Candi Karangnongko adalah sebuah candi yang terletak di tengah areal persawahan di pusat Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Reruntuhan candi ini ditemukan pada tahun 1970-an. Bangunan ini hanya tinggal fondasi, kira-kira berukuran 3x3 m² dengan tinggi + 0,5 m. Tidak jauh dari candi ini (kira-kira lima meter) terdapat mata air yang jernih, dan di dasar mata air ini terdapat susunan batu-batu yang menyerupai fondasi kolam zaman dulu. Karena temuan ini, warga juga menyebut Candi Karangnongko dengan nama Sumur Bandung. Kira-Kira dua kilometer dari Candi Karangnongko, terdapat Candi Merak. Tidak hanya itu, berbagai peninggalan dari sekitar abad ke-8-9 Masehi, banyak ditemukan di wilayah kecamatan ini. sumber: wikipedia.org
Jika kita membicarakan tentang warisan dunia yang berada di Prambanan pasti yang sering muncul adalah Candi Prambanan. Tidak dipungkiri bahwa Candi Prambanan telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Sebenarnya ada beberapa candi lain yang juga masuk dalam warisan dunia. Candi-candi ini antara lain Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Gana/Asu. Semua candi ini berada di Propinsi Jawa Tengah. Zona satu candi-candi tersebut dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Khusus Candi Lumbung, Candi Sewu dan Candi Bubrah bersama Candi Prambanan berada di lingkungan PT Taman Wisata sedangkan Candi Gana/Asu terletak diluar pagar dan ditengah-tengah perkampungan penduduk. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan Candi Gana. Candi Gana terletak di Dusun Bener, Kelurahan Bugisan, Kecamatan Prambaanan, Kabupaten Klaten. Keberadaan Candi Gana erat kaitannya dengan keberadaan candi- candi di kawasan Prambanan dan bahkan Candi Ga...
Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sundoro , tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008. Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang. Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian....
Susu Jamu Bahan-bahan 500 ml susu sapi murni (bisa pake susu bubuk,atw susu kotak) 1 keping Gula jawa(kalo gak suka bisa di ganti pake gula pasir) 1 ruas jahe bakar 1 batang sereh Sejumput cengkeh 1 ruas kayu manis(bisa pake kayu manis bubuk) 2,5 sdm Coklat bubuk (saya pake van houten) Langkah Pertama,kupas jahe bakar. Kemudian geprek jahe dan sereh....
Bahan-bahan 1 ekor ikan tongkol 1 bungkus santan kata kecil Bumbu halus : 4 buah Cabe merah 4 buah Cabe rawit merah 5 buah Kemiri 1 sdt ketumbar 1 sdt merica 1/2 sdt jinten 1 ruas jari kunyit 1 ruas jari jahe 5 siung Bawang merah 2 siung Bawang putih Bumbu pelengkap: 2 lembar daun salam...
Bahan-bahan 300 gram tepung terigu protein sedang 2 sdm tepung sagu 1 sdt garam 75 gram mentega 1 butir telur 65 ml santan (sunkara) Abon sapi/ayam Langkah Campur semua bahan, kecuali santan dan mentega. Uleni hingga tercampur merata ...
Makanan khas Purworejo Dodol Tepo mempunyai bentuk yang dan rasa yang unik. Selain itu, cara membuatnya pun unik yaitu dengan cara mengambil endapan dari proses pembuatan minyak kelapa, pembuatan dodol dari bahan endapan tersebut perlu pemrosesan ulang yang lumayan panjang. Bahan utamanya adalah endapan pada saat pemuatan minyak kelapa (Tepo) . Tinggal pilih saja sesuai dengan selera. Sumber : https://www.bukalapak.com/p/food/cemilan-snack/zwxk9z-jual-dodol-tepo `` Cara Membuat: Tepo diparut agar berukuran lebih kecil sementara itu lelehkan gula jawa (gula aren) dengan menambah sedikit air masukan parutan tepo tadi kedalam lelehan gula jawa yang telah di encerkan semebulnya aduk terus sampai parutan tepo dan lelehan gula jawa tercampur sempurna masukkan ke cetakan (cetakan bebas) dan biarkan sampai matang menjadi dodol. sumber: orang lokal SBITB-K4-Choirul Anam Aufal Hamdi
Sekarang kita akan membahas minuman tradisional yang kaya akan manfaat. Yaa minuman tersebut adalah Jamu, yang berasal dari sekitar daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jamu ini biasanya terbuat dari bahan-bahan herbal yang sering kita temui. Salah satunya adalah Jamu Daun Sirih. Jamu Daun Sirih merupakan jamu yang terbuat dari rebusan Daun Sirih, yang memiliki banyak khasiat. Diantara lain, khasiatnya adalah mengobati radang tenggorokan, melancarkan menstruasi, menghilangkan bau tidak sedap dan lain-lain. Jamu Daun Sirih ini dapat dibuat dirumah lohh. Gimana sih caranya? Cara membuat Jamu Daun Sirih sangatlah gampang, berikut penjelasannya. Pertama, siapkan bahannya yaitu : Beberapa lembar Daun Sirih Air putih sekitar 4-5 gelas (+- 1 Liter) Lalu cara pembuatannya sebagai berikut : Masukkan air putih ke dalam panci Masukkan beberapa lembar daun sirih ke dalam panci Rebus beberapa lembar daun sirih tersebut sampai airnya menyusut dan berwarna kecoklatan Jamu daun sir...
Beberapa faktor seperti stress, kegemukan, kurang olahraga, tubuh tidak sehat, dan adanya masalah dalam tiroid dapat memicu telatnya datang bulan. Salah satu resep jamu tradisional jawa dipercaya dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Bahan: • 2 cabai jawa • 10 merica putih • 1 ruas jari rimpang bangle • 1 jari rimpang temu lawak • 1 jari rimpang kunyit • 5 biji cengkieh • Seujung sendok teh pulosari • 1 jari kayu manis • Gula aren • Air Cara membuat: Dipersiapkan semua bahan kemudian dicuci hingga bersih. Dikupas temulawak dan kunyit. Dicampur semua bahan dan ditumbuk hingga halus sembari diberi air sebanyak satu gelas yang ditambahkan sedikit demi sedikit Ditambahkan gula aren dan air, lalu disaring. Disajikan. Jamu tersebut diminum satu kali sehari saat sore hari dan dilakukan secara rutin. Pustaka Tim Naviri. 2011. Buku pintar perawatan kecantikan .Jakarta: Gramedia. SBITB-K18-Novia