Tong tong prek, merupakan salah satu tradisi dibulan ramadhan yang hingga kini masih terus di pertahankan oleh remaja masjid di Desa Pasir. Tong tong prek merupakan sebuah istilah membangunkan orang sahur dengan cara menabuh alat-alat sederhana seperti bambu, ember, kaleng cat, kaleng roti atau benda lain yang bisa menghasilkan suara. Benda-benda tersebut dipukul menggunakan alat pukul sederhana seperti ranting pohon yang dipotong kecil-kecil menyerupai stik drum. Bentuk bambu yang digunakan mirip seperti kentongan pos ronda, yaitu diberi lubang sehingga akan menimbulkan suara yang cukup keras. Panjangnya bambu bervariasi, mulai dari 30 sampai 60 cm. Masing-masing personil membawa satu buah bambu dan dibunyikan secara bergantian sehingga akan menghasilkan suara yang berirama. Sebagai variasi, beberapa personil ada yang membawa ember atau pun benda lain. Murni tanpa alat musik modern seperti gitar, kendang ataupun yang lain. Selain menabuh alat-alat tradisional te...
iwayat singkat Kesenian Incling ini sebenarnya bersumber dari sebuah cerita yang terdapat di Jawa Timur dan khususnya Karesidenan Madiun yang berpusat di Ponorogo. Adapun cerita ringkasnya adalah sebagai berikut : Di Ponorogo ada seorang bernama Suromenggolo, ia seorang yang sakti mandraguna. Dalam hidupnya ia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sarinten, ia adalah wanita yang sangat cantik sekali. Karena kecantikannya itu ia dilamar oleh seorang dari Trenggalek bernama Singalodra. Karena Sarinten tidak mau, maka Sarinten dibunuh oleh Singajaya atas perintah Singalodra. Karenanya marahlah Suromenggolo. Sehubungan dengan itu ia memasang umbul-umbul sebagai tanda menantang perang terhadap Singalodra. Umbul-umbul tersebut terlihat pula oleh Singalodra dan kawan-kawannya. Terjadilah peperangan. Dalam peperangan ini mereka masing-masing saling mengerahkan prajurit. Keduanya sangat kuat. Sin...
Kesenian kentrung rebana Soyar Maole saat ini sebarannya meliputi beberapa dusun di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing. Untuk gambaran kesenian Soyar Maole di Dusun Jetis Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo sebagai berikut : Menurut riwayat tidak tertulis dari para pendahulu/leluhur Desa Kaligono, kesenian Kentrung Rebana Soyar Maole sudah ada sejak tahun 1907, yang kemudian secara tradisi diteruskan oleh generasi ke generasi walaupun menjalani pasang surut, masih tetap bertahan sampai sekarang. Konon menurut cerita, pada tahun 1907 terdapat seorang warga Desa Kaligono yang menunaikan ibadah haji. Sekembali dari ibadah haji, beliau mengajarkan agama Islam di Desa Kaligono. Metode dakwah yang dilakukannya dengan berbagai cara, salah satunya adalah lewat kesenian yang berkembang pada masa itu. Metode dakwah tersebut konon diperoleh dari Sunan Kalijaga. Kesenian ini disajikan oleh 6 orang atau lebih pemusik dan 10...
Pethik Tirta merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah “ Pethik Tirta ” berasal dari kata “ Pethik ” yang berarti “ mengambil ” dan “Tirta” yang berarti “air” . Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra–Islam di...
Kesenian Cekok Mondhol merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang bernuansa keagamaan Islam. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di Desa Ngasinan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Letak desa ini di daerah pegunungan, perbatasan Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Wonosobo. Berawal dari ide sekelompok pemuda desa, komunitas pengajian untuk membentuk grup kesenian yang bisa dijadikan hiburan sekaligus tuntunan. Gerak, lagu dan syairnya serta musik iringannya hasil adaptasi dari kesenian yang ada di daerah Magelang yaitu Kubro Siswo yang kemudian dimodifikasi dengan hasil kreativitas para pemuda setempat, dipelopori oleh pemuda yang bernama Purwadi sekitar tahun 1970-an. ”Cekok” adalah istilah Jawa yang memiliki arti memasukkan jamu atau obat ke mulut yang berguna untuk kesehatan tubuh. ”Mondhol” juga istilah Jawa yang artinya bungkusan kain yang diikat. Relevan dengan syair...
Kesenian ebeg adalah kesenian rakyat yang memang mirip dengan jaran kepang atau kuda lumping atau jathilan. Kesenian ebeg atau kuda lumping adalah kekayaan budaya Indonesia terutama untuk masyarakat di Jawa, yiatu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kuda lumping atau ebeg adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah yang mampu dengan tepat untuk menjelaskan asal mula ebeg atau asal usul kuda lumping ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Antara hidup segan mati tak mau Ebeg adalah salah satu kesenian tradisional yang gaungnya sudah tidak lagi nyaring terdengar. Namun di beberapa tempat seperti di Desa Kalirancang kecamatan Alian, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan di desa lain, masih ada mayarakat Kebumen yang peduli dan melestarikan seni tarian rakyat ini. Grup kesenian ebeg yang bertahan dan tetap setia men...
Sumber : Dok.Makanan khas Semarang Pindang di beberapa daerah merupakan nama sejenis ikan. Berbeda dengan di Semarang, nasi pindang merupakan olahan daging sapi yang dikombinasikan dengan kuah rempah kluwek dan daun melinjo. Secara penampilan, nasi pindang hampir mirip seperti rawon di Jawa Timur, namun tidak terlalu pekat dan lebih terasa segar. Warung Pak Ndut yang menyajikan hidangan khas Semarang ini juga termasuk yang melegenda karena telah berdiri sejak tahun 1973 dan telah turun temurun diwariskan hingga generasi keempat. Dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, nasi pindang Pak Ndut selalu ludes diserbu pembeli. Jadi kalau mau cobain, jangan datang terlalu telat ya! Lokasi: Jl Stadion Selatan (depan Badan Kepegawaian Daerah), Karangkidul, Semarang Harga: 11,000 IDR per porsi Sumber : https://www.tripzilla.id/makanan-khas-semarang/7629
Jati adalah pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40m dan berdaun besar. Daun Jati dapat dimanfaatkan menjadi pembungkus makanan, seperti Nasi Jamblang yang terkenal dari daerah Jamblang, Cirebon. Nasi yang dibungkus dengan daun jati rasanya akan lebih nikmat dan wangi serta dapat membuat makanan tersebut tahan lama. Daun Jati juga dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus Tempe yang banyak digunakan di daerah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur ataupun sebagai pembungkus Jenang (dodol). Daun Jati untuk pembungkus makanan yang paling baik adalah daun yang masih muda karena lebih ulet dan tidak mudah sobek. https://www.jitunews.com/read/7241/mengenal-jenis-jenis-daun-pembungkus-makanan
Daun Kelapa sangat cocok untuk membungkus makanan. Daun Kelapa yang sangat cocok digunakan adalah daun kelapa yang masih muda. Untuk menjaga kesegaran dapat disimpan ditempat yang sejuk selama sehari. Contoh makanan yang dapat dibungkus dengan Daun Kelapa yaitu, Clorot, Ketupat, Dumbeg (makanan khas kota Rembang, Jawa Tengah yang terbuat dari tepung nasi yang diberi bumbu gula kelapa dan bentuknya kerucut,red), Legondo (masakan khas kota Gede, Jogjakarta terbuat dari ketan dengan isian daging cincang,red), dan Lapet Ketan https://www.jitunews.com/read/7241/mengenal-jenis-jenis-daun-pembungkus-makanan