Kasih Sayang
95 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pura Dalem Jagaraga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Sebagaimana diketahui banyak orang bahwa Bali ialah pusatnya bangunan Pura atau tempat peribadatan Umat Hindu di Bali karena mayoritas penduduknya beragama Hindu. Oleh sebab itu, hampir di seantero Bali bangunan relijius ini bisa dengan mudah ditemukan. Tak terhitung secara pasti berapa banyak pura yang ada di Bali ini. Masing-masing pura tentunya memiliki kelebihan dan daya tariknya tersendiri, terutama bagi para wisatawan baik domestik maupun asing.   Pura Dalem Jagaraga ialah salah satu pura yang penuh dengan daya tarik bagi wisatawan yang mengunjunginya. Pura ini merupakan salah satu dari lingkungan Pura Kahyangan Tiga Jagaraga yang secara umumnya memiliki ciri-ciri yang sama dengan Pura Dalem lainnya di Bali seperti lokasinya yang dekat dengan kuburan, memiliki hiasan-hiasan patung yang berwajah seram dan menakutkan yang diantaranya patungnya Betara Durga yang terkenal itu.   Beberapa keunikan bisa terlihat di lingkungan Pura Jagaraga ini diantaranya m...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Hari Raya Tumpek Landep
Ritual Ritual
Bali

Satu lagi yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu ialah Hari Raya Tumpek Landep. Upacara ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dalam sistem pengkalenderan Hindu atau 210 hari sekali. Tujuannya ialah untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang termanifestasi dalam wujud Dewa Senjata (Pasupati).   Upacara ini telah dilakukan secara turun-temurun hingga kini, dimana dengan semakin majunya zaman berbagai benda yang mengandung unsur besi sebagaimana yang terkandung dalam makna kata “Landep” sendiri diberikan hiasan khusus dari janur yang disebut dengan Tamian. Ketika dalam perhelatan upacara tersebut, benda-benda yang mengandung unsur logam dijadikan sebagai sajen supaya bisa mempermudah dan memperlancar berbagai kegiatan manusia dalam menjalani segala aktifitas kesehariannya.   Bali ialah suatu daerah yang kental sekali perpaduan unsur budaya, adat istiadat, maupun kepercayaan, sehingga ketika Anda datang ke Bali bukan hanya...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Beji
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Beji ini, konon, merupakan sebuah pura yang jarang terlewatkan dalam rute perjalanan wisata para wisatawan yang datang ke daerah ini. Pura ini dilihat dari sisi bangungannya, sebenarnya termasuk pura yang sederhana. Namun banyak yang mengakui bahwa keunikannya serta ciri yang khas hanya ditemui di Pura Beji ini. Pura ini adalah pura buat memuja Dewi Sri, Dewi Kesuburan. Tapi yang paling menonjol disini adalah ukirannya. Bisa dibilang hampir tidak ada ruang atau tempat yang lolos dari ukiran yang notabene adalah ukiran khas Buleleng.   Apa Daya Tariknya?   Sebagaimana diatas, lingkungan pura ini merupakan tempat untuk penyembahan Dewi Sri yang diyakni sebagai Dewa Kemakmuran. Bahkan nama Dewi Sri sangat erat kaitannya dengan dunia pertanian, khususnya tanaman padi sampai-sampai ada yang menyebut padi merupakan “penjelmaan” Dewi Sri. Lingkungan pura ini juga dikenal sebagai lingkungan Pura Subak untuk Desa Adat Sangsit, dimana seluruh bagian...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
3 - Pura Pusering Jagat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Pusering Jagat termasuk pura yang memiliki arti penting bagi masyarakat Bali. Secara harfiah, kata Pusering Jagat sendiri memiliki arti “pusat semesta/dunia”. Pura Pusering Jagat termasuk salah satu dari enam pura kahyangan yang berposisi di tengah. Ditilik secara kosmologi Hindu, tengah dalam sthana (tempat bersemayam Dewa Siwa). Selain memiliki arti penting bagi penduduk sekitar, Pura Pusering Jagat juga banyak memiliki daya tarik sehingga banyak wisatawan asing maupun domestik yang datang.   Sejarah Pusering Jagat   Pura ini terletak di Desa Pejeng yang dimasa lampau merupakan pusatnya Kerajaan Bali Kuna. Banyak pendapat yang menduga bahwa kata “Pejeng” berasal dari kata”Pajeng” yang berarti payung. Dari Desa Pejeng inilah para raja Bali Kuna memayungi rakyatnya dengan penuh kasih sayang dan cinta damai. Namun, ada juga yang menduga kata pejeng berasal dari kata pajang (bahasa Jawa Kuna) yang berarti sinar. Diyaki...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
3 - Pura Pucaksari
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Pucaksari terletak di Desa peninjoan yang beriklim sejuk karena letaknya berada di ketinggian. Dari pura ini terlihat pemandangan khas Bali yakni Pantai Selatan Bali sejauh mata memandang. Ketika fajar keluar dari peraduannya, maka akan terlihat matahari terbit dari balik Gunung Agung yang dipercayai memiliki daya magis. Dari puncak bukit lihatlah betapa halaman rumah desa yang terpencar di lembah dan bukit melengkapi alam sekelilingnya, seolah-olah merupakan bagian dari semua ini.   Memancarkan Air Empat Warna   Pura Pucaksari seringkali dikunjungi oleh tokoh-tokoh supranatural untuk melakukan semedhi atau memohon kedigdayaan. Sementara oleh masyarakat sekitar pura ini dianggap sebagai kahyangan untuk memohon segala keberkahan dan kesejahteraan, meminta hasil panen yang baik, dan yang terpenting dan unik dikenal untuk melukat dengan empat mata air panas suci, yakni Toya Emas, Selaka, Tembaga, dan Besi.   Pura Pucaksari diyakini begitu kua...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
3 - Pura Alas Kedaton
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Alas Kedaton adalah tempat wisata yang cukup ternama di Pulau Bali yang memiliki ciri khas hutannya yang lebat dan asri, serta didiami berbagai macam satwa-satwa yang menggemaskan dan lucu, seperti kera dan kelelawar. Dengan luas lahan sekitar 6,5 hektar, Alas Kedaton dihuni oleh populasi keranya yang mencapai 1.800 ekor. Alas kedaton hingga kini sangat terjaga kelestariannya karena adat-istiadat penduduknya yang berpantang untuk menebang pohon sembarangan, apalagi jika sampai melakukan penggundulan hutan.   Pura dalam Hutan   Didalam hutannya ada sebuah pura yang dinamakan Pura Alas Kedaton. Pura ini dikelilingi oleh hutan yang lebat dengan aneka macam tetumbuhan dan hewan yang hidup didalamnya. Ketika wisatawan mengunjungi area tersebut, maka terlihat beberapa pemandu jalan bersiap untuk mengantar dan menjelaskan segala hal yang terdapat di Alas Kedaton. Ketika pengunjung baru beberapa meter saja memasuki area Alas Kedaton,  dijamin akan banyak kera...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Adi Sayang
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Adi sayang jegeg sekadi bulan Dong tegarang bedikang medaar Adi sayang sampunang ngeling meguyang Nyen bisa bisa basange cacingan Adi sayang sampunang pati nakal Mai milu melajah matembang Sampunang pragat nagih menyang Memene dipaon nu ngai dedaran Adi sayang jegeg bulan Dingehang jani tiang metembang Adi Sayang jegeg bulan Tegarang Adi milu nuutang Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-bali.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
3 - Tradisi Ngusaba Bukakak
Ritual Ritual
Bali

