Prepegan adalah salah satu tradisi yang terkenal di Tegal. Bagaimana tidak, tradisi ini hanya ada saat di bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri. Prepegan adalah salah satu tradisi berbelanja untuk kebutuhan hari raya. Untuk lokasi belanja bisa di pasar tradisional, supermarket atau pusat perbelanjaan lainnya. Ada dua Prepegan, yaitu Prepegan Cilik dan Prepegan Gede. Untuk Prepegtan Cilik biasanya H-2 dan Prepegan Gede H-1. Jadi bisa dibayangkan bagaimana pusat – pusat perbelanjaan akan sangat ramai. Terlebih sanak saudara yang berada di perantauan juga biasanya ikut serta dalam tradisi Prepegan ini. imageYang biasanya dibeli ketika tradisi ini adalah seperti anyaman ketupat, daging – dagingan, beras, prasel, sandang, dan barang – barang sembako lainnya. Yang lebih menarik adalah apabila kita melihat tradisi ini di pasar Tradisional di daerah Kabupaten Tegal Bagian Selatan, terutama yang berada di dataran tinggi. Di mana banyak war...
Begasingan adalah sebuah permianan yang bertumpu pada satu titik poros yang seimbang saat di mainkan. Begasingan memiliki dua suku kata yaitu gang dan sing , yang artinya gang adalah lokasi sedangkan sing adalah suara ( source:interview masyarakat setempat ) . Permainan tradisional ini tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, bedanya setiap daerah memiliki istilah dan bentuk yang berbeda beda, di Jawa Barat masyarakat setempat menyebutnya gangsing atau panggal, apiong sebutan lain gasing bagi masyarakat maluku, begasingan adalah sebutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan masih banyak penyebutan istilah pada permainan ini. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, permianan tradisional ini menjadi permainan wajib saat di bulan ramadhan, terutama saat menantikan waktu berbuka puasa. Biasanya begasingan dimainkan oleh semua kelompok umur dengan jumlah pemain lebih dari satu orang. Ukuran dan Bentuk Begasingan khas dari Lombok Nusa Tenggara Barat ini ber...
Taram Nan Tujuah, begitulah nama nagari ini lebih dikenal. Penggunaan angka tujuh pada nama nagari itu merupakan sebuah keharusan karena banyak hal yang serba tujuh ada di Taram, di antaranya Nagari Taram terdiri atas tujuh suku, yaitu Simabua, Piliang Godang, Piliang Loweh, Bodi Caniago, Sumpadang, Pitopang, dan Malayu. Nagari Taram pun terdiri atas tujuh buah jorong, yaitu Jorong Sipotai, Jorong Tanjuang Ateh, Jorong Tanjuang Kubang, Jorong Balai Cubadak, Jorong Subarang, Jorong Parak Baru, dan Jorong Gantiang. Selain itu, Taram pun memiliki tujuh bukit, yaitu Bukik Godang dan Bukik Kociak, Bukik Talioa, Bukik Garudo, Bukik Bakia, Bukik Panjang, Bukik Sigorak, dan Bukik Pingumbuak. Dulu, Negeri Taram tanahnya gersang. Musim kering berkepanjangan. Tidak ada sumber air untuk mengairi sawah. Kalaupun ada sawah yang ditanami, itu hanya mengharapkan curah hujan. Hal itu terjadi akibat musim panas lebih lama daripada musim hujan. Padi dari sawah tadah hujan hanya cukup u...
Permainan yang satu ini sering kali dimainkan oleh anak-anak ketika menjelang puasa atau saat puasa. Permainan tradisional meriam bambu ini mempunyai suara yang sangat keras, bahkan jika menggunakan karbit, suara meriam bambu bisa terdengar dari jarak 1-2 km. Akan tetapi permainan ini sekarang sudah tidak dimainkan lagi oleh anak-anak modern, mungkin hanya di sebagian kecil daerah saja yang memainkannya.
