Dalam kalender pertumbuhan padi selalu disertai dengan upacara-upacara yang selalu dilaksanakan oleh seseorang pemimpin adat. Seperti banyak peladang lain, para peladang Dayak juga percaya bahwa padi bernenek moyang manusia, padi memberikan berkat berupa beras. Padi diyakini mempunyai roh yang harus dilindungi dari pengaruh jahat dan hama. Oleh karena itu, pada saat pembukaan hutan dilakukan pemberian sesajen, isinya berupa nasi, buah pinang, garam, telur dan do’a-do’a ditujukan kepada berbagai roh pohon dan dewa-dewa padi. Sementara padi masak, bunga-bunga besar berwarna merah mekar diseluruh ladang memberi petunjuk bahwa padi akan segera dapat dipanen. Kemampuan menghasilkan panen yang baik menunjukkan nilai batin si peladang. Pada hari penanaman padi secara kelompok kembali disediakan sesajen kepada dewa-dewa padi yang diletakkan ditengah ladang. Selain padi, tumbuh-tumbuhan yang penting untuk upacara seperti kunyit dan jahe ditanam...
Seperti halnya daerah lain di nusantara, masyarakat Kutai memiliki sajian khas untuk bersantap di pagi hari. Ada beragam jenis jajak (jajanan pasar) yang biasa menjadi menu sarapan khas warga Kutai. Kesemua jajak tersebut memiliki rasa yang berbeda, mulai dari manis, gurih, hingga pedas. Salah satu di antara jajak yang menjadi menu favorit untuk sarapan adalah pulut nasi. Penganan ini terbuat dari beras dengan tekstur lembut serta memiliki cita rasa gurih-pedas. Melihat tampilannya, bentuk pulut nasi terlihat seperti bebongko – jenis jajak lain dari Kutai. Pulut nasi dibungkus dengan daun pisang yang dilipat ke tengah dari kedua sisinya. Untuk merapatkan lipatan daun pisang, disematkan sebatang lidi di bagian tengah. Saat bungkus daun pisang dibuka, akan terlihat bagian isi. Melihat isi di dalam bungkusan, penganan ini terlihat seperti arem-arem atau lontong. Seperti halnya arem-arem dan lontong, pulut nasi pun terbuat dari nasi. Hanya saja,...
Pesta Iraw Tengkayu ini merupakan suatu bagian dari unsur kebudayaan Indonesia yang lahir dan berkembang pada masyarakat tidung sebagai wujud dan bentuk interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Tradisi Iraw Tengkayu ini bertujuan untuk memperlihatkan sebuah tindakan rasa syukur masyarakat nelayan di kota ini sehingga pesta ini dikonotasikan sebagai pesta laut. Di dalam perkembangannya tradisi ini bisa memperlihatkan resistensi budaya yang tetap berkembang dan bertahan dalam masyarakat tidung yang cukup berpotensi sebagai atraksi daya tarik wisata kota ini. Acara rutin ini telah mendapatkan respon dari pemerintah daerah dengan ditetapkan perayaannya dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali ini digabungkan bersamaan dengan peringatan hari jadi Kota Tarakan (Borneo) kalimantan utara
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Dan, di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara....
Tradisi memanjangkan telinga dapat dijumpai di pedalaman Kalimantan Timur dengan melewati jalur sungai dan menempuh waktu berhari hari. Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu,namun tidak semua suku Dayak mau melakukannya. kebanyakan dari mereka yang melakukannya adalah perempuan,suku dayak beranggapan semakin panjang telinga mereka maka semakin cantiklah mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa telinga panjang digunakan untuk mengetahui usia seseorang,saat lahir seorang bayi akan dipasangkan anting atau manik yang sangat berat di ujung telinganya. Jumlah itu akan bertambah setiap tahunnya sesuai dengan umurnya. Itulah yang menyebabkan telinga mereka semakin panjang.
Seperti halnya daerah lain di nusantara, masyarakat Kutai memiliki sajian khas untuk bersantap di pagi hari. Ada beragam jenis jajak (jajanan pasar) yang biasa menjadi menu sarapan khas warga Kutai. Kesemua jajak tersebut memiliki rasa yang berbeda, mulai dari manis, gurih, hingga pedas. Salah satu di antara jajak yang menjadi menu favorit untuk sarapan adalah pulut nasi. Penganan ini terbuat dari beras dengan tekstur lembut serta memiliki cita rasa gurih-pedas. Melihat tampilannya, bentuk pulut nasi terlihat seperti bebongko – jenis jajak lain dari Kutai. Pulut nasi dibungkus dengan daun pisang yang dilipat ke tengah dari kedua sisinya. Untuk merapatkan lipatan daun pisang, disematkan sebatang lidi di bagian tengah. Saat bungkus daun pisang dibuka, akan terlihat bagian isi. Melihat isi di dalam bungkusan, penganan ini terlihat seperti arem-arem atau lontong. Seperti halnya arem-arem dan lontong, pulut nasi pun terbuat dari nasi....
Dalam kalender pertumbuhan padi selalu disertai dengan upacara-upacara yang selalu dilaksanakan oleh seseorang pemimpin adat. Seperti banyak peladang lain, para peladang Dayak juga percaya bahwa padi bernenek moyang manusia, padi memberikan berkat berupa beras. Padi diyakini mempunyai roh yang harus dilindungi dari pengaruh jahat dan hama. Oleh karena itu, pada saat pembukaan hutan dilakukan pemberian sesajen, isinya berupa nasi, buah pinang, garam, telur dan do’a-do’a ditujukan kepada berbagai roh pohon dan dewa-dewa padi. Sementara padi masak, bunga-bunga besar berwarna merah mekar diseluruh ladang memberi petunjuk bahwa padi akan segera dapat dipanen. Kemampuan menghasilkan panen yang baik menunjukkan nilai batin si peladang. Pada hari penanaman padi secara kelompok kembali disediakan sesajen kepada dewa-dewa padi yang diletakkan ditengah ladang. Selain padi, tumbuh-tumbuhan yang penting untuk upacara seperti kunyit dan jahe ditanam...
Tari ngeleway dikenal sebagai tarian pelengkap pada upacara perkawinan Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung. Tarian ini diadakan ketika acara naik kepala yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dari semua golongan umur. Untuk wanita menggunakan kain ta’ah, kebaya lengan panjang dengan leher bundar dan selendang sedangkan penari laki-laki menggunakan cawat, baju dari kulit jomo dan kesapu dank ain yang bercorak kotak-kotak serta Mandau yang diikatkan dipinggang. Pelaksanaannya selalu pada siang hari saat kedua mempelai dipersandingkan (Ibid, 79).
Tari ngerangkau adalah tarian khusus yang diadakan untuk upacara Kwangkai, bermaksud untuk mengundang roh si mati untuk bersama-sama dengan keluarga bersuka ria. Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung percaya bahwa tarian ini dapat mendatangkan roh yang meninggal. Tarian ini dibawakan oleh laki-laki maupun perempuan, tidak ada batasan jumlah penari dalam tarian ini. Dilaksanakan di tumah duka yang mengadakan upacara Kwangkai, dilakukan malam hari sampai dinihari. Tarian ini baru dilaksanakan jika penari sudah mendapat isyarat dari sang pawang. Saat tarian dilaksanakan sang pawang akan terus menerus membaca/bernyanyi yakni menceritakan riwayat hidup si mati. Kostum yang digunakan untuk laki-laki pakaian sehari-hari dengan memakai kain cawat, rompi dan ikat kepala dari kain berwarna merah yang disebut kesapu. Pakaian wanita terdiri dari kain taah atau tapeh silak, kebaya lengan panjang dengan leher bundar dan ikat kepala berwarna merah pula (Zailani, 1999:75-76).