Adat Nusantara
528 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gendang Singanaki
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. Gendang khas Batak Karo terdiri dari dua bagian yaitu gendang yang penganaki dan anak gendang yang dinamakan gerantung/enek-enek. Gendang yang berukuran kecil dan ramping ini dibunyikan dengan alat pemukul. Gendang berfungsi sebagai pembuat ritme dalam satu ensambel musik gendang lima sendalanen yang dimainkan bersama sarune. Alat musik ini dimainkan pada saat upacara adat yang berkaitan dengan religi dan pesta muda-mudi (guro-guro aron).

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Sarune Bolon
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari logam. Sarune Bolon memiliki enam lubang nada dan berperan sebagai pembawa melodi. Alat ini termasuk bagian dari perangkat gondang sabangunan dari Batak Toba yang digabungkan dengan instrumen Taganing (perangkat gendang), gondang (gendang berukuran besar), ogung (gong), hesek (simbal), dan adap (gendang kecil). Sedangkan pada masyarakat Simalungun, sarune bolon merupakan bagian dari perangkat gindrang saparangguan. Sarune bolon dimainkan bersama gondrang sipitu-pitu, gondrang sidua-dua, ogung, mongmongan,dan sitalasayak saat upacara adat. 

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tali Sasayat / Sitalasayak
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari kuningan. Alat musik ini dimainkan dengan memasukkan jari telunjuk kiri dan kanan yang dikaitkan pada simpulan tali kemudian ditepuk-tepukkan. Sitalasayak dimainkan pada upacara adat masyarakat Batak Simalungun. Sitalasayak dimainkan bersama beberapa jenis alat musik gondrang sipitu-pitu (terdiri dari tujuh buah gendang), gondrang sidua-dua (terdiri dari dua gendang), ogung (gong), mongmongan (canang/gong kecil) dan sarune bolon (alat musik tiup).

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Gong Panganak
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari kayu dan kuningan. Pada masa lalu gong ini dibunyikan untuk mengumumkan perintah raja kepada rakyatnya, dan perangkat alat musik ini juga digunakan pada upacara adat kematian, perkawinan, memasuki kediaman baru, serta dewasa ini alat musik tersebut dimainkan pada saat upacara gereja, hari besar nasional dan menyambut tamu.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Gong Panganak
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari kayu dan kuningan. Pada masa lalu gong ini dibunyikan untuk mengumumkan perintah raja kepada rakyatnya, dan perangkat alat musik ini juga digunakan pada upacara adat kematian, perkawinan, memasuki kediaman baru, serta dewasa ini alat musik tersebut dimainkan pada saat upacara gereja, hari besar nasional dan menyambut tamu.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Fatricia
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Alat musik ini terbuat dari kuningan. Faricia adalah alat musik khas Nias yang dimainkan bersama dengan aromba (gong berukuran besar) dan fondrah / tutu (sejenis gendang panjang). Perangkat alat musim ini dimainkan saat upacara besar (owasa) dan pesta adat (perkawinan dan kematian). Permainan alat musik ini akan berlangsung selama beberapa hari sebelum upacara dilaksanakan agar masyarakat setempat dan yang berada di desa tentanggaa dapat mendengarnya.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Manuk Napinadar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Manuk Napinadar atau Ayam Napinadar adalah masakan khas Batak yang biasanya dihidangkan pada pesta adat tertentu. Untuk mengerjakan resep yang satu ini agak sedikit rumit, butuh waktu dan kesabaran. Pastinya inti dari masakan ini adalah di saos darah ayam itu sendiri. Masak Ayam Napinadar ini, ayamnya harus dipanggang terlebih dahulu, setelah itu lalu disiram dengan saos spesial yakni darah ayam (manuk) itu sendiri, dan dicampur dengan andaliman, bawang putih bubuk (yang sudah digiling sampai halus) lalu dimasak. Sama seperti kita menuangkan saos ke atas ayam yang sudah dipanggang. sumber wikipedia

avatar
M Luthfi Fathurrahman
Gambar Entri
Ni'owuru
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Ni'owuru adalah daging babi yang diawetkan dengan menggunakan garam.  Daging dioleskan atau ditaburkan dengan garam sebanyak-banyaknya. Semakin banyak garam maka semakin awet pula. Daging tetap awet dan tidak perlu ditaruh dalam kulkas. Cukup ditaruh dalam tempat tertutup seperti dalam baskom atau plastik. Daging ini bisa bertahan beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tempat penyimpanannya bagus. Soal rasa, pasti bisa ditebak, asin sekali, tapi rasanya tetap rasa daging khas asinnya.   Cara pengawetan seperti ini sudah turun temurun di nias sejak dari nenek moyang, karena dulu belum ada freezer atau kulkas sehingga inilah cara orang nias mengawetkan daging. Sebenarnya bukan hanya daging babi saja, bisa juga daging lain seperti daging ayam, ikan, dsb. Tetapi yg sudah menjadi kebiasaan adalah mengawetkan daging babi dengan garam, itulah yang dinamakan ni'owuru, daging babi yang diawetkan dengan garam.    Nias adalah sebuah suku yang mayo...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Mangulosi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Batak Toba merupakan slaah satu jenis Suku Batak yang ada. Pada adat pernikahan Batak Toba, Mangulosi (memberi ulos) merupakan salah satu ritual terpenting dalam adat pernikahan.  Menurut sejarahnya, ulos adalah sebuah tanda yang bisa mengayomi dan memberikan kehangatan bagi pemakainya. Tetapi dalam hal ini, ulos diartikan sebagai sebuah sarana pelindung yang mampu memberikan perlindungan, kasih sayang oleh si pemberi kepada si penerima ulos (dalam hal ini adalah pengantin). Dari bermacam jenis ulos yaang diterima, ulos hela merupakan ulos yang paling penting karena ulos tersebut merupakan pemberian Orang Tua kepada pengantin 

avatar
Maria Kristina