Selain pendap makanan khas Bengkulu lainnya adalah gulai kemba’ang. Makanan ini merupakan makanan tradisional Bengkulu, meskipun namanya lebih dikenal di daerah Mukomuko. Gulai ini terbuat dari iga sapi yang dimasak dengan bumbu khusus khas Bengkulu. Sajian gulai kemba’ang ini biasanya mudah ditemukan saat bulan puasa dan lebaran. Bahan dasar 500 gram iga sapi, dipotong-potong 2 lembar daun salam 400 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1 ikat (200 gram) daun pakis, disiangi 5 lembar (100 gram) daun talas, direbus, diiris kasar 2 sendok teh garam 3 buah asam kandis 3/4 sendok teh gula pasir 100 gram kelapa parut, disangrai, dihaluskan 2 sendok makan minyak untuk menumis Bahan bumbu halus 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 4 buah cabai merah 2 cm lengkuas 2 cm kunyit 2 cm jahe 3/4 sendok teh ketumbar kelapa parut (sudah disangrai)...
Lelejang adalah satu permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu dengan ukuran tinggi 1 hingga 2 meter. Permainan ini masih bertahan sampai sekarang di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terutama saat menjelang berbuka puasa. Meski di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda, seperti egrang di hampir seluruh pulau Jawa, tengkak tengkak di Sumatera Barat, dan masih banyak istilah yang disematkan pada permainan tradisional ini. Permainan legendaris ini sangat membutuhkan keseimbangan tumbuh dan kosentrasi, biasanya dimainkan secara lawan dua hingga empat orang. Siapa yang paling cepat sampai di garis finish tandanya dialah sebagai pemenangnya. Permianan Lelejang ini tidak membutuhkan tempat khusus, dapat dimainkan dimana saja, asalkan diatas tanah. Unsur budaya yang terkandung dalam permainan lelejang ini adalah, kerja keras, ketangguhan, dan sportivitas. (source dari liputan dan interview pribadi saat di NTB)
Ketika ke Bali, pernahkah Anda ikut merasakan atau bakan merayakan Hari Raya Siwaratri yang kerap diadakan umat Hindu? Secara hakikat, hari raya ini tak beda jauh dengan hari-hari besar keagamaan lainnya dimana bertujuan untuk mengagungkan Tuhan Yang Maha Kuasa dan menyucikan diri. Hari Raya Siwaratri ialah hari suci yang digunakan dalam rangka melakukan pemujaan terhadap Hyang Widhi dalam wujud Dewa Siwa. Peringatan hari raya ini biasanya dilakukan setahun sekali. Dalam pengertian yang lain, Siwaratri juga mengandung makna sebagai malam renungan suci atau malam pengampunan dosa. Kata Siwaratri sendiri berasal dari kata “Siwa” dan “Ratri”. Dimana Siwa artinya Tuhan, atau dalam bahasa sansekerta berarti baik hati, harapan dan memaafkan. Sedangkan Ratri ialah malam atau kegelapan. Jadi kalau digabungkan akan membentuk kata “Siwaratri” dengan makna puncak malam. Ketika malam puncak inilah umat Hindu tak boleh tidur dan d...
Roti koing merupakan roti tanpa rasa sudah tidak asing di kalangan masyarakat Palembang. Nama lainnya adalah roti raden. Tiap kali bulan Ramadhan tiba, biasanya roti koing termasuk makanan yang wajib dihidangkan bagi keluarga di rumah-rumah di Palembang. Uniknya lagi, roti ini memang hanya ada di bulan puasa. Roti koing berbentuk bulat dan sedikit keras, tetapi tidak memiliki rasa alias tawar. Biasanya orang akan mengonsumsinya dengan cara merendam roti ini ke dalam minuman panas tertentu, misalnya teh. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/camilan-khas-sumatera-selatan/
Kue Rangin berbahan dasar ketan dan kelapa parut, merupakan camilan legendaris kota Demak, sudah dikenal sebelum tahun 50-an. Pusat pembuatan Kue Rangin di di kecamatan Wonosalam, yaitu Desa Lempuyang, ploso, karangsambung dan sekitarnya. Kue rangin berkonotasi angin-angin atau ilir-ilir, karena bentuknya juga seperti kipas berbentuk kotak. Pembuatan kue rangin masih sangat tradisional dan mempunyai ciri khas tersendiri. Biasanya masyarakat sudah mempersiapkan bahan-bahan guna pembuatan kue rangin dalam rangka menyambut kedatangan bulan puasa penuh berkah untuk dihidangkan di ruang tamu, bahkan hampir setiap rumah ada kue rangin dan setiap menjelang lebaran idul fitri atau syawalan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/