telah terbentuk Komunitas Lacak Jambi (KLJ). KLJ telah menetapkan duta lacak. Tak hanya itu, dalam berbagai kesempatan lacak juga telah dipakai dalam acara-acara pemerintahan, organisasi kemasyarakatan hingga karyawan hotel. Secara harfiah lacak bermakna bekacak atau gagah, ikat kepala ini dahulunya dipakai oleh para raja, laskar dan para Panglima Jambi.Kuluk atau tengkuluk pakaian khas Jambi untuk perempuan telah lebih dulu di kenal masyarakat. Kali ini, tengkuluk akan terlihat serasi dengan Lacak yang di gunakan oleh kaum lelaki dan saat ini gencar dipromosikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Lacak merupakan salah satu kekayaan budaya Negeri Jambi. Yang merupakan simbol kewibawaan, kebijaksanaan dan status sosial pemakainya. Lacak awalnya dikenal sebagai salah satu perlengkapan dalam pakaian adat pria Jambi. Untuk kaum Laki-...
Pencipta : M. Habibi Asy & Kuswanto, Spd.i Unduk Wak Kocai... Ado kabar baru.. Di dusun kito Ado cewek baru Duduk di muko. Dio pake baju biru Senyum-senyum samo aku wak Cewek itu sangat lucu Buayo makan cempedak Masak sekok di senaung Entah iyo tah idak Jangan buat aku bingung Memang dari dulu Gawe kamu meloloi aku Kato kamu cewek tu lucu Sekali tengok maca sumbu lampu Reff : Unduk wak kocai..ngapo kau dak pecayo yang aku lihat semuanyo itu nyato Memang lah aku dak pernah pecayo Di otak kamu isinyo cuma la batino Memang dari dulu wak Kau dak pernah pecayo Madak lah nyampe kini wak. Kau jadi bujang tuo. Sumber: http://www.tradisikita.my.id/2017/01/lirik-lagu-jambi-serampang-laut.html
Kelintang Jolo adalah sebuah alat musik tradisional pukul yang terbuat dari bahan kayu mahang atau bambu, terdapat lima batang kayu yang digantung dengan bagian tali. Bahan bambu yang digunakan berukuran sekitar 40 cm atau seukuran satu ruas bambu dibelah dua, kemudian sembilunya dicukil agar dapat menghasilkan nada pada saat dipukul, dengan tangga nada pentatonik yaitu DO, RE, MI, SOL, dan LA. Kata Jolo sendiri berasa dari kata "bejolo" yang artinya berselonjor. Dulu, kelintang ini dimainkan dengan berselonjor, namun sekarang kelintang Jolo sering dimainkan dengan cara dijinjing dan dipukul menggunakan dua tongkat kayu yang terbuat dari rotan untuk tangan kanan dan tangan kiri.
Tekuyung(siput sungai) sangat mudah didapatkan jika air sungai sedang surut. Dahulu di dusunku di Rantau Embacang setiap kali air sungai batang tebo surut anak-anak maupun para ibu-ibu sering kali mencari tekuyung. Selain rasanya yang enak gulai tekuyung konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satunya menurut cerita orang tua di kampungku gulai tekuyung bisa menyembuhkan penyakit diare. Dalam penyajiannya gulai tekuyung biasanya dicampur dengan sayur pakis. Berikut adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat gulai tekuyung: Tekuyung Pakis Santan Kelapa Bawang Putih Bawang Merah Serai air Penyedap Rasa Alamat Penjual: Resto Kajang Lako Jalan MT Haryono nomor 4 Telanai Pura, Jambi (Depan RSUD Raden Mattaher)
Jambi, tidak hanya menyediakan pemandangan alam serta pegunungan yang indah tetapi juga sebagai tempat berbagai macam tanaman pertanian yang tumbuh subur di daerah ini. Salah satunya adalah tanaman kentang. Oleh masyarakat sekitar buah kentang ini dapat diolah menjadi makanan ringan yang disebut dodol kentang. Rasa dodol yang terbuat dari kentang ini berasa lembut, manis tetapi tidak terlalu kenyal karena terbuat dari kentang pilihan dari varietas granola yang mempunyai tekstur lembut. Dodol kentang ini sebenarnya bukan makanan khas Kerinci. Namun, berkat campur tangan Pemerintah setempat melalui dinas perindustrian pada akhir 1990-an dodol kentang ini menjadi primadona makanan ringan yang dijadikan makanan khas Kabupaten Kerinci. Pada proses pembuatan dodol kentang ini bahan baku yang digunakan adalah kentang, kelapa, gula, tepung ketan putih, garam, vanili, dll. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah kuali besi, sendok goreng, tungku, pisau, alat cetakan, saringan, ba...
Dusun Lubuk Landai merupakan salah satu Dusun (Desa) yang sangat tua yang terletak di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dusun ini juga disebut sebagai kawasan tradisional karena adatnya yang masih kuat, kemudian bangunan tradisionalnya masih terlihat dan peninggalan sejarahnya menjadi kebanggaan masyarakat Lubuk Landai. Salah satu yang menjadi kebanggaan masyarakat tersebut berupa Makam Pakubuwono III yang berasal dari kerajaan Mataram. Tempat tersebut setiap tahun pada hari raya kedua masyarakat melaksanakan ziarah dan doa bersama. Pada tahun 1746 daerah Tanah Sepenggal didatangi oleh rombongan dari Mataram pulau Jawa yang dipimpin oleh pangeran Mangkubumi. Latar belakang kepergian Mangkumi dari kerajaan adalah karena adanya perselisihan dengan saudara kandungnya Pakubowono II. Mangkubumi adalah seorang pemberontak melawan penjajahan Belanda pada saat itu di Jawa. Pada saat perundingan dengan kompeni Belanda di Desa Ponogoro, Mangk...
Salah satu kuliner khas Jambi yang jarang dikenal orag adalah Sayur Umbut Kelapa. Sayur ini terutama sekali banyak dimasak dan konsumsi masyarakat daerah Talang Duku. Mungkin sebagian orang masih belum mengenal jenis makanan ini. Makanan ini diberi nama sayur umbut karena salah satu komponen penting yang harus dimasukkan adalah bagian umbut, atau bagian pucuk batang kelapa bagian dalam. Untuk mendapatkan bagian ini, kita harus mengorbankan pohon kelapa untuk ditebang, karena bagian ini terdapat pada bagian atas pohon kelapa, tepatnya pada bagian dalam batang yang melekatkan daun kelapa dengan batangnya. Sayur Umbut Kelapa Bagian ini jika dimakan dalam keadaan mentah, rasanya cukup enak, terasa manis dan cukup gurih untuk dikunyah secara langsung. Jika dimasak, rasa khas yang ditimbulkan dari umbut ini pun mulai terasa. Biasanya sayur umbut ini dimasak dengan santan, ditambah labu, kubis, dan kadang-kadang ditambah kacang panjang. Rasa lemak yang ditimbulkan oleh...