Bahan-bahan 7 butir Telur yang sudah direbus dan dikupas 20 buah Cabe kecil (sesuai selera) 1 buah Tomat 2/3 siung Bawang putih 1/4 botol kecil Kecap Manis secukupnya Garam Langkah Haluskan semua bumbu Goreng bumbu yang sudah di haluskan. ...
Penelitian sosial budaya di Jingkungan masyarakat Asmat sebenarnya sudah banyak dilakukan orang. Akan tetapi informasi mengenai corak kepimpinan tradisionalnya masih amat sectikit diketahui orang. Tulisan-tulisan yang ada selama ini cenderung menggeneralisir puakpuak (sub-sub) suku bangsa Asmat sebagai suatu kesatuan sosial tribal yang utuh. Sebaliknya masyarakat Asmat masih dapat kita uraikan kepada puak-puak kesukubangsaan yang masing-masing memiliki corak kehidupan sosial tertentu, dan terbentuk oleh penggabungan (konfederasi) kelompok karena alasan sosial, politis dan ekonomis tertentu. Kekosongan dalam penjelasan inilah yang ingin kami ungkapkan dalam tulisan ini. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/7685/
Seperti telah kita ketahui bahwa rumah tangga itu merupakan bentuk kesatuan sosial yang hidup dalam satu tempat tinggal, makan dari satu dapur serta melaksanakan pengurusan dan pengaturan ekonominya sendiri. Di samping itu rumah tangga merupakan bentuk kesatuan sosial sebagai akibat dan adanya hubungan perkawinan. Dari bentuk sosial ini biasanya sebuah rumah tangga terdiri dari satu keluarga batih yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anak mereka. Sebagai anggota rumah tangga tiap-tiap individu ikut berperan dalam menentukan isi dan kelengkapan rumah tangganya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup berumah tangga maka sistim ekonomi dan tehnologi merupakan faktor yang sangat penting. Dalam melaksanakan kegiatan ekonomi rumah tangga mereka sangat membutuhkan sejumlah alat-alat. Sudah barang tentu alat-alat yang dibutuhkannya amat tergantung dari jenis kegiatan yang mereka lakukan, dan kebutuhan alat-alat tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam dan sistembudayanya. Dengan demikian is...
Indonesia kaya akan suku yang didalamnya memiliki beragam adat dan budaya yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti takjub. Salah satu budaya bangsa yang populer hingga dilirik oleh wisatawan mancanegara adalah pertunjukan suku Papua yang menggunakan alat musik khasnya bernama tifa. Instrumen musik ini terbilang unik dan adanya di Papua saja. Untuk lebih jelasnya, kami bagikan infonya di sini. Simak sampai tuntas ya. Pengertian Tifa Tifa merupakan salah satu dari ragam alat musik Papua yang paling populer yang mana menjadi identitas khas bagi masyarakat Papua. Tifa dimainkan dengan cara dipukul layaknya gendang dan dimainkan oleh pria dewasa. Biasanya alat musik tradisional Papua ini dimainkan pada acara-acara adat ritual. Bahan pembuatan tifa berasal dari kayu khusus bernama lenggua yang dipercaya memiliki tingkat kekuatan lebih baik daripada jenis kayu lainnya. Lenggua disebut-sebut menjadi jenis kayu kualitas terbaik karena ketebalan dan kekokohannya. Proses pemb...
Ukiran ini menggambarkan seorang lelaki yang sedang berdiri dengan tubuh memanjang dengan alis yang menonjol. Ukiran atau pahatan ini dibuat oleh pemahat Asmat Ambus di desa Yow, Irian Jaya. 1 Orang-orang Asmat menghasilkan ukiran seperti ini sebagai cara untuk menghormati leluhur mereka. Dari ukiran tersebut dapat dilihat bahwa posisi tangan yang diterletak di sebelah alat kelamin nya menggambarkan sebagai seorang anak lelaki yang sedang menjalani ritual atau upacara, dari teknik pahatannya juga dapat dilihat bahwa pahatan yang dalam (berwarna cokelat) menunjukkan fitur pipi, bahu, garis rambut,dan lain-lain.
Nuru Ai Pani merupakan lagu tradisional masyarakat Kamoro, yaitu suku terbesar di Timika, Papua Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang kerinduan seorang anak kepada orang tuanya yang sering bekerja setiap hari untuk mencari ikan dan sagu. Anak itu merindukan orang tuanya tetapi juga mengerti mengapa mereka harus pergi. Nuru ai pani.. e naya nikiyaya Nuru ai pani.. e naya nikiyaya Amata eraka apawa meramiti....~ Ooo... enai nikiya, Ni mao mane... Oooo..enai nikiya, Ni mao mane 1 ..
Paniai maki adalah lagu tradisional yang berasal dari kabupaten Paniai, Papua. Paniai terkenal dengan tiga danau, yaitu Danau Paniai, Danau Tigi dan Danau Tage. Ketiga danau ini sangat tinggi di daerah pegunungan dengan ketinggian 1650 hingga 1750 meter. Melalui lagu Paniai Maki, diceritakan tentang keindahan gunung dan danau bagi orang-orang Paniai. 1 Paniai...tigi, tage.. Kamu mapi ya kai yawo~ Ibo bago. . kotu potu, pekudo Koi di ma dou ko do di kedake... Noukaima...natai maya... iki dima...ko ya touto... Wa douto... koya touto... kouko... Paniai Maki... Noukama... natai maya~ iki dima... koya touto... Wadouto... koya touto...~
Lagu Soito merupakan lagu dari Serui yang mana liriknya pun menggunakan bahasa Serui. Lagu ini bercerita tentang kehidupan laut yang di dalamnya terdapat ribuan ikan serta menggambarkan Teluk Manggunani. Lirik: Soito soi wamae a Katu Manggunani soito soi wamae a Biye biye biye biye Ayaru mano ayaru mino ayaru mino biye Kiyondo marareo uwa katu Manggunani Kiyonda i marareo uwa
Lagu Walek Gat menggunakan bahasa Dani dan lagu ini dikenal luas oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Lagu ini berceritakan tentang kerinduan orang tua kepada anaknya yang telah pergi. Orang tua selalu menunggu anaknya pulang untuk berkumpul kembali dengan mereka di rumah. Selama menunggu, orang tua selalu menangis dan merintih berharap anaknya datang lagi. Lirik lagu: Ele ye yo mona go.. Walek gat lau ka ma a o.. Ele ye yo moba go... Walek gat lau ka ma a o... Eyu ki newi wisu guno ga.. Ele ga ya mane go a o.. Eyu ki newi wisu guno ga... Ele ge ya mane go a o ..