Adipasir merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat satu makam kuno yang konon merupakan makam seseorang bernama Adipati Anom. Diceritakan dalam Babad Adipasir, Adipati Anom merupakan salah seorang prajurit Pangeran Diponegoro di kerajaan Mataram. Kala itu saat terjadi perang besar-besaran di bumi Mataram antara warga pribumi melawan penjajah Belanda, Adipati Anom dengan istrinya bersama dengan keempat sahabatnya pergi meninggalkan Mataram untuk mencari keselamatan. Keempat sahabatnya tersebut bernama Tumenggung Suradipraya, Kyai Bunut, Eyang Jlantah, dan Kyai Budug. Ditengah perjalanan pelariannya, Adipati Anom dan istri terpisah dengan keempat sahabatnya. Agar tidak terpisah terlalu jauh dan kehilangan jejaknya, keempat sahabat Adipati Anom tersebut menghentikan pelariannya dan mendirikan tenda disuatu lokasi. Di tenda tersebut pula keempat sahabat tersebut membuat rencana untuk kembali menyerang para penjajah Belan...
lemper merupakan makanan tradisional surakarta ,zaman dahulu lemper dijumpai ketika ada acara keraton ,dan juga ketika masyarakat memiliki hajat saja.Namun saat ini lemper bisa ditemui di pasar tradisional dan pedagang pinggir jalan . lemper merupakan makanan khas jawa yang terbuat dari beras ketan yang digulung lonjong dengan daun pisang dan tengahnya diisi abon sapi dan dikukus.
Rumah Jawa lebih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan. Semakin lama tuntutan masyarakat dalam keluarga semakin berkembang sehingga timbullah tingkatan jenjang kedudukan antar manusia yang berpengaruh kepada penampilan fisik rumah suatu keluarga. Lalu timbulah jati diri arsitektur dalam masyarakat tersebut. Rumah Jawa merupakan lambang status bagi penghuninya dan juga menyimpan rahasia tentang kehidupan sang penghuni. Rumah Jawa merupakan sarana pemiliknya untuk menunjukkan siapa sebenarnya dirinya sehingga dapat dimengerti dan dinikmati orang lain. Rumah Jawa juga menyangkut dunia batin yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat Jawa. Bentuk dari rumah Jawa dipengaruhi oleh 2 pendekatan yaitu : Pendekatan Geometrik yang dikuasai oleh kekuatan sendiri Pendekatan Geofisik yang tergantung pada kekuatan alam lingkungan Kedua pendekatan itu akhirnya m...
Joglo Jompongan merupakan bentuk rumah joglo yang memakai 2 buah pengeret dengan denah bujur sangkar. Bentuk ini merupakan bentuk dasar joglo. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/
Joglo Kepuhan Lawakan merupakan rumah Joglo tanpa memakai geganja atap berujung sehingga kelihatan tinggi. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/
Joglo Ceblokan merupakan rumah joglo yang memakai saka pendhem (terdapat bagian tiang setelah bawah terpendam) sering bentuk ini tidak memakai sunduk. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/
Joglo Kepuhan Limolasan merupakan rumah joglo yang memakai sunduk bandang lebih panjang dan ander agak pendek, sehingga atap berujung panjang. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/
Joglo Sinom Apitan merupakan rumah joglo yang memakai 3 buah pengeret, 3 atau 5 buah tumpang dan 4 empyak (atap) emper. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/
Joglo Pengrawit merupakan rumah joglo yang memakai lambang gantung,atap berujung merenggang dari atap penanggap,atap empar merenggang dari atas penanggap, tiap sudut diberi tiang (saka). Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-jawa-tengah/