Sebuah tradisi unik di Bali yang hanya digelar di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kab. Buleleng yaitu bertepatan pada hari Purnama sasih Kedasa, sekitar 2 minggu setelah hari Raya Nyepi di bulan April. Karena pertimbangan biaya tradisi ngusaba Bukakak digelar dua tahun sekali. Prosesi ini digelar untuk mengucapkan rasa terima kasih umat kepada dewi Kesuburan atas segala hasil pertanian yang melimpah dan kesuburan tanah. Desa Sangsit memang memiliki wilayah pertanian yang cukup luas dan juga tanahnya yang gembur dan subur. Bukakak berasal dari kata “Bu” atau Lembu yang melambangkan dewa Siwa dan “Kakak” atau gagak perlambang dewa Wisnu. Bukakak juga berkaitan dengan babi guling yang hanya dimatangkan bagian dadanya saja. Ngusaba ini diawali dengan upacara Melasti, kemudian membuat 3 buah dangsil pada acara puncak mengusung bukakak mengelilingi areal persawahan.   Sumber: http://www.balitoursclub.net/tradisi-unik-di-bali/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
7_ Kisah Calon Arang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pada suatu masa di Kerajaan Daha yang dipimpin oleh raja Erlangga, hidup seorang janda yang sangat bengis. Ia bernama Calon Arang. Ia tinggal di desa Girah. Calon Arang adalah seorang penganut sebuah aliran hitam, yakni kepercayaan sesat yang selalu mengumbar kejahatan memakai ilmu gaib. Calon arang mempunyai seorang putri bernama Ratna Manggali. Karena puterinya telah cukup dewasa dan Calon Arang tidak ingin Ratna Manggali tidak mendapatkan jodoh, maka ia memaksa beberapa pemuda yang tampan dan kaya untuk menjadi menantunya. Karena sifatnya yang bengis, Calon Arang tidak disukai oleh penduduk Girah. Tak seorang pemuda pun yang mau memperistri Ratna Manggali. Hal ini membuat marah Calon Arang. Ia berniat membuat resah warga desa Girah. “Kerahkan anak buahmu! Cari seorang anak gadis hari ini juga! Sebelum matahari tenggelam anak gadis itu harus dibawa ke candi Durga!“ perintah Calon Arang kepada Krakah, seorang anak buahnya. Krakah segera mengerahkan cantrikcantri...

avatar
Sobat Budaya