Makanan ini biasanya tersedia di warung ataupun restoran sebagai pelengkap sayuran saja. Tidak ada rumah makan yang menyediakan menu khusus garu bunga pepaya. Biasanya menu ini disajikan bersama makanan ikan goreng, ikan bakar, atau makanan laut lainnya. Bahan: 1. 200 gram Ikan cakalang asap, suwir 2. 250 gram Bunga pepaya, siangi, rebus 3. 00 gram Daun melinjo muda, iris kasar 4. 10 lembar daun jeruk, iris halus 5. 2 lembar daun kunyit, iris halus 6. 4 lembar daun pandan, iris halus 7. 2 batang daun bawang, iris halus 8. 2 ikat kemangi, petiki daunnya 9. 2 cm jahe, cincang atau iris halus 10. 4 lembar daun pepaya muda, rebus, iris-iris 11. 3 batang serai, ambil bagian putihnyam iris halus 12. 100 ml minyak sayur. Bumbu dihaluskan: 1. 10 buah cabai merah keriting 2. 15 buah cabai rawit hijau 3. 12 buah bawang merah 4. Garam secukupnya Cara membuatnya: 1. Panaskan minyak,...
Bahan: 1. Ikan tenggiri 1 ekor, buang insang dan isi perutnya, potong-potong 2. Cabai merah 8 buah 3. Cabai rawit merah 8 buah 4. Bawang merah 8 butir 5. Bawang putih 3 siung , diiris Nomer 2 sampai 4 ditumbuk kasar 6.Tomat 1 buah 7. Air jeruk nipis 1 sendok makan 8. Serai 1 batang, diiris dan memarkan 9. Kunyit 1/2 jari, diparut 10. Daun kemangi 2 batang, dipetik 11. Garam dan lada secukupnya Cara membuatnya: 1. Tumis bumbu dan kunyit bersama serai dan ikan sampai tercium aromanya. Tambahkan bahan lainnya, beri garam dan lada. 2. Tambahkan satu gelas air, tutup (ungkep) sampai airnya menyusut. Hidangkan. Catatan: 1 ekor ikan = 1/2 kg Jeruk nipis bisa diganti dengan lemon cui khas Manado RM yang menyediakan: Beautika Manado Jl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (021) 381 2340 Beautika Manado Jl. Jendral Sudirman No. 52-53, Kawasan Nia...
Bahan: 1. Ikan tongkol 1 ekor (700 gram), buang insang dan isi perutnya, bersihkan 2. Bawang putih 4 butir 3. Bawang merah 4 butir 4. Kunyit 1/2 jari 5. Cabai merah 8 buah Poin 2 sampai 5 ditumbuk menjadi bumbu 6. Lengkuas 1 jari 7. Serai 1 batang Poin 6 & 7 dimemarkan 8. Daun jeruk 5 lembar, dirajang halus 9. Santan 1 liter 10. Garam dan lada secukupnya Cara membuatnya: 1. Iris ikan menjadi beberapa bagian. 2. Tumis bumbu dengan mentega bersama lengkuas dan serai, aduk rata. Masukkan ikan lalu aduk kembali, beri garam dan lada. 3. Tuangkan santan lalu kecilkan api sampai santan menyusut. Hidangkan Catatan: Ikan Tongkol bisa diganti dengan ikan segar yang sejenis Sumber: Buku variasi masakan Manado
Bahan: 1. Ayam kampung 1 ekor, bershkan, potong menjadi 8 bagian 2. Cabai merah 6 buah 3. Cabai rawit merah 6 buah 4. Bawang merah 6 butir 5. Bawang putih 2 siung 6. Jahe 1/2 jari 7. Kunyit 1/2 jari 8. Kemiri 6 buah Poin 2 sampai 8 ditumbuk = bumbu 9. Daun lemon cui 10 lembar, diremas 10. Daun bawang 1 batang diiris 11. Daun kemangi 2 tangkai, dipetik 12. Santan 3 gelas 13. Garam dan lada secukupnya Cara membuatnya: 1. Tumis ayam bersama bumbu, beri garam dan lada. Sambil diaduk, tuangkan santan, lalu kecilkan api. 2. Tambahkan semua bahan daun sampai santan menyusut. Hidangkan Catatan: Ayam kampung = 6-7 ons per ekor (ayam remaja = belum bertelur = dagingnya lunak) RM yang menyediakan: Beautika Manado Jl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683 Beautika Manado Jl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat,...
