upacara adat pernikahan Sukun Banjar : Basasuluh merupakan kegiatan untuk saling mengenal antar calon mempelai. Kegiatan ini seperti tradisi ta’aruf dalam Islam dimana mempelai pria yang didampingi oleh keluarga berusaha untuk mendapatkan informasi mengenai calon yang ingin dinikahinya. Bila kedua calon telah mendapatkan informasi satu sama lainnya dan merasa cocok maka bisa dilanjutkan dengan upacara badatang. sumber :https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-suku-banjar
Acara nikah suku Banjar biasa disebut juga dengan ‘Meantar Jujuran’. Pada acara nikah, mempelai pria dan mempelai wanita dinikahkan sesuai dengan hukum agama yang berlaku. Bila calon mempelai beragama Islam maka pernikahan dilakukan sebagaimana hukum pernikahan dalam Islam dengan menghadirkan penghulu, mahar, ijab qabul dan juga saksi-saksi. sumber :https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-suku-banjar
Upacara Adat Pernikahan Suku Banjar Batataian merupakan kegiatan puncak pernikahan. Pengantin pria dan wanita bersanding di kursi petataian dan kemudian keduanya menerima para tamu undangan. Namun sebelum pengantin menerima tamu undangan biasanya didahului dengan upacara sujud pada orang tua serta makan bersama, baru kemudian pengantin diarak untuk duduk di petataian. sumber : https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-suku-banjar
Baayun Mulud merupakan kebudayaan suku Banjar yang merupakan perpaduan antara tradisi nenek moyang suku Banjar dengan Islam. Tradisi baayun merupakan kegiatan adat mengayun bayi atau anak yang diiringi dengan nyanyian-nyanyian syair shalawat Nabi. Pada mulanya tradisi ini bernama Baayun anak, tradisi baayun anak dilakukan pada anak yang berusia bayi hingga balita. Namun seiring dengan masuknya budaya Islam maka tradisi baayun anak diselenggarakan secara massal pada bulan Maullid untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu kemudian tradisi ini disebut dengan tradisi baayun mulud. Pelaksanaan tradisi ini biasanya dipimpin oleh seorang tokoh ulama yang memimpin prosesi bersyair shalawat. Biasanya diiringi juga oleh kesenian musik rebana. Dalam tradisi ini dipersiapkan peralatan seperti : Ayunan (baayun), yang sudah terhias dengan berbagai ornamen hiasan. Piduduk, yang merupakan syarat upacara berupa bahan-bahan sembako mentah s...
Mappanretasi’ berarti memberi makan laut, namun beberapa tokoh mengartikannya sebagai suatu kegiatan yang bersifat ritual dan dilaksanakan secara adat oleh sekelompok masyarakat nelayan bersama pemerintah setempat dengan cara memberikan berbagai macam makanan atau sesajen di laut. Mappanretasi’ telah dilaksanakan sejak abad ke-19 M, pada masa berdirinya Kerajaan Pagatan. Pelaksanaan upacara ini merupakan wujud rasa syukur para nelayan suku Bugis Pagatan kepada Tuhan atas hasil laut yang diberikan. Tradisi ini diselnggarakan setiap tahun pada bulan April, minggu ketiga atau keempat, karena pada bulan tersebut terjadi pergantian musim dari musim barat ke musim tenggara. Dalam pelaksanaannya, mappanretasi’ dipimpin oleh dua orang sandro (dukun), sandro laki-laki dan sandro perempuan. Sandro perempuan biasanya mempersiapkan berbagai sarana dan sesaji untuk dilarung di laut pada acara puncak upacara mappanretasi’, sedangkan sandro laki-laki bertugas memimp...
Museum Negeri Propinsi Kalimantan Selatan "Lambung Mangkurat", Banjarmasin Openingstijden: Minggu - Sabtu 08:30-16:00, Jumat 08:00-11:00 Plaats: Banjarmasin Provincie: Kalimantan Selatan Land: IND Type organisatie: Museum...
Museum Waja Sampai Kaputing "Perjuangan Rakyat Kalimantan Selatan", Banjarmasin Plaats: Banjarmasin Provincie: Kalimantan Selatan Land: IND Type organisatie:...
Museum Kayu Sampit , Sampit Plaats: Sampit Provincie: Kalimantan Selatan Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Kayu Sampit JL. S. Parman, No. 1, Mentawa Baru Hulu 78113 Sampit tel: +62 813-4911-6511...
Museum Keraton Kerajaan Matan Ketapang, Ketapang Plaats: Ketapang Provincie: Kalimantan Selatan Land: IND Type organisatie: ...