Balum Beude adalah sejenis makhluk halus yang dipercayai oleh masyarakat pesisir provinsi Aceh menghuni perairan sungai, muara sungai dan perairan pantai. Dalam tradisi lokal masyarakat tradisional di Aceh makhluk ini berupa setan yang tidak bisa dilihat oleh mata. Sewaktu-waktu makhluk ini menampakkan wujudnya pada manusia dalam bentuk serupa hamparan tikar berwarna merah yang melayang di permukaan air. Bagi masyarakat yang berdomisili di pantai utara bagian timur Aceh makhluk ini dinamai pula denganBaluem Bili, ada pula yang menyebutnya sebagai hantu gulungan tikar. Sumber:
Sane dalam tradisi kepercayaan masyarakat Aceh disebutkan untuk sejenis roh halus atau makhluk gaib yang bersemayam di rawa-rawa, sungai dan sungai mati. Sane dipercaya hinggap pada batang kayu yang ada di tempat yang dicurigai menjadi lokasi hunian sane. Sane adalah makhluk gaib yang jahat, apabila ada orang yang menyentuh batang kayu hunian sane, maka orang itu akan merasa sakit seluruh tubuhnya hingga ke tulang-tulangnya. Rasa sakit yang diakibatkan oleh sane adalah seperti ditusuk ribuan jarum dan duri. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
ada beberpaa versi tentang hantu ini -Burong Tujoh adalah 7 makhluk halus yang sering mengganggu anak kecil, anak – anak yang dirasuki burong tujoh matanya menjadi merah dan menyeramkan. Untuk menghilangkan pengaruh Burong tujoh harus dipanggil orang pintar seperti Teungku (ustad) atau pawang. – Burong Tujoh adalah hantu jenis peliharaan para dukun santet di Aceh. Jin ini akan patuh pada majikannya apaun yang diperintahkan tetapi hanya dalam konteks santet menyantet. Begitu pula si majikan memiliki perjanjian yang harus dipatuhi sesuai permintaan si Jin Burong Tujoh tersebut. Misalnya dalam hal penyediaan Tumbal dan sebagainya. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/ Aceh, sebuah daerah paling Barat negeri ini, memiliki banyak kisah mistis dan legenda. Cerita-cerita itu mengakar dalam psikologi masyarakatnya sebagai bagian dari jati diri mereka. Berbagai suku dan etnis disana menceritakan keyakinan mistis leluhur mereka...
Burong Tuleung adalah setan berwujud tulang tengkorak yang menggangu orang dengan memperlihatkan dirinya dalam kegelapan karena makhluk – makhluk ini adalah makhluk gaib, maka tidak ada bukti jelas tentang keberadaannya, tapi, benar atau tidak. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Burong (kuntilanak) sering digambarkan sebagai salah satu jenis hantu berperawakan perempuan dengan baju putih menjuntai dan rambut panjang. Burong kadang-kadang melakukan aktifitasnya pada saat hari mulai senja. Mereka memiliki suara lirih yang begitu nyaring mirip suara sirine. namun belum dapat dipastikan apakah itu suara dari yang disebut dengan Burong tersebut atau bukan. beberapa orang mengisahkan pernah berjumpa dan berpapasan dengan Burong ini yang sedang mengendong bayi. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Mungkin setiap orang pernah merasakan dicekik pada saat tertidur. Mungkin ilmuan akan membantah dengan bermacam teori kedokteran. Ada yang mengatakan merasa seperti dicekik itu disebabkan oleh terhambatnya sirkulasi aliran darah dikarenakan salah posisi tidur. Nah. Pada konteks tulisan ini hanya melihat dari segi persepsi masyarakat Aceh tentang apa penyebabnya dan siapa pelakunya. Persepsi masyarakat Aceh aktor utamanya adalah yang disebut dengan Buno. Hantu ini datang saat seseorang hendak tertidur lelap antara sadar dan tidak. Fase peralihan antara sadar dengan ke alam tertidur. Saat itulah yang namanya Buno datang menyergap dan langsung mencekik, menekan perut si korban dengan sekeras-kerasnya sehingga sikorban tak dapat berkutik walaupun ia dalam keadaan setengah sadar. Buno ini makhluk yang sering diilustrasikan dengan pria berwajah hitam, bertanduk dan berbadan kekar. Percaya atau tidak masing-masing kita saya yakin pernah mengalami yang namanya dicekik saat tertidur....
Jen Apui (Jin Api) Jenis hantu satu ini disebut Jen Apui karena mirip bola Api. Ada yang mengatakan makhluk ini mirip kelapa bolong yang menyala. Ada juga yang mengatakan kalau jin ini menyerupai monyet yang dapat menyemburkan api dalam mulutnya. Namun hal itu tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya karena menurut persepsi masing-masing yang mengisahkan. Biasanya Jen Apui ini sering berkeliaran di area persawahan pada malam hari dan konon katanya juga dapat membakar setiap yang dijumpainya. Ada yang mengisahkan kalau jin ini juga hobi mengejar dan menakut-nakuti orang. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Kisah Asal Mula Nama Meulaboh -Meulaboh adalah ibukota kabupaten aceh barat saat ini yang berada di pantai barat aceh. Nama meulaboh sendiri memiliki kisahnya tersendiri sehingga dikenal sampai saat ini. menurut cerita yang turun temurun meulaboh dikenal dengan negeri pasir karam. Orang-orang dari minangkabu yang lari dari negerinya membuka perkebunan di daerah itu menjadi maju Menurut H M Zainuddin dalam buku tarikh aceh dan nusatara(1961) asal mula meulaboh adalah negeri pasir karam yang dibangun pada masa sultan saidil mukammil(1588-1604). Sewaktu masa pemerintah sultan iskandar muda (1607-1636) kerajaan tersebut ditambah pembangunannya. Dinegeri meulaboh dibuka perkebunan lada namun tidak begitu berkembang karena kalah saing dengan dengan negeri singkil yang lebih maju karena banyak kapal dagang yang singgah di singkil untuk mengambil muatan kemenyan dan kapur barus. Pada masa sultan Djamalul Alam pembangunan semakin ditingkatkan. Pekerja yang didatangka...
Semong adalah kearifan lokal masyarakat di Pulau Simeulue dalam membaca fenomena alam pantai telah menyelamatkan banyak masyarakat dari bencana tsunami. Teriakan semong merupakan peringatan dini yang diartikan adanya situasi dimana air laut surut dan masyarakat harus lari ke bukit. Ini adalah pengetahuan yang diperoleh dari leluhur belajar dari kejadian bencana yang pernah terjadi puluhan tahun lalu. Semong ini yang menyelamatkan masyarakat di pulau Simeulue padahal secara geografis letaknya sangat dekat dengan pusat gempa. Semong bagi masyarakat pulau Simeulue disosialisasikan turun temurun melalui dongeng dan legenda oleh tokoh masyarakat sehingga istilah ini jadi melekat dan membudaya di hati masyarakat pulau itu. Dengan pengetahuan ini yang dimiliki orang Simeulue banyak masyarakat pesisir pantai lainnya di Aceh terselamatkan saat tsunami terjadi. Mereka memaksa orang untuk lari ke gunung. Berbeda dengan di Simeulue, ketika fenom...