Salah satu tradisi adat yang berkembang bagi para nelayan di Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara adalah Festival Mane`e. Festival Mane`e merupakan sebuah ritual menangkap ikan dengan diiringi do`a-do`a yang dilantunkan dalam bahasa adat kuno dengan tujuan agar mendapatkan hasil tangkapan yang banyak disertai dengan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Ritual ini diawali dengan diadakannya musyawarah bersama antara pemuka adat dan perwakilan pemerintah daerah setempat untuk menentukan tanggal dilaksanakannya Ritual Mane`e. Setelah ditentukannya tanggal yang tepat, pemuka adat mulai membacakan do`a-do`a dalam bahasa adat kuno. Kemudian, masyarakat setempat mulai mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa muda yang masih muda) untuk dibuat menjadi jarring, di mana masyarakat menyebutnya dengan Sammy. Pada hari yang telah ditentukan, pemuka adat dan perwakilan pemerintah setempat beserta masyarakat beramai-ramai menuju Pantai Malo. Ditariknyalah Sammy sepanjang mungkin ke...
Upacara Tulude adalah upacara besar di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Upacara Tulude dilaksanakan setiap tanggal 31 Januari karena tanggal tersebut diyakini sebagai tanggal lahirnya kerajaan pertama di tanah Sangihe–Kerajaan Tampunganglawo. Rangkaian kegiatan dalam upacara Tulude adalah sebagai berikut: Mesahune-mapakasingka’u Tulude (pemukulan tambur keliling kota untuk pemberitahuan pelaksanaan upacara Tulude) Menensomahe sake su Bandara Naha Menensomahe sake su rumah jabatan Mendangeng sake su rumah jabatan Menengong mamaeng Memansele bawello (pemukulan tambur) Megause sake Memindura (penghormatan) Pemukulan nanaungang (gong) dan tambur Mendangeng tamong banua (tamong banua diarak menuju tempat upacara) Menengong tamong banua Mendae tamong banua Darumating (pengantar kata) Kakumbaede Menahulen...
Piatta adalah salah satu alat atau bagian yang terbuat dari kayu. Panjangny.a ± 1,5 m dengan bentuk persegien'lpat, kayu setebal 5 em ini pada kedua ujungnya dlbentukmaslng masing pada ujung yang satu hampir menyerupai mata · panah dan merupakan simbol jantan, dan pada ujung lainnya diberi lubang sebagai simbol betina. Untuk melengkapi alat ini, diikatkan seutas tali sepanjang 2 m. Pada ujung yang berlubang digunakan simpul mati, sedangkan pac;ja ujung lainnya digunakan simpul biasa. Maksudnya pada simpul biasa ini supaya tali dengan mudah dapat dipasangkan maupun dilepaskan. Alat ini berfungsi sebagai tempat di mana benang (sera manila hannep) yang akan ditenun dilingkarkan I dikaitkan, dan sebagai pasangan alat ini adalah alat yang disebut tarupanna. Pada alat ini terdapat benang yang melingkarnya dan kemudian ujung benang tersebut dipertemukan dengan ujung yang satu yang melingkaripiatta. Jika akan menenun, piatta diletakkan di depan, tepat di atas pangkuan...
Alat ini terbuat dari kayu, dan memiliki bentuk pipih dan sedikit melengkung. Adakalanya bentuk persegi empat, atau juga sedikit lonjong. PanjangnYa ± 30 cm, Iebar 20 cm, dan tebal ± 5 cm. Pada bagian luar lengkungan aiberi aliur memanjang, tempat tali piatta, selain itu ada juga yang menghiasi dengan sedikit ukuran. Sedangkan pada lengkungan bagian dalam, sisi yang melekat pada punggung penenun dibiarkan rata. Sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ
Alat ini terbuat dari serpihan bambu yang diatur dan diikatkan pada kayu. Bentuknya menyerupai sisir rambut, sedikit perbedaan dengannya hanyalah jika pada sisir mempunyai ujungguna menyisir, maka pada alat ini kedua ujung serpihan bambu yang telah diaturtadidiikatkan pada kayu. Panjan 'ralat in I± 1 m. Lebarnya 5 em, fungsinya untuk mengatur jarak kain tenunan. Dengan demikian, dalam satu unitalattenun kadang kadang terdapat dua maeam alat ini. Yang satu digunakan untuk tenunan yang jarang, sedangkan lainnya dipakai untuk tenunan yang lebih dekat jarak benang atau seratnya, atau untuk tenunan yang halus. Apabiia hendak menenun, alat ini ditempatkan di antara piatta dan tarupanna, pada kedua alat di mana benang yang akan dltenun dilingkarkan. sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