Babendibendi ka sungai Tanang aduhai sayang babendibendi ka sungai Tanang aduhai sayang Singgahlah mamatiek singgahlah mamatiek bungo lembayuang singgahlah mamatiek singgalah mamatiek bungo lembayuang Ati siapo indak 'kan sanang aduhai sayang Ati siapo indak 'kan sanang aduhai sayang Malieklah adiak malieklah adiak manari payuang malieklah adiak malieklah adiak manari payuang Berbendi-bendi ke sungai Tanang aduhai sayang 2x Singgahlah memetik singgahlah memetik sekuntum lembayung 2x Hati siapa tidak 'kan senang aduhai sayang 2x Melihatlah adik melihatlah adik menari payung 2x
Klaim dan eksploitasi komersial
Tarian berasal dari Jawa Timur.Klaim dan eksploitasi komersial
Klaim dan eksploitasi komersial
Topeng ini di dalam pertunjukan Drama Tari Topeng di Bali dipakai untuk menggambarkan tokoh-tokoh Patih Agung dan berkarisma seperti: Patih Jelantik dan Patih Sentong.
Kumba Karna adalah adik dari Rahwana. Tokoh ini terkenal dalam cerita Ramayana sebagai tokoh yang berjiwa patriot. Topeng ini biasanya ditarikan dalam Drama Tari Wayang Wong atau juga dipertunjukkan dalam kegiatan Barong Belas-Belasan (Kedingkling) yakni fragmen yang ditarikan di perempatan jalan atau di depan pintu masuk pekarangan rumah di Bali pada setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Ritual Nyobeng; Memandikan Tengkorak Manusia Hasil Mengayau Nyobeng dari berbagai referensi merupan sebuah ritual memandikan atau membersihkan tengkorak manusia hasil mengayau oleh nenek moyang. Ini dilakukan oleh suku Dayak Bidayuh, salah satu sub-suku Dayak di Kampung Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. MENGAYAU adalah memenggal kepala manusia, dan tengkoraknya diawetkan. Sekarang, tradisi mengayau sudah tak dilakukan lagi. Upacara ini cukup mengharukan, dan berlangsung selama tiga hari. Mulai tanggal 15 hingga 17 Juni. Kegiatan utamanya yakni, memandikan tengkorak yang tersimpan dalam rumah adat. Sesuai aturan yang dipercaya secara turun temurun. Dimulai menyambut tamu di batas desa. Awalnya, ini dilakukan untuk menyambut anggota kelompok yang datang dari mengayau. Penyambut, mengenakan selempang kain merah dengan hiasan manik-manik dari gigi binatang. Dilengkapi dengan sumpit dan senapan lantak yang dibunyikan, ketika para tamu undangan...
Duapade berpijak pada tari Topeng (kedok keras) Betawi yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah koreografi baru. Karya ini mengisahkan tentang penggambaran seorang perempuan yang bagaimanapun,tetap bertahan walaupun tak ingin melawan (dalam menghadapi) riintangan. Kodrati yang teruji. Kekuatan hati dalam diri. Itulah perempuan dalam dua sisi yang melengkapi hidup ini.