Ikan parende adalah jenis makanan yang cukup terkenal di Wakatobi. Wilayah perairan Wakatobi yang cukup panjang, sangat kaya akan berbagai jenis ikan. Namun, untuk membuat ikan parende, masyarakat di sana biasanya menggunakan ikan kakap merah. Melihat sajiannya, masakan ikan parende lebih mirip sop ikan yang biasa ditemui di daerah Jawa. Mungkin yang menjadi spesial untuk menu ikan parende, yakni memilih ikan kakap merah. Pada tradisi zaman dulu, ikan kakap merah merupakan makanan masyarakat kelas atas. Tidak heran jika para nelayan Wakatobi, jika mendapatkan tangkapan ikan kakap merah diserahkan kepada sultan. Namun, sekarang ikan parende dengan ikan kakap merah, sudah menjadi makanan masyarakat umum. Selain itu, ikan Parende pun bisa dari jenis ikan lainnya. Bahan yang perlu dikumpulkan untuk pembuatan ikan parende, yakni: ikan kakap merah 500 gram dipotong menjadi enam bagian 1.500 ml air putih, dua batang daun sereh satu lembar d...
Pedole-dole merupakan acara memandikan seribu anak yang belum berusia lima tahun. Ritual tersebut bertujuan agar anak yang memasuki usia pertumbuhannya tidak sakit dan bisa tumbuh normal. Dole-dole merupakan upacara yang ditradisikan nenek moyang orang buton untuk menyambut bayi yang baru lahir, tujuannya agar si bayi tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit.Dalam tradisi buton pada bayi atau anak balita yang telah menjalani prosesi dole-dole akan tumbuh sugesti positif kepada orang tua bayi dan meyakini sang buah hati tumbuh sehat, karena ritual tersebut difungsikan sebagai imunisasi. Dole-dole merupakan upacara yang ditradisikan nenek moyang orang buton untuk menyambut bayi yang baru lahir, tujuannya agar si bayi tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit.Dalam tradisi buton pada bayi atau anak balita yang telah menjalani prosesi dole-dole akan tumbuh sugesti positif kepada orang tua bayi dan meyakini sang buah hati tumbuh sehat, karena ritual tersebut difungsikan sebagai im...
Sarung / tenun buton terdiri atas 2 jenis yaitu leja dan Pidongko. Leja biasanya memiliki motif berupa garis-garis dan selalu digunakan oleh kaum perempuan. Didesa Wabula, Kab. Buton, biasanya sarung buton di pakai pada saat ada hajatan/acara besar seperti acara adat Pesta kampung Tahun Masyarakat Wabula yaitu Pidoano Kuri, pernikahan, walimah, dll. Sumber: http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2307/tenun-buton http://www.hippma-laswabulkendari.or.id/2017/04/ayo-kenali-jenis-dan-nama-sarung-tenun.html
Festival Pekande-kandea adalah tradisi masyarakat Buton, yang pada zaman dahulu dilaksanakan untuk menyambut para pejuang kembali dari medan pertempuran. Dalam bahasa Buton sering juga disebut Bongkaana Tao (merupakan acara pembukaan tahun sebagai doa kesyukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen/rezeki yang diperoleh selama satu tahun). Juga dapat dilaksanakan setelah melaksanakan hajatan (pesta syukuran) sesuai dengan ketentuan adat istiadat, misalnya melaksanakan Kawia (pernikahan), Posipo (peringatan 7 bulan kehamilan), Tandaki (bagi anak laki-laki yang memasuki akil baliq), Posusu (bagi anak perempuan yang memasuki usia remaja), dan Posuo (remaja putri yang beranjak dewasa). Bahkan pada acara-acara peringatan meninggalnya seseorang pun, kadang diakhiri dengan Pekande-kandea walaupun dalam skala kecil. Pekande-kandea yang berarti makan bersama dengan duduk bersila berhadap-hadapan antara penjaga talang dengan pengunjung/tam...
Tarian ini berasal dari masyarakat Todanga, Kecamatan Kapontori. Dilakonkan 12 penari yang terinspirasi dari penanggalan Islam yang terdiri 12 bulan.Tarian ini dimainkan masyarakat Todanga sejak awal masuknya Islam di Kerajaan Buton. Penari juga dilengkapi dengan panah yang terbuat dari bambu yang dilengkapi dengan aksesoris bulu ayam. Intisari dari tarian ini tentang ajaran kekuatan antara “si Pincang” dan “si Mati”. Dalam adu kekuatan itu “si Pincang” dapat mengalahkan “si Mati” mengandung makna kebenaran selalu menang meski yang memperjuangkannya secara fisik tidaklah sempurna. Sumber: https://zonasultra.com/festival-budaya-tua-peradaban-buton-pesonakan-indonesia.html
Kamali atau yang lebih dikenal dengan nama malige berarti mahligai atau istana, yaitu tempat tinggal raja atau sultan dan keluarganya. Rumah adat ini juga tahan gempa. Istana Sultan Buton (disebut Kamali atau Malige) meskipun didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa tali pengikat ataupun paku, bangunan ini dapat berdiri dengan kokoh dan megah di atas sandi yang menjadi landasan dasarnya. Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan kayu. Bangunannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin keatas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar. Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau paku kayu. Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, hingga jumlah sel...
Bunga nenas bermahkota, berarti bahwa yang berhak untuk dipayungi dengan payung kerajaan hanya Sultan Buton saja. Nenas merupakan buah berbiji, tetapi bibit nenas tidak tumbuh dari bibit itu, melainkan dari rumpunya timbul tunas baru. ini berarti bahwa kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak beranak yang dapat diwariskan kepada anaknya sendiri. Falsafah nenas in dilambangakan sebagai kesultanan Buton, dan Malige Buton mirip rongga manusia. Sumber: http://greatbuton.blogspot.co.id/2009/08/rumah-adat-buton-maligekamali.html
Orang Buton sejak jaman dulu sudah mengenal pertanian. Rongi merupakan sebuah desa yang umurnya sudah sangat tua. Lokasinya terletak sekitar 30 km dari pusat Kota Baubau. Desa ini terkenal sejak zaman dulu sebagai desa tempat hidup petani-petani tradisional yang memiliki kemampuan pertahanan pangan yang baik. Kebiasaan turun-temurun warga desa ini menyimpan bahan pangan bahkan bisa menjadi pelajaran penting bagi Indonesia yang bertanah paling subur di dunia, tapi tetap saja menjadi pengimpor beras. Karena kemarau yang panjang, kelaparan hebat pernah melanda seluruh wilayah kesultanan Buton. Seluruh daerah di pulau penghasil aspal ini kelaparan kecuali Rongi. Warga dari desa lain berdatangan ke desa itu untuk menukar barang yang mereka bawa dengan makanan simpanan warga Rongi. Karena kisah yang terus dikenang itu pulalah pemerintah setempat pernah mengganti namanya menjadi Desa Sandang Pangan. Tapi Rongi tetap saja jadi nama yang lebih populer sampai sekarang. Kemampua...
Bahan-bahan 1/4 ayam potong 4 potong pindang Daun kemangi Sereh 2 ruas jari Laos 2 ruas jari Jahe 3 lembar Daun jeruk 4 siung Bawang merah 1 siung Bawang putih Cabe rawit 7biji dan rawit merah 3bj 1 biji Cabe merah besar secukupnya Garam 1 bungkus Royco 1 bungkus Asam jawa 1 buah Tomat Daun kemangi 1 lembar Daun salam secukupnya Gula merah 300 ml Air mineral Langkah Goreng terlebih dahulu pindang dan ayam hingga kecoklatan sisihkan Rebus asam jawa hingga mendidih Masukan semua bumbu yang sudah dicincang kecuali rawit merah Setelah harum baru masukan pindang dan ayam yang telah digoreng Mendidih sedikit baru masukan daun kemangi garam dan gula royco lalu test bila rasa tlah cukup baru angkat dan sajikan RM yang menyediakan: RM Bersaudara Jl Yos Sudarso No. 15, Baubau, Sulawes...