3.678 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rindik
Alat Musik Alat Musik
Bali

Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh Bali. Alat musik pukul tersebut terbuat dari susunan bambu. Terdapat lima nada dasar yang dimiliki oleh Rindik. Rindik biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat "Joged Bumbung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kini Rindik sudah lebih fleksibel dalam pemakaiannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelengkap untuk acara pernikahan/resepsi serta dapat pula untuk menyambut tamu. (Sumber : http://blog.isi-dps.ac.id/evayadnya/category/karya).    

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Tari Kecak
Tarian Tarian
Bali

Kecak berasal dari kata yang keluar dari mulut para penari, yaitu "cak-cak-cak". Tarian tersebut awalnya adalah pengiring pada tari Sahyang. Karena tari Sahyang merupakan tarian sakral dan hanya bisa ditarikan di pura, oleh karena itu seorang seniman Bali (Wayan Limbak) mengembangkan tari Kecak. Hal tersebut ia lakukan agar gerakan tari Sahyang dapat dipentaskan untuk umum. Tari Kecak pada dasarnya tersusun dari kisah Ramayana, dimana Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Jumlah penari Kecak bisa mencapai puluhan orang yang didominasi oleh kaum pria. Tari Kecak kini juga dikenal dengan sebutan The Monkey Dance. (Sumber : http://kebudayaan1.blogspot.com/2013/07/asal-muasal-munculnya-tari-kecak-bali.html).    

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
MEYANG MEYONG
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Meong-meong… Alih je bikule… Bikul gede gede… Buin mokoh-mokoh… Kereng pesan ngerusuhin…  ------------------------------------------------ Yang artinya sebagai berikut: Kucing-kucing… Carilah tikusnya… Tikus besar-besar… Juga gemuk-gemuk… Selalu membuat masalah…

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
PUTRI CENING AYU
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Putri cening ayu ngijeng cening jumah Meme luas malu kapeken meblanja Apang ada darang nasi Putri cening ayu ngijeng cening jumah Meme luas malu kapeken meblanja Apang ada darang nasi Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah Sambilan mangempu ajak titiang dadua Ditekane nyen gapgapin Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah Sambilan mangempu ajak titiang dadua Ditekane nyen gapgapin Putri cening ayu ngijeng cening jumah Meme luas malu kapeken meblanja Apang ada darang nasi Putri cening ayu ngijeng cening jumah Putri cening ayu ngijeng cening jumah

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
MEJANGERAN
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Jangi Janger,  sengsenge sengseng janger, Sengsenge sengseng janger. Serere nyo mane nyore Kelap kelap ngalap bunga Langsing lanjar pamulune nyandat gading Saluat jani mejangeran Seriang ngentur rora roti Jangi Janger,  sengsenge sengseng janger, Sengsenge sengseng janger. Serere nyo mane nyore Kelap kelap ngalap bunga Langsing lanjar pamulune nyandat gading Saluat jani mejangeran Seriang ngentur rora roti Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
PEGI BERAYAK
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Oi kaba oi kaba ngapo belum beringak Apau kaba nidau ka berayak Malam ini adau bimbang di sebeghang Melah kitau pegi berandunan Oi kaba oi kaba jangan lupaukah Janji kaba ngan adiak senandutan Malam ini janji kaba k betandang gadis sebeghang diau keciak lentiak Kelintang bebunyi hujan angin Budak gadis pakai baju kembang libaah Meruang luak medu disasai beghuang Binguang miliah diau manau Kelintang bebunyi hujan angin Budak bujang ndalak pada becelatu Ngengkeng ke ulu ngengkeng ke iligh Ikak berikak urung galau Oi kaba oi kaba ngapo belum beringak Apau kaba nidau ka berayak Malam ini adau bimbang di sebeghang Melah kitau pegi berandunan Oi kaba oi kaba jangan lupaukah Janji kaba ngan adiak senandutan Malam ini janji kaba k betandang gadis sebeghang diau keciak lentiak Kelintang bebunyi hujan angin Budak gadis pakai baju kembang libaah Meruang luak medu disasa...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Malasan Lasanan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Lasan dalam bahasa Bali berarti kadal atau sejenis binatang reptile. Kemudian diberi awalan “ma” (me) dan diucapkan berulang-ulang menjadi  Malasan-lasanan . Biasanya permainan ini dimainkan pada saat terang bulan dalam suasana meