Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Jambi Talang Duku
Sayur Umbut Kelapa Jambi
- 1 Januari 2018

Salah satu kuliner khas Jambi yang jarang dikenal orag adalah Sayur Umbut Kelapa. Sayur ini terutama sekali banyak dimasak dan konsumsi masyarakat daerah Talang Duku.

Mungkin sebagian orang masih belum mengenal jenis makanan ini. Makanan ini diberi nama sayur umbut karena salah satu komponen penting yang harus dimasukkan adalah bagian umbut, atau bagian pucuk batang kelapa bagian dalam.

Untuk mendapatkan bagian ini, kita harus mengorbankan pohon kelapa untuk ditebang, karena bagian ini terdapat pada bagian atas pohon kelapa, tepatnya pada bagian dalam batang yang melekatkan daun kelapa dengan batangnya.

Sayur Umbut Kelapa Bagian ini jika dimakan dalam keadaan mentah, rasanya cukup enak, terasa manis dan cukup gurih untuk dikunyah secara langsung. Jika dimasak, rasa khas yang ditimbulkan dari umbut ini pun mulai terasa.

Biasanya sayur umbut ini dimasak dengan santan, ditambah labu, kubis, dan kadang-kadang ditambah kacang panjang. Rasa lemak yang ditimbulkan oleh santan yang kental membuat sayur umbut kelapa pun membuat lidah terus menerus mengecap dengan nikmat.

Ups..tunggu dulu, sayur umbut kelapa ini bukan hanya dihidangkan begitu saja, ada teman khas dari sayur ini, yaitu sambal pirik (sambal mentah, biasanya ditambah buah macang atau buah kemang) dan pasangan sejatinya adalah ikan asin (biasanya yang cocok adalah jenis ikan asin bulu ayam).

Sambal Pirik dan Ikan Asin Sensasi rasa yang lezat berasal dari sayur santan umbut yang berlemak, ditambah rasa pedas yang berasal dari sambal pirik, dan rasa asin yang berasal dari ikan asin membuat kombinasi menu ini sangat lezat dan huah, luar biasa.

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat makanan ini menjadi lebih enak, yaitu makanan ini disajikan dalam piring kaleng, nasi sedikit mutung (hangus yang menimbulkan aroma khas) dan makan bersama-sama membuat makanan ini menjadi luar biasa enaknya dan bakal mengalahkan menu lain.

Menu sayu umbut ini jika disajikan pada meja prasmanan pada acara-acara yang mengundang keramaian biasanya menjadi menu favorit yang sangat disenangi oleh para tamu, mengalahkan menu rendang, gulai ayam, ikan tepek, dan menu-menu lainnya.

Banyak tamu undangan yang hanya mengambil sayur ini untuk dinikmati, tanpa menggunakan nasi. Kebanyakan dari mereka sudah sangat merindukan akan menu ini, karena menu ini sudah sangat amat jarang ditemukan.

Menu sayur umbut ini masih amat sering ditemukan di Talang Duku, ketika seseorang ingin mengadakan hajatan atas pernikahan, sunatan, cukuran, ataupun acara yang mengundang banyak orang. yah,..itu lah sayur umbut, menu tradisional yang memiliki cita rasa khas dan lezat.

 

Sumber : https://www.imcnews.id/read/hmmm-lezatnya-sayur-umbut-kelapa-khas-talang-duku-jambi

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu