Tari Maku-maku adalah tarian tradisional yang bersifat sosial yakni merupakan tarian pergaulan yang bertujuan untuk mempererat keakraban antara anggota masyarakat dalam hal ini anak cucu Maluku. Tarian ini secara garis besar merupakan lambang persekutuan anak-anak masyarakat Maluku. Daerah sebarannya umumnya dapat ditemui pada provinsi Maluku.
Tari Maku-maku adalah tarian tradisional yang bersifat sosial yakni merupakan tarian pergaulan yang bertujuan untuk mempererat keakraban antara anggota masyarakat dalam hal ini anak cucu Maluku. Tarian ini secara garis besar merupakan lambang persekutuan anak-anak masyarakat Maluku. Daerah sebarannya umumnya dapat ditemui pada provinsi Maluku.
Sebuah kesenian rakyat Gayo yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh Abdul Kadir To’et. Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah.
Sambal colo-colo ini merupakan sambal khas Ambon yang terkenal sangat pedas rasanya. Sambal colo-colo ini telah menjadi pelengkap wajib bagi masyarakat Maluku. Sambal colo-colo terbuat dari tomat muda, bawang merah, dan cabe rawit yang diiris tipis lalu diberi taburan garam dan disiram jeruk nipis. Tanpa diulek. Sambal colo-colo ini juga dapat ditambahkan dengan daun kemangi, irisan kenari mentah, atau rarobang. Dapat juga ditambahkan kecap manis. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Dedes Jl. Sultan Babullah No.47, Kel Silale, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97112 (0911) 356188
Benteng Belgica pada awalnya merupakan sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Kemudian, di lokasi benteng tersebut dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.
Papeda merupakan makanan khas Ambon, namun makanan serupa juga dikenal dalam kebudayaan papua atau bahkan Sulawesi Selatan. Selain itu, masyarakat di beberapa negera Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam juga mengenal makanan tradisional ini, namun dengan nama yang berbeda-beda. Selain nasi, papeda bagi sebagian masyarakat Indonesia Timur juga dijadikan sebagai makanan pokok. Papeda terbuat dari bahan utama berupa tepung sagu. Cara membuatnya pun sangat mudah, hanya dengan mencampurkan tepung sagu dengan air panas. Meski demikian, diperlukan ketelitian untuk menakar panasnya air, karena jika air yang dicampurkan tidak panas atau kurang panas, maka pembuatan papeda biasanya akan gagal. Ketika air panas sudah dicampurkan ke dalam tepung sagu, maka adonan tersebut kemudian diaduk-aduk hingga rata dengan menggunakan bambu yang dibuat menyerupai sumpit. Saat adonan papeda sudah kental, barulah kemudian disajikan dengan campuran kuah ikan kuning. Kuah ikan...
Masyarakat Maluku mengenal suatu kesenian tradisi unik yang erat hubungannya dengan nuansa mistis bernama bambu gila. Permainan bambu gila yang memiliki nama asli Baramasewel konon sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam dan Kristen di tanah Maluku. Cara memainkan bambu gila sangat sederhana, para pemain hanya memeluk dan menahan laju bambu yang bergerak melonjak sesuai kemauan sang pawang. Sebelum permainan bambu gila dimulai, sang pawang bertugas membakar kemenyan yang dibawanya menggunakan wadah dari tempurung kelapa. Asap dari pembakaran menyan kemudian “dimasukkan” ke dalam bilah bambu. Proses ini menjadi penting dalam permainan tradisional bambu gila, karena proses ini merupakan upaya untuk mengundang sesuatu yang gaib untuk masuk dan menggerakan bambu. Ketika pawang sudah berhasil memasukan sesuatu yang gaib ke dalam bilah bambu, maka bambu dengan sendirinya akan bergerak. Para pemain harus memeluk dan menahan laju bambu di bawah kuasa sang pawang...
Provinsi Maluku tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang masih asri. Banyak tempat di Maluku yang belum tereksplore dengan baik, padahal sejatinya Maluku memiliki banyak potensi wisata yang perlu dikembangkan lebih baik lagi. Lain halnya dengan sektor wisata kulinernya, Maluku menawarkan beragam sajian kuliner yang lezat dan menggoda selera. Salah satunya yang cukup tersohoe adalah sajian Ikan Kuah Pala Banda. Ikan Kuah Pala Banda ini merupakan kuliner khas dari Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Ikan Kuah Pala Banda ini merupakan salah satu kuliner kebanggaan masyarakat setempat. Ikan Kuah Pala Banda - Kuliner Khas Maluku Bahan utama untuk membuat sajian Ikan Kuah Pala Banda adalah Ikan kakap atau Ikan kerapu dan buah pala. Sesuai dengan namanya, ikan kuah pala banda. Buah pala ini nantnya menjadi bumbu perasa yang istimewa. Sajian ikan kuah pala banda ini memiliki cita rasa yang lezat dengan perpaduan rasa asam dan ped...
Sambal ikan colo-colo adalah sambal khas Ambon, sambal ini sangat terkenal pedas, dan hampir masyarakat Ambon tidak pernah lepas dari sambal ini, bahan-bahan yang digunakan juga bahan yang sudah umum dan banyak digunakan, cara mendapatkannya mudah dan banyak tersedia di pasaran. Bahan-bahan yang harus dipersiapkan : 10 buah cabe merah, iris kasar 6 siung bawang merah, iris kasar 2 sdm kecap manis 1 sdm mentega cair atau minyak goreng 1 sdm jeruk nipis Cara Membuat sambal ikan colo-colo : Campur semua bahan, aduk sampai rata. Hidangkan sambal sebagai pendamping ikan bakar, ditemani lalap sayur mentah, seperti terung, kacang panjang dan daun selada. Sambal Ikan Colo-Colo siap dihidangkan Sambal yang enak akan membuat hidangan anda menjadi istimewa, sambal yang sedap akan membuat meja makan anda semakin meriah. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Dedes...