7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Emprak
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Emprak merupakan jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan. Tari ini berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Emprak tradisional dimainkan oleh 9-15 orang, semuanya lelaki. Pengiringnya adalah alat musik rebana besar, kecil, dan kentongan, pakaian dan rias wajah seadanya berupa kaos, sarung, dan topi bayi. Dan waktu pementasan semalam suntuk di atas lantai dengan gelaran tikar lesehan. Sementara emprak masa kini bisa dimainkan mulai dari 5 orang, beberapa di antaranya wanita, dengan diiringi rebana besar, kecil, kentongan, dan tambahan alat musik modern seperti orgen, gitar, dan suling. Kostum pemain diperbaharui dengan rompi dan sarung, rias wajah yang lebih baik, serta waktu pementasan yang bisa dibatasi lebih pendek dalam 1-2 jam. Pementasan dilakukan di panggung khusus.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-jepara/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Turonggo Sari
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Turonggo Sari mengisahkan konflik batin remaja di masa puber, dimana, mereka berkeinginan pacaran tetapi tidak diperbolehkan orang tuanya, sehingga hasratnya itu diekspresikan dalam bentuk gerakan prajurit berperang dengan menunggang kuda.  Tari ini terinspirasi dari gerakan-gerakan dalam tarian kuda lumping. Karya dari Tri Roso dan Paramitha dengan penata iringannya adalah Didik Nuryanto.   Sumber:  https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-temanggung/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Topeng Ireng - Temanggung - Jawa Tengah
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Topeng Ireng merupakan tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo, tarian ini mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi, Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an, disebut juga sebagai Tari Dayakan. Tari Topeng Ireng mengisahkan tentang perjuangan seorang pertapa untuk membuka lahan hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman, dimana dihutan tersebut terdapat manusia rimba. Seorang pertapa tersebut melawan para manusia rimba dan mengajari mereka untuk hidup sebagai manusia biasa, mengajak mereka membuka hutan, membuka lahan pertanian, dan mengajari seni bela diri.   Sumber:  https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-temanggung/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa, ‘kethek’ adalah kera, sedangkan Ogleng diambil dari suara bunyi yang melatar-belakangi tarian ini yang seperti berbunyi Ogleeeng, Ogleeeng… Tarian ini menceritakan Raden Gunung Sari yang menjelma menjadi kera, dan berusaha mengelabui musuhnya, hingga para penarinya pun selalu bertopeng kera dan menirukan gerakan-gerakan kera, tidak ada gerakan khusus untuk tarian ini, penari hanya menikmati aluran musik dan menari layaknya seekor kera.   Sumber:  https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-wonogiri-jawa-tengah/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Lurik Asri
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Lurik Asri menggambarkan seseorang yang nampak anggun, serasi, rapi, dan indah disaat mengenakan lurik. Terciptanya tari Lurik Asri terinspirasi oleh adanya potensi daerah Klaten yang ada di wilayah Kecamatan Pedan, Bayat, dan sekitarnya. Wilayah tersebut merupakan bagian wilayah Klaten penghasil kerajinan lurik. Tari Lurik Asri tidak lepas dari gagasan bapak Sumarsana selaku pendiri Sanggar Bandung Bondowoso, bekerja di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai staf bagian Pranata Laboraturium Fakultas Seni Pertunjukan dan pengajar karawitan. Bapak Sumarsana kemudian memilih bapak Hartanto untuk menjadi koreografer tari Lurik Asri. Beliau adalah seniman yang bergelut di bidang tari. Ia lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan bekerja sebagai dosen seni tari di ISI Surakarta. Adapun unsur-unsur dalam tari Lurik Asri yang menonjolkan lurik : Gerak : terdapat ragam-ragam gerak meliputi njereng kain, rampak, narik benang, menenun, lamp...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Tahu Robyong
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Tahu merupakan refleksi filosofi kehidupan manusia, bagaimana manusia dalam perjalanannya mengalami proses, seperti proses dalam pembuatan tahu robyong berupa pencucian, pemanasan, penggilingan, penyaringan, pencetakan dan penangan akhir; sehingga manusia bisa menuju kesempurnaan jiwa dan raga.   Sumber:  https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kisah Ki Ageng Pandanaran, Bupati Kedua Semarang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Nama Asli Ki Ageng Pandanaran ialah Pangeran Mangkubumi dengan gelar Sunan Bayat atau Sunan Tembayat adalah Bupati Kedua Semarang (kini Kota Semarang), Jawa, Tengah Indonesia. Disamping sebagai kepala pemerintahan, ia juga dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam yang sakti. Bagaimana sepak terjang Ki Ageng Pandanaran menjalankan tugas-tugas pemerintahan sekaligus menyebarkan agama Islam ke masyarakat Jawa Tengah? Ikuti kisahnya dalam cerita  Ki Ageng Pandanaran  berikut! * * * Alkisah, sekitar abad ke-16 M., hiduplah seorang bupati yang bernama Pangeran Mangkubumi yang memerintah di daerah Semarang. Ia adalah putra dari Bupati Pertama Semarang Harya Madya Pandan. Sepeninggal ayahandanya, Pangeran Mangkubumi menggantikan kedudukan sang ayah sebagai Bupati Kedua Semarang dengan gelar Ki Ageng Pandanaran. Ia diangkat menjadi kepala pemerintahan Semarang pada tanggal 2 Mei 1547 M. atas hasil perundingan antara Sutan Hadiwijaya (penasehat Istana Demak) dengan Sunan K...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Gunung Wurung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Gunung Wurung adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Bentuk gunung ini cukup unik, karena tingginya hanya berkisar 80 meter dan tidak memiliki puncak tertinggi. Menurut masyarakat setempat, gunung ini dibuat oleh para dewa dari Kahyangan. Namun, mereka telah menghentikan pekerjaannya sebelum gunung itu selesai dibuat. Mengapa para dewa tidak menyelesaikan pembuatan gunung itu hingga tuntas? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita  Legenda Gunung Wurung  berikut ini. * * * Alkisah,  di sebuah daerah (yang sekarang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Karangsambung), terdapat sebuah perkampungan kecil yang wilayahnya terdiri dari hamparan tanah datar. Tak satu pun gundukan tanah atau perbukitan yang terlihat di sekitarnya. Di suatu malam yang sunyi senyap, para sesepuh kampung tampak sedang berdoa kepada para dewa di Kahyangan. Dengan penuh khusyuk, mereka memohon agar dibuatkan sebuah gunung di dekat tempat tinggal mere...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Rawa Pening
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Rawa Pening adalah sebuah danau yang merupakan salah satu obyek wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Danau ini tepatnya berada di cekungan terendah antara Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Rawa Pening memiliki ukuran sekitar 2.670 hektar yang menempati empat wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Menurut cerita, danau ini terbentuk akibat suatu peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut. Peristiwa apakah itu? Berikut kisahnya dalam cerita Legenda Rawa Pening . * * * Dahulu, di lembah antara Gunung Merbabu dan Telomoyo terdapat sebuah desa bernama Ngasem. Di desa itu tinggal sepasang suami-istri yang bernama Ki Hajar dan Nyai Selakanta yang dikenal pemurah dan suka menolong sehingga sangat dihormati oleh masyarakat. Sayangnya, mereka belum mempunyai anak. Meskipun demikian, Ki Hajar dan istrinya selalu hidup rukun. Setiap menghadapi permasalahan, mereka selalu menyelesaikannya melalui musyawarah. Suatu hari, Nya...

avatar
Sobat Budaya