monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
106 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Uempoi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

Uta Kelo (Sayur Kelor) adalah salah satu kuliner khas masyarakat Sulawesi Tengah. Kuliner yang satu ini identik dengan kehidupan salah satu suku terbesar yang mendiami kawasan Sulawesi Tengah yaitu suku Kaili. Cita rasanya yang khas dan unik menjadikannya sebagai salah satu identitas kuliner Sulawesi Tengah. Uta Kelo berasal dari bahasa Kaili yang artinya Sayur Kelor. Sesuai dengan namanya, Uta Kelo adalah kuliner yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utamanya. Tanaman Kelor (Merunggai) dapat dijumpai di hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Tanaman ini biasanya tumbuh liar dan dapat tumbuh hingga mencapai 11 meter. Oleh masyarakat, tanaman ini dijadikan sebagai pagar pembatas lahan atau tanaman pekarangan. Daun dan buah tanaman ini dapat diolah menjadi bahan makanan. Uta Kelo adalah kuliner yang berbahan dasar daun kelor dengan kuah santan kental. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan irisan terung muda, pisang muda, dan lamale (udang halus). Kuah santan yang gurih,...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Bawang Goreng Palu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

Bawang Goreng di Palu memiliki ciri khas tersendiri, selain terasa wangi bawang yang cukup tajam, rasa  bawang goreng palu  terasa lebih gurih dan kepingan-kepingan bawangnya renyah. Bukan hanya itu, bawang goreng ini jika disimpan dalam waktu lama bisa awet hingga setahun. Pemilik beberapa usaha yang ada di kota Palu menyebutnya bawang goreng yang berbahan baku bawang batu. Jenis bawang ini berkembang dengan baik di Lembah kota Palu dan Kabupaten Sigi dengan kualitas nomor satu yang memiliki kandungan air sangat minim. Bisa dibeli di: Sofie Localfood Jalan Dewi Sartika (Depan Masjid Al Amin), Palu, Sulawesi Tengah Sumber: http://wisatapalu.com/bawang-goreng-palu-yang-mendunia-dengan-rasa-renyah

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Bawang Goreng Sigi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

Bawang Goreng Sigi merupakan olahan bawang daerah Palu yang dinilai memiliki ciri khas tersendiri, selain wangi bawangnya yang lebih tajam, rasa bawang goreng palu juga lebih gurih dan keping bawangnya juga renyah. Tak hanya itu, bawang goreng ini bisa awet hingga setahun lamanya. Bawang khas dari kota ini hanya dapat tumbuh di tanah Kota Palu, dan konon tidak bisa tumbuh di kota lainnya di Indonesia, bahkan di kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah. Rasanya, gurih dan tidak ada sedikitpun rasa pahit yang tersisa di lidah, berbeda dengan bawang goreng biasanya.   Berikut bahan dan cara pembuatan Bawang Goreng Sigi   Bahan-bahan 1 ikat bawang mentah (bawang merah khusus untuk bawang goreng) Sedikit garam Secukupnya minyak goreng   Cara Membuat Potong bawang dari tangkainya, kupas, lalu cuci bersih dan iris tipis Tiriskan di saringan beri garam aduk rata biarkan beberapa saat 20-30 menit. Lalu goreng hingga...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Legenda Tanduk Alam
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tengah

Legenda Tanduk Alam – Cerita Rakyat Sulawesi Tengah Tanduk Alam adalah seorang penyebar agama yang berasal dari Palembang. Dia dikenal orang yang bijaksana dan berwawasan luas. Untuk menyebarkan ajaran agama, ia berlayar sampai ke Negeri Banggai, Sulawesi Tengah Di tempat tinggalnya yang baru ini, ia bekerja sebagai ahli emas. Ia membuat bermacam- macam perhiasan emas dan salah satu pelanggannya adalah Adi Cokro, raja Banggai. Selain membuat perhiasan, Tanduk Alam juga mengajarkan agama dan memberikan nasihat kepada rakyat Banggai. Hal itulah yang membuat Baginda Adi Cokro menyukai Tanduk Alam. Menurutnya, Tanduk Alam membuat kehidupan rakyatnya menjadi Iebih balk. Suatu hari, Baginda Adi Cokro kebingungan. Putri kesayangannya hilang. Ia segera mengerahkan empat orang basalo atau pembantunya untuk mencari sang putri. Setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, para basalo itu melaporkan bahwa putri telah diculik oleh orang-orang Tobelo. Menurut kabar, putri d...

avatar
Niafauzi
Gambar Entri
Tari Posisani
Tarian Tarian
Sulawesi Tengah

Tari Posisani.  Posisani berarti perkenalan, tari ini merupakan tari pergaulan yang menggambarkan kegembiraan mda-mudi saat pesta. Mereka bergembira bersama sambil menari dan menyanyi. Para gadis menari dengan memainkan kerincing. Di saat inilah mereka berkenalan antara satu dengan yang lainnya, dan pada akhirnya mereka menemukan pasangan hidup. Pakaian Tari Posisani sama dengan pakaian yang digunakan pada Tari Jepeng, yaitu blus lengan panjang (bahasa Kaili : Baju Pasua) berwarna merah jambu. Pada pergelangan tangan blus ini, diaplikasi dengan kain warna biru yang bersulamkan benang emas sebagai pengganti gelang tangan. Pakaian Tari Posisani ini mengunakan selempang (bahasan Kaili : Nosampa) berwarna ungu dan putih yang dihiasi dengan picing/mote warna kuning, bermotifkan taiganja.  Pada bagian bawah, memakai celana panjang sebatas mata kaki (Puruka ndate) berwarna merah jambu. Pada pergelangan kaki celana ini diaplikasi dengan kain berwarna biru yang dihiasi dengan...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Tari Morego
Tarian Tarian
Sulawesi Tengah

Morego adalah sejenis tarian untuk menyambut kepulangan para pahlawan dari medan perang dengan membawa kemenangan. Sebelum melakukan tarian ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para penari diantaranya meminta restu kepada pemangku adat, setelah itu mencari wanita pasangan menari yang belum menikah. Source: http://www.tradisikita.my.id/2016/09/10-tari-tradisional-sulawesi-tengah.html

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Nosuna
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Disebut juga Khitan. Upacara ini sudah menjadi adat dan tradisi di kalangan masyarakat Kaili sejak masuknya Islam hingga dewasa ini, secara turun temurun. Upacara nosuna (khitan) dilaksanakan pada anak laki-laki dan perempuan. Namun pada bahagian ini hanya diuraikan khusus pada upacara nosuna bagi anak laki-laki yang dilakukan menjelang anak berumur sekitar 7 sampai 8 tahun, yaitu pada anak-anak yang belum memasuki puber atau balig (nabalego). Maksud dan Tujuan Upacara Upacara ini dilaksanakan karena mempunyai maksud dan tujuan tertentu menurut adat dan kepercayaan masyarakat setempat, yaitu : §  Mentaati perintah agama (sunah Nabi) yang disebut  Noinpataati Parenta Nabita  (mengikuti perintah Nabi Muhammad SAW). §  Nompakavoe koro  (mensucikan diri) . §  Nompataati ada  (mematuhi adat kebiasaan masyarakat agar sang anak tersebut (yang disunat) terlepas dari dosa, di samping anak itu terhindar dari berbaga...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Nokeso
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Salah satu upacara pada usia menjelang usia baligh dewasa ini ialah upacara nokeso, yaitu upacara menggosok gigi bagian depan sampai rata, baik bagian atas maupun bagian bawah bagi seorang anak perempuan menjelang baligh (nabalego). Teknis upacara nokeso ini ditentukan oleh vati sesuai status sosial dan atau warisan yang pernah diterimanya dari orang tua atau nenek moyangnya. Bagi keturunan raja/bangsawan vati, ditentukan oleh ketua dewan adat. Tujuan Upacara Tujuan upacara ini adalah mengantar anak perempuan memasuki masa gadis ( karandaa ) agar dapat bahagia tanpa gangguan mental dan phisik, serta harapan memasuki pintu perkawinan dengan baik, panjang umur, murah rezeki, ataupun menjaga dirinya, tutur katanya serta adat istiadat leluhurnya. Sesungguhnya upacara ini adalah suatu upacara peresmian/pernyataan orang tua bahwa putrinya telah mengakhiri masa kanak-kanaknya dan memasuki alam kedewasaan. Waktu Upacara Upacara ini biasanya dilaksanakan pada masa sebelum...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Nobau
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Upacara Nobau adalah suatu upacara yang dilaksanakan oleh orang dewasa, khususnya orang tua manakala anak-anak dari suatu keluarga ada yang mengalami gangguan penyakit atau kurang sehat seperti nabaka-baka (banyak tumbuh luka pada bagian anggota badan), nange’e / nakeru keru (hidup kerdil dan kurus sebagai akibat pertumbuhan tubuh kurang normal seperti berkudis, termasuk penyakit tuli, bisu, dan sebagainya. Menurut kepercayaan masyarakat bahwa keadaan yang kurang sehat yang dialami oleh anak-anak dalam keluarga itu adalah akibat  nakaratea  (gangguan roh nenek moyang) sebagai akibat kelalaian orang tuanya mengadakan adat atau telah melupakannya. Bila segala upaya pengobatan telah dilakukan, ternyata anak-anak belum sembuh, berarti ada  nengoimo  (upacara adat sudah harus dilaksanakan). Tetapi upacara ini tetap dilaksanakan oleh semua anggota keluarga walaupun belum ada yang mengalami berbagai macam penyakit, sebagai upaya preventif. Nama lain upacar...

avatar
Fennec_fox