Bakpao yang terkenal di kota Malang dan sering dijadikan sebagai buah tangan adalah Bakpao Sayang. Berbagai varian rasa ditawarkan oleh produk ini, yaitu rasa stroberi, cokelat, nanas, kacang tanah, kacang hitam, kacang hijau, daging, blueberry , dan lain sebagainya. Terdapat dua bentuk yang bisa dipilih, bentuk fresh dan frozen . Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota bisa memilih oleh-oleh khas Malang Batu ini dalam bentuk frozen atau beku sehingga bisa dipanaskan serta dinikmati hangat-hangat ketika tiba di tempat tujuan. Lokasinya bertempat di Beji, Batu dekat dengan Warung Wareg. Sumber: http://makananoleholeh.com/oleh-oleh-khas-malang/ Tempat yang Menyediakan: Bakpao & Kue Sayang Toko Address: Jl. Raya Langsep No.11, Bareng, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65146 Phone: (0341) 569580
Petis Madura rasanya cenderung asin. Petis madura ini punya tampilan yang cenderung cerah, petis khas Madura warnanya lebih merah kecoklatan dan sering disebut petis asin. RESEP RUJAK PETIS MERAH MADURA Bahan-bahan: Buah - buahan segar secukupnya petis merah madura sesuai selera 10 buah cabai rawit air hangat secukupnya bawang putih goreng secukupnya gula merah secukupnya Langkah-langkah: Ambil petis merah 1 sendok 1/2 makan (sesuai selera), kemudian campurkan cabai rawit dan bawang putih goreng kedalam cobeg dan uleg hingga merata sambil di kasih air hangat untuk mempermudah ngulegnya. Setelah sambel rujak siap, iris semua buah-buahan dan campurkan jadi 1 dalam wadah / di tempat yang berbeda. Sumber: https://lifestyle.okezone.com...
Ayam Bakar Lumajang atau di kota asalnya lebih dikenal dengan nama AYAM COCO, merupakan salah satu ikon kuliner kebanggaan masyarakat di propinsi Jawa Timur. Paduan antara asin, gurih dan pedas, nikmat disantap dengan nasi panas, lalapan mentah sambil mencocol bumbu yang menyelimuti ayam. Ciri khas dari Ayam Bakar Lumajang adalah ayamnya sedikit dimemarkan atau ditusuk2 pakai garpu (dicoco)dan digoreng dulu sebelum dibakar jadi ayam benar2 matang luar dalam. Selain itu bumbunya kental dengan aroma terasi yang khas dan di situlah letak kenikmatannya. Jadi terasi hukumnya wajib. Bagi anda yang tidak suka terasi, sayang sekali anda harus melewatkan kesempatan makan ayam bakar. Catatan: Dalam proses asli pembuatan Ayam Bakar Lumajang, ayam dibakar di atas bara api atau arang, tetapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan bagi saya untuk acara bakar2 setiap saat, jadi kali ini ayam saya panggang dengan oven. Rasanya tetap enak dan seperti anda lihat di foto ayamnya...
Ayam Bakar Lumajang atau di kota asalnya lebih dikenal dengan nama AYAM COCO, merupakan salah satu ikon kuliner kebanggaan masyarakat di propinsi Jawa Timur. Paduan antara asin, gurih dan pedas, nikmat disantap dengan nasi panas, lalapan mentah sambil mencocol bumbu yang menyelimuti ayam. Ciri khas dari Ayam Bakar Lumajang adalah ayamnya sedikit dimemarkan atau ditusuk2 pakai garpu (dicoco)dan digoreng dulu sebelum dibakar jadi ayam benar2 matang luar dalam. Selain itu bumbunya kental dengan aroma terasi yang khas dan di situlah letak kenikmatannya. Jadi terasi hukumnya wajib. Bagi anda yang tidak suka terasi, sayang sekali anda harus melewatkan kesempatan makan ayam bakar. Catatan: Dalam proses asli pembuatan Ayam Bakar Lumajang, ayam dibakar di atas bara api atau arang, tetapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan bagi saya untuk acara bakar2 setiap saat, jadi kali ini ayam saya panggang dengan oven. Rasanya tetap enak dan seperti anda lihat di foto ayamnya...
Pada Jaman Dahulu, Di Kediri ada sebuah kerajaan besar. Kerajaan Medang namanya. Rajanya bernama Prabu Airlangga. Prabu Airlannga berasal dari Pulau Bali. Ia adalah seorang putra raja di Bali. Ia menjadi Raja Medang setelah menikah dengan Putri Raja Medang. Saat usia Prabu Airlangga sudah tua, Ia ingin menjadi pertapa. Tahta Kerajaan Medang akan di serahkan pada Putri Permaisurinya yang hanya seorang. Ia putri yang cantik jelita. Namanya Dyah Sangramwijaya. Dyah Sangramwijaya menolak keinginan Ayahanda nya. Ia tidak punya keinginan menjadi Raja. Yang menjadi keinginan Dyah Sangramwijaya adalah menjadi seorang pertapa. Ia lalu meminta restu ayahanda nya menjadi pertapa di Goa Selomangleng ( Di Kaki Gunung Klotok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Ia pun mengubah namanya menjadi Dewi Dewi Kilisuci. Prabu Airlangga lalu berkeinginan menyerahkan tahta kerajaan pada putranya yang berasal dari selir ( Istri tidak resmi ). Kebetulan sekali, Ia memiliki dua putra dari selir. Ke...
Upacara Kasada - Bromo Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo, Jawa Timur. Mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera-mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji-sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada, Masyarakat tengger berbondong-bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun Sepuh yang dihormati datang, mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir Gunung Bromo. Sebelum lulus mereka diwajibkan menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek-ongkek yang berisi...
Suatu hari, Raden Syarifuddin dipanggil ayahnya – Sunan Ampel. Sunan Ampel bermaksud memerintah anaknya untuk berdakwa ke wilayah Pulau Jawa, dikarenakan Raden Syarifuddin dianggap sudah menguasai ilmu agama Islam. “Anakku Raden Syarifuddin, Raden telah dewasa dan telah cukup ilmu keagamaanmu. Sudah saatnya, Raden berjuang di jalan Allah. Sebarkan agama Islam di wilayah Pulau Jawa ini,” titah Sunan Ampel pada suatu pagi. Mendengar hal tersebut, Raden Syarifuddin diam saja sambil berfikir, “ Bukankah beberapa santri ayahanda yang dikirim ke wilayah sebelah barat kota Gresik, semuanya meninggal terbunuh musuh,” pikiran Raden Syarifuddin mengenang 10 santri yang meninggal karena berdakwa. Mereka memang pandai mengaji dan ilmu agama, tetapi karena tidak memiliki ilmu kanoragan, kalah dengan para penduduk pemeluk agama Hindu dan Budha yang tidak senang akan datangnya agama Islam. “Hal tersebut mungkin s...
Bahan-bahan 1 porsi secukupnya tepo/lontong secukupnya telor dadar orak arik secukupnya tahu goreng (iris kotak) secukupnya tempe goreng (iris kotak) secukupnya kol (iris tipis) secukupnya touge (rendam air panas) secukupnya kacang tanah goreng secukupnya bawang putih secukupnya cabe secukupnya daun jeruk secukupnya air asam jawa secukupnya kecap secukupnya daun seledri secukupnya b...
Bahan – Bahan 390 gr nasi putih 5 sdt tepung tapioka 1 butir telor ayam 1 batang bawang daun 1 siung bawang putih 1 sdt penyedap rasa ayam 1/2 sdt garam Sedikit merica 1 sdt minyak wijen (gak pake gak pp) bawang merah goreng 1 sdm Minyak untuk menggoreng Cara Membuat Ulek nasi sampe halus ya Ulek bawang putih, dan potong2 bawang daun, campur ke nasi yang sudah di haluskan tambah kan juga tepung tapioka dan telor dan bumbu2 di atas Bilas tangan dengan minyak untuk membentuk adonan Ambil adonan kira2 1 sdm ya lalu buat lonjong ato sesuai selera, harus nya di tusuk pake tusuk sate karna saya gak punya jadi begitu aja deh Lalu siapkan wadah untuk merebus, airnya harus mendidih dulu yaa baru di masukan cukup 3 menit aja Perhatian jangan lama2 menggodognya cukup 3 menit saja nanti hasilnya tidak memuasakan S...