Ternyata Motif Batik Jawa dan Indonesia merupakan 2 hal yang tidak mungkin bisa dipisahkan. Ribuan ide Motif Baju Batik Tradisional Jawa Tengah yang dapat digunakan untuk segala hal fungsinya tetapi pasti akan sangat menarik hasilnya dari yang terbaik. Langsung saja mari refresh dan cari berbagai Motif Baju Batik Tradisional Jawa Tengah pilihan terbaik dari Graha Batik hari ini. Ragam Seni Motif Baju Batik Tradisional Jawa Tengah Kreasi Masa Kini untuk memberikan inpirasi terbaik saat ini untuk Batik Art Pattern yang sedang anda cari dan anda idamkan. Dari pengrajin batik Indonesia yang terbaik, Graha Batik harapkan dapat di jadikan pilihan motif batik ataupun fashion batik terbaik masa kini.
Cin Mleng atau Nok Nik adalah kesenian rakyat yang berasal dari Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Kesenian yang berkembang pada zaman Hindia Belanda ini mirip dengan Lenong dari Jakarta, Ludruk dari Surabaya, dan Ketoprak Mataram dari Surakarta dan Yogyakarta. Dialog yang dibawakan dalam kesenian tersebut merupakan cerita umum bertema mengenai kondisi sosial masyarakat. Kesenian ini merupakan salah satu alat perjuangan masyarakat setempat untuk menentang Belanda. Melalui kesenian itu, para pelaku menyampaikan pesan-pesan perjuangan melawan penjajah. Menurut Didik Indaryanto selaku ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Tri Sala Salatiga dan pemilik Sanggar Seni Tari Bibasari, kesenian ini juga berkembang di wilayah perbatasan antara Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, yaitu Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Ada beberapa orang di daerah itu yang masih hidup dan dahulu pernah menonton pementasan Cin Mleng. Dia menjelaskan bah...
Sumber: https://sajogyo-institute.org/wp-content/uploads/2016/05/Shohibuddin-dan-Luthfi.-2010.-Landreform-ala-Ngandagan.pdf
BAGI anda pecinta kuliner mungkin sudah tidak asing lagi mendengar ataupun mencicipi makanan yang satu ini, yaitu Buntil daun talas ataupun singkong. Namun tahukah anda bahwa Buntil merupakan salah satu kuliner khas daerah Banjarnegar, Jawa Tengah yang terkenal dengan es Dawetnya. Buntil merupakan kuliner yang terbuat dari daun singkong berisi parutan kelapa yang diberi bumbu berupa cairan kuah pedas yang terbuat dari santan. Bahkan saking terkenalnya makanan buntil, konon di daerah Laut Tengah seperti Yunani dan Turki dikenal pula makanan semacam buntil dengan pembungkus daun anggur muda dan diisi dengan nasi, jadi walaupun namaya agak norak ternyata makanan ini juga di kenal di luar negri. Di Banjarnegara, makanan berbahan kelapa muda parut berbungkus daun talas yang terasa lembut dan gurih ini bisa dinikmati di Waroeng Buntil Mbah Abu Jl. Jend Soedirman No.21 Telp.085291828436 Selain Buntil daun talas, Banjarnegara juga memiliki Makanan Buntil dengan berbungkus daun Cekla Cikli...
Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Jajan pasar yang cukup exist sampai sekarang ini memang sungguh sangat nikmat. Dengan berbahan dasar kelapa parut. Serabi Banjarnegara ini mirip dengan serabi Jakarta. Bedanya sirup gula Jawa diguyur di permukaan serabi saat proses memasak. Serabi khas Banjarnegara ini tidak memakai saus kinca seperti serabi Bandung. Jika berkunjung di Banjarnegara, kita dapat menikmatinya di pagi hari di sekitar jalan Pasar Kota Banjarnegara yang masih menggunakan alat tradisional atau original. Dengan menggunakan tungku kecil menggunakan bara api untuk memasak serabi tersebut. Dengan menggunakan wajan atau panci kecil yang terbuatdari tanah liat semakin menambah cita rasa serabi Banjarn...
Nopia merupakan salah satu makanan khas Banyumas yang bahan bakunya terbuat dari tepung terigu dan gula kelapa/gula jawa. Proses pembuatannya, adonan tepung terigu dibentuk bulat lonjong seperti telur dan diisi gula jawa. Kemudian dipanggang didalam tungku hingga mengembang dan kering. Nopia ini mempunyai aneka rasa atau aroma seperti : rasa cokelat, durian, cocopandan, nanas dan aneka rasa lainnya. Banyak diproduksi sebagai home industry di kota Purwokerto. Sehingga wisatawan dapat memperolehnya dengan mudah dipusat oleh-oleh atau di supermarket. Nopia ini sangat cocok sebagai oleh-oleh karena dapat disimpan dalam waktu yang relative lama. http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/read/18980/nopia#.X0ZEvMgzbIU
Situs Watu Guling terdapat di Desa Datar, Kec. Sumbang di sebelah selatan pemakaman umum Desa Datar. Dinamakan situs Watu Guling, menurut cerita masyarakat setempat karena batu tersebut berasal dari pegununggan daerah selatan yang ditendang oleh Bima dan jatuh berguling guling dan berhenti di daerah yang datar yang kemudian dinamakan Desa Datar. Sebenarnya situs tersebut merupakan tempat pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah yang pada awalnya merupakan punden berundak yang berorientasi ke arah utara selatan mengarah kepada gunung Slamet, dan diyakini sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang. Akan tetapi karena pengaruh alam dan ketidaktahuan masyarakat setempat, teras pertama dan kedua sudah tidak ada dan langsung menuju teras ketiga. Peninggalan yang terdapat pada situs tersebut antara lain: Batu Menhir 2 buah dengan ukuran masing masing tinggi 137 cm dan garis tengah 42 cm. Batu Lumpang (pecah dan hilang 1/5 bagian) 1 buah dengan ukuran tinggi 25 cm...
Situs watu gathel terletak di Desa Karangmangu Kec. Baturraden di sebelah timur jalan raya Baturraden di tengah-tengah areal pemukiman penduduk. Dinamakan watu gathel karena menurut kepercayaan masyarakat setempat bentuknya menyerupai alat kelamin laki-laki. Orang yang datang ke tempat tersebut selain ingin menyaksikan keunikan peninggalan prasejarah tersebut, juga meyakini dapat memperoleh penglaris dalam dunia perdagangan. Sebenarnya situs tersebut merupakan peninggalan prasejarah masa megalitikum sebagai tempat pemujaan arwah nenek moyang yang berjenis kelamin laki-laki dan berorientasi ke arah barat dan timur karena diyakini tempat bersemayamnya arwah nenek moyang tersebut berada di sebelah barat gunung Slamet. Disebelah timur situs tersebut terdapat aliran sungai Belot yang pada zaman prasejarah sudah digunakan sebagai tempat bersuci sebelum menuju tempat pemujaan arwah nenek moyang ( situs watu gathel ). Bahan dasar situs tersebut terbuat dari batu andesit yang bentuknya men...
Situs candi Sapto Argo terletak di Desa Karangmangu, Kec. Baturraden di dalam areal lokawisata Baturraden tepatnya di sebelah utara kantor lokawisata Baturraden. Situs tersebut merupakan punden berundak dengan tiga teras yang merupakan tempat pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah, berorientasi ke arah utara dan selatan ke arah gunung Slamet yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang. Di sebelah timur situs tersebut terdapat aliran sungai Belot yang pada zaman prasejarah digunakan sebagai tempat bersuci sebelum menuju tempat pemujaan arwah nenek moyang. Peninggalan yang terdapat di dalam lokasi situs tersebut berupa menhir sebanyak 2 buah, dengan bahan dasar batu andesit yang berukuran masing-masing tinggi 75 cm, garis tengah 20 cm berada pada pintu masuk teras ketiga di samping itu juga terdapat beberapa makam/ kubur batu. Sebenarnya makam tersebut adalah kuburan batu yang merupakan bangunan megalitik yang paling tua yang berfungsi sebagai kuburan,...