Wayang Kulit, kebanyakan orang mungkin menganggap bahwa wayang kulit adalah berbahasa jawa saja, atau hanya budaya suku jawa saja. Wayang Palembang adalah kesenian tradisonal yang terdapat di palembang, tidak jauh berbeda dengan wayang kulit lain, wayang kulit palembang punya tokoh-tokoh pewayangan yang sama dengan wayang kulit jawa, cerita yang di ambil pun juga cerita dari ramayana dan bharata yudha, yang membedakan hanya seragam pemain musik wayang dan dalang nya , beserta bahasa wayang nya yang menggunakan bahasa palembang. Wayang kulit palembang kini sedang di perjuangkan oleh pejuang seni wayang palembang itu sendiri agar selamat dari kepunahan, agak miris memang, banyak anak muda di palembang yang tidak mengetahui kalau daerah nya mempunyai seni pewayangan yang hebat. menurut sumber yang saya baca dan dengar, wayang palembang sendiri pernah mendapat bantuan dari UNESCO setelah para pejuang seni wayang palembang ini bekerja keras untuk menghidupkan kembali wayang palem...
Pempek adalah hasil olahan ikan yang populer di Indonesia. Makanan khas ini sering dijadikan oleh-oleh khas dari Palembang maupun Jambi. Namun sejarahnya, pempek sebenarnya berasal dari Palembang. Tahun 1400 sampai 1500-an masehi, penduduk Palembang mengadopsi bakso dari orang China yang datang ke wilayah mereka. Karena bahan baku bakso orang Cina tersebut tidak halal, maka masyarakat Palembang mengganti bahan bakunya, yaitu menggunakan sagu. Dan karena ikan air tawar melimpah di daerah tersebut, masyarakat mengkombinasikan sagu dengan ikan tersebut. (sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-asal-usul-pempek-yang-diributkan-jambi-dan-sumsel.html).
Arca Manusia Dibelit Ular berada di Dusun Tanjung Aro, Keluruhan Kuripan Babas, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Pada kegiatan inventarisasi yang dilaksanakan pada tahun 2010 oleh Tim Kelompok Kerja Dokumentasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Tinggalan megalitik yang berada di kaki Gunung Dempo ini, didatasebagaiinventaris nomor : SML/PGR/02/2010. Secara astronomis Arca Manusia Dibelit Ular berada di titik S S 04º001’17.2” E 103º14’11.1” Arca ini berada di area persawahan yang tidak jauh lokasinya dari pemukiman masyarakat. Arca Manusia Dibelit Ular memiliki ukuran ; panjang 1, 21 m, lebar 1 m dan tinggi arca 1 m. Dilihat dari posisi keletakan arca, Arca Manusia Dibelit Ular ini tidak jauh posisinya dari Kubur Batu yang berada di tengah pemukiman masyarakat Dusun Tanjung Aro. Arca figur manusia dibelit ular i...
Guritan Besemah adalah salah satu jenis sastra daerah masyarakat Besemah yang eksistensinya ditampilkan dalam bentuk “teater tutur”. Artinya, ia dituturkan secara monolog oleh seorang tukang cerita dalam bahasa Besemah dengan lagu tertentu dan memakai alat (bantu) yang disebut sambang yang dililit dengan kain (digetang) dan ditopangkan di bawah dagu, dan kadang-kadang pada kening penutur. Pada masa lalu guritan dituturkan pada malam hari di rumah warga dusun yang ditimpa musibah kematian, sejak hari pertama setelah jenazah dikebumikan sampai 3 malam berturut-turut. Penuturnya selalu laki-laki, biasanya berumur 50-an tahun ke atas. Tangan kanan penutur memegang pertengahan sambang atau agak ke bawah dan tangan kiri diletakkan di atas sambang, kemudian keningnya ditempelkan di atas tangan kiri itu. Penutur guritan tidak memandang penonton (audience) ketika sedang menuturkan cerita, ia memejamkan mata sebagai bentuk ekspresinya yang dalam. Lakon-lakon (judul) guri...
Permainan Cak Ingking Gerpak adalah permainan yang dilakukan dengan cara melompat satu kaki, dilanjutkan dengan melompat dua kaki secara bergantian pada petak-petak yang telah ditentukan. Sebenarnya jenis permainan ini ada hampir di seluruh nusantara, akan tetapi dengan nama yang berbeda-beda. Permainan bisa dilakukan kapan saja di setiap waktu luang, khususnya siang hari. Pemain biasanya berusia 6-13 tahun dengan jumlah yang tidak terbatas. Saran bermain berupa tempat terbuka yang sudah digambar petak-petak dan pecahan tembikar atau potongan papan kecil. Gambar petak-petak tersebut terdiri dari 7 petak dan seperti badan manusia. Permainan ini terdiri dari 5 tahap: 1. Pemain pertama menaruh atau melempar uncak (pecahan tembikar) pada petak satu. Kemudian melompat menggunakan satu kaki pada petak dua dan tiga. 2. Uncak ditaruh di punggung telapak tangan dan masuk setiap petak dengan menggunakan satu kaki. Pada petak ketujuh pemain berhe...
Permainan tawanan dimainkan anak-anak di Dusun Pagar Gunung daerah Pasemah, Kabupaten Lahat. Pemain yang umumnya berusia 12-15 tahun dibagi ke dalam dua regu. Setiap regu beranggotakan enam orang atau lebih. Arena bermain berupa tempat terbuka atau lapangan. Lapangan tersebut kemudian dibagi ruang bebas ditengah. Sedangkan di setiap sisi lapangan yang berlawanan menjadi ruang benteng dan ruang tahanan masing-masing regu. Satu pemain dari salah satu regu menyerang anggota musuh yang dianggap paling lemah. Jika penyerang berhasil menyentuh lawan yang dituju dan keluar suara sysss , maka serangan dianggap berhasil. Lawan tersebut menjadi tawanan yang akan dimasukkan ke ruang tahanan. Sebaliknya, penyerang juga dapat ditahan jika tersentuh oleh lawan dan keluar suara sysss . Selain tahap serang-menyerang, pemain juga dapat menyelamatkan teman satu regunya. Pemain tersebut harus berusaha menyentuh temannya yang ditawan dalam ruang tawanan musuh dan mengelua...
Prasasti Talang Tuwo pertama kali dikenali sebagai sebuah prasasti oleh Louis Constant Westenek pada tanggal 17 November 1920 di kaki Bukit Seguntang, yang dikenal sebagai tempat peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini berangka tahun 606 Saka (23 Maret 684 M), ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa, dan Bahasa Melayu Kuno. Orang yang pertama kali berhasil membaca prasasti ini adalah Van Ronkel dan Bosch. Prasasti ini menceritakan tentang pembangunan sebuah taman oleh raja Sriwijaya yang diperuntukan bagi rakyatnya. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa taman itu terletak disebuah tempat yang mempunyi pemandangan indah. Lahan yang digunakan untuk membuat taman ini berbukit-bukit dan berlembah. Di dasar lembah mengalir sebuah sungai yang menuju Sungai Musi. Taman itu diberi nama Taman Sriksetra, begitulah yang tercantum dalam prasasti yang ditemukan di Dusun Talang Tuwo, Kecamatan Talang Kelapa, Palembang. Berikut adalah terjemahan dari Prasasti Talang T...
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning. Jenis pempek yang terkenal adal...
Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu dan Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu, dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab.[2] Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket.[4] Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket...