Bahan-bahan 1 terong 1 bawang putih 3 bawang merah sesuai selera Cabe rawit 2 cabe keriting Santan bubuk / cair secukupnya Garam secukupnya Gula Terasi sedikit saja Langkah Bersihkan cabe rawit, cabe kriting, bawang merah, bawang putih dan terasi lalu goreng secara bersamaan Bakar terong secara merata...
Bahan-bahan 1 lonjor terong ungu Bahan sambel 10 cabe rawit 1 buah tomat 1 sachet terasi udang 3 siung bawang merah 2 siung bawang putih 1 sdt garam 1 sdt gula merah 1 sdt kaldu bubuk Langkah Cuci terong lalu iris goreng sampai matang tiriskan Lalu goreng semua bahan sambel angkat, ulek tambahka...
Bahan-bahan 3 buah terong 1 butir telur 2 siung bawang merah 2 siung bawang putih Penyedap rasa Gula Lada Langkah Cuci bersih terong, lalu sayat memanjang dari atas ke bawah Bakar terong di teflon, beri sedikit minyak Setelah setengah matang angkat terong tersebut...
Bahan-bahan Bahan : 2 pcs Terong hijau Kacang panjang Pete Wortel Kulit melinjo Santan Bumbu iris : Bawang merah Bawang putih Lombok hijau daun salam Laos dikit Gula pasir, garam, gula jawa Langkah Bumbu diiris-iris (bawang merah, bawang putih, lombok hijau) ditumis dulu atau digongso sampai harum...
Bahan-bahan 2 butir telur,buat ceplok telur (me: 2 telur bebek) 2 butir bawang merah,iris tipis 1 siung bawang putih,cincang 5 buah cabe rawit merah,iris halus(skip) 1 batang daun bawang,bagian putihnya,iris 2 sdm air bersih 3 sdm kecap manis 1 sdm saus tiram 1/2 sdm kecap asin 1/4 sdt kaldu bubuk (skip) 1/4 sdt gula 1/4 sdt lada bubuk 2 sdm minyak untuk menumis...
Dinamakan Kopi Uthek karena cara menikmati kopi tersebut berbeda dari biasanya. Secangkir kopi pahit, dinikmati dengan gigitan gula aren yang terpisah. Saat gula aren digigit akan berbunyi "thek", itu yang menjadi dasar penamaan Kopi uthek. Begitu gula sudah di dalam mulut, kopi pun disruput. Perpaduan keduanya akan menghasilkan cita rasa kopi yang unik nan nikmat. Sumber: http://radiovisfm.com/index.php/banyuwangi-hari-ini/19-pemerintahan/542-sego-lemeng-dan-kopi-uthek-gambaran-tradisi-masyarakat-banjar
Buat kamu yang tinggal di Kediri tentu tak asing dengan tradisi tarung bebas, Pencak Dor. Pencak Dor sendiri diinisiasi oleh almarhum Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum di Pesantren Lirboyo Kediri. Tujuannya adalah terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda. Namun sebenarnya pendirian arena Pencak Dor dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum akan maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri kala itu.Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban. Oleh karena itulah Gus Maksum ingin membuat arena untuk bertarung satu lawan satu secara fair. Jadi segala perselisihan yang dihadapi bisa terselesaikan dengan adil tanpa menguras rasa persaudaraan. Meski jadi arena tarung bebas namun rupanya tradisi ini sangat digemari oleh masyarakat Kediri. Setiap kali acara ini digelar pasti dipadati oleh ratusan hingga ribuan penonton.Penasaran seperti apa kegiatan tarung bebas atau Pencak Dor ini? Berikut foto-foto seputar Pencak...
Sumber: Y. P. B. Wiratmoko. Cerita Rakyta dari Magetan. Grasindo
Sumber: Edy Santosa & Oemaryanto. Cerita Rakyat dari Kediri . Grasindo