Pada tahun 70-an, gubernur Jambi mengadakan sebuah sayembara. Sayembara tersebut untuk menentukan rumah adat yang nantinya akan menjadi ciri khas Jambi. Akhirnya terpilihlah rumah yang bernama Kajang Leko. Kajang Leko merupakan rumah dengan konsep panggung yang berasal dari Marga Bathin. Saat ini masih banyak dijumpai di daerah Kampung Lamo, Rantau Panjang. Rumah panggung Kajang Leko memiliki ukurang kurang lebih 12 m x 9 m dan dihiasi ukiran-ukiran yang indah. Bagian atap bangunan disebut juga dengan Gajah mabuk. Bubungan atap disebut juga dengan jerambah atau lipat kajang dan terbuat dari anyaman ijuk untuk mencegah hujan. Rumah Panggung Kajang Lako memiliki 30 tiang yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 tiang palamban. (Sumber : http://rumahadatdiindonesia.blogspot.com/2014/02/rumah-adat-jambi-panggung-kajang-leko.html).
Tari Rangguk dapat diartikan pula dengan kata "anggukan". Tari tersebut berasal dari daerah Kerinci ini awalnya dijadikan sebagai media syiar agama Islam oleh seorang ulama terkenal. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini sering pula dipentaskan untuk acara festival kebudayaan yang ada di Kerinci, penyambutan tamu, serta hiburan semata. Jika pertunjukan tari Rangguk hanya untuk hiburan, para penari akan menganggukan kepala mereka sambil menabuh rebana dalam posisi duduk. Namun, jika tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu agung, para penari akan menabuh rebana dalam posisi berdidi dan sesekali menganggukan kepala mereka kepada tetamu. Gerakan utama berupa anggukan kepala menyimbolkan ucapan selamat datang kepada tamu itu sendiri. Karena penciptaan awal dari tarian ini untuk syiar Islam, maka kostum penaripun dikondisikan dalam keadaan tertutup. Penari pria mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Sedangkan penari perempuan memakai baju lenga...
Tradisi megalitik adalah kebiasaan mendirikan bangunan dari batu besar, yang biasanya dikaitkan dengan pemujaan terhadap leluhur ( ancestor worship ). Salah satu bentuk bangunan megalitik adalah batu silindrik (monolit). Kepercayaan akan adanya pengaruh yang kuat dari orang yang telah mati terhadap kesejahteraan kehidupan masyarakat mendorong masyarakat mendirikan bangunan batu besar (megalitik). Dengan pendirian bangunan tersebut, masyarakat berharap leluhur mereka dapat ikut menjaga dan melindungi kehidupan mereka. Dusun Kumun Mudik, Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Propinsi Jambi merupakan salah satu daerah yang masih bisa ditemukan tinggalan megalitik berupa Batu Silindrik. secara astronomis situs ini berada pada koordinat 02º 06′ 04.4” LS dan 101º 24’ 51.2” BT. Tinggalan megalitik yang terdapat di situs ini berupa batu silindrik yang berbentuk bulat memanjang dan pada bagian ujungnya dipangkas...
TAUH, adalah suatu tari yang menggambarkan tentang pergaulan/hubungan muda mudi (Bujang Gadis) pada zaman dahulu sampai sekarang yang diwariskan secara turun temurun. Sampai sekarang masyarakat tidak mengetahui secara pasti pencipta Tari Tauh yang telah mengakar ditengah-tengah masyarakat Rantau Pandan tempat dimana penelitian ini dilakukan. Pada saat sekarang, Tari Tauh sangat populer di Kabupaten Bungo sebagai tari tradisional vang. sangat disukai oleh masyarakat. Tari Tauh biasanya ditarikan ketika menyambut Rajo, Berelek Gedang, dan ketika Beselang Gedang (gotong royong menuai padi). Jumlah penari Tauh adalah 8 orang (4 wanita dan 4 laki-laki) dan termasuk jenis tari tradisi kerakyatan dengan lama pementasan tergantung kondisi sesuai panjang pantun dan kesanggupan penari dan tidak jarang dari senja hari sampai pagi hari. Adapun musik pengiring ialah Kelintang Kayu, Gong, Gendang dan Biol...
SEKATO, merupakan sebuah karya tari baru yang berangkat dari ragam gerak dasar tari daerah Jambi. Kehadiran tari Sekato ini merupakan suatu jalan dalam upaya untuk menambah perbendaharaan tari daerah Jambi. Tari ini adalah hasil dari kegiatan pengolahan tari yang dilaksanakan pada tahun 1992. Tari ini ditata oleh Sri Purnama Syam. Dalam penampilannya dibawakan oleh 8 penari yang terdiri dari 4 orang penari putra dan 4 orang penari putri. Tari ini menggunakan properti Kipas dan Payung dimana peggunaan Kipas dan Payung selain sebagai penghias juga mengandung arti untuk senjata dan perlindungan diri. Beberapa ragam gerak yang dominan dalam tari ini antara lain adalah gerak lenggang, langkah tigo, langkah tak jadi, buka ayun kipas. Tari ini telah dipentaskan di Taman Budaya Provinsi Jambi. Tari ini menggambarkan pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih, mereka bergembira bersama dan menari sebagai ungkapan dari rasa kebersamaan. Mus...
Jika anggota keluarga ”Orang Rimbo” meninggal dunia merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan bagi seluruh masyarakat adat”Orang Rimbo , terutama pihak keluarganya, mereka yang berada di sekitar rumah kematian akan pergi karena menganggap bahwa tempat tersebut tempat sial, selain untuk dapat lebih cepat melupakan kesedihan yang ada dengan meninggalkan tempat mereka tersebut dalam waktu yang cukup lama. Pada jaman dulu melangun bisa berlangsung antara 10 sampai 12 tahun. Namun kini karena wilayah mereka sudah semakin sempit (menjadi kawasan perusahaan, Taman Nasional Bukit XII) dan banyak dijarah oleh orang dari luar masyarakat”Orang Rimbo” , maka masa melangun menjadi semakin singkat yaitu sekitar 4 bulan sampai satu tahun saja. Wilayah melangun merekapun semakin dekat, tidak sejauh dahulu bahkan tidak ada lagi yang pergi melangun. Pada masa sekarang apabila terjadi kematian di suatu daerah, juga tidak seluruh anggota “Orang Rimbo” tersebu...
Tempoyak merupakan salah satu makanan khas dari Jambi. Tempyak merupakan hasil dari fermentasi durian. Sudah banyak aneka ragam makanan yang dipadukan dengan tempoyak ini, contohnya sambal tempoyak dan gulai tempoyak. Gulai tempoyak memiliki cita rasa yang manis dan asam yang bisa membangkitkan selera makan penyuka durian. Tentunya, ini merupakan suatu terobosan baru bagi para pencinta kuliner, khususnya pecinta durian. Seperti bahan-bahan gulai pada umumnya, gulai temoyak ini terdiri dari ikan patin, tempoyak, daun jeruk, daun salam, serai, dan jahe. Juga beberapa rempah-rempah seperti biasanya mulai dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri,gula pasir, lengkuas, dan kunyit. Cara membuat gulai tempoyak juga sangat mudah, dengan menumis bumbu rempah-rempah, lalu masukan tempoyak dan air, masak hingga mendidih. Setelah itu, masukan ikan patin, masak hingga ikan matang dan bumbunya meresap. Lalu gulai tempoyak siap disajikan. Untuk pengganti tempoyak,...
SEKATO, merupakan sebuah karya tari baru yang berangkat dari ragam gerak dasar tari daerah Jambi. Kehadiran tari Sekato ini merupakan suatu jalan dalam upaya untuk menambah perbendaharaan tari daerah Jambi. Tari ini adalah hasil dari kegiatan pengolahan tari yang dilaksanakan pada tahun 1992. Tari ini ditata oleh Sri Purnama Syam. Dalam penampilannya dibawakan oleh 8 penari yang terdiri dari 4 orang penari putra dan 4 orang penari putri. Tari ini menggunakan properti Kipas dan Payung dimana peggunaan Kipas dan Payung selain sebagai penghias juga mengandung arti untuk senjata dan perlindungan diri. Beberapa ragam gerak yang dominan dalam tari ini antara lain adalah gerak lenggang, langkah tigo, langkah tak jadi, buka ayun kipas. Tari ini telah dipentaskan di Taman Budaya Provinsi Jambi. Tari ini menggambarkan pasangan muda-¬mudi yang sedang memadu kasih, mereka bergembira bersama dan menari sebagai ungkapan dari rasa kebersamaan. Musik pen...
Bahan : 1 kg ikan belut 2 ikat daun pakis 5 gelas santan 1 lembar daun kunyit Garam secukupnya Cara memasak : Ikan belut difilet lalu dikukus, petik daun pakis. Tumis bumbu yang dihaluskan. Masukkan santan masak hingga mendidih. Kemudian masukkan ikan belut, aduk – aduk sebentar, masukkan daun pakis, daun kunyit, bumbu penyedap dan garam. Masak sampai mendidih, angkat dan sajikan hangat dengan nasi putih. Selamat mencoba. Alamat Penjual: Resto Kajang Lako Jalan MT Haryono nomor 4 Telanai Pura, Jambi (Depan RSUD Raden Mattaher) Sumber:file:///D:/KULIAH/KP/resep%20makanan%20indonesia/resep%20jambi/Aneka%20Resep%20Masakan_%20Gulai%20Belut%20Pakis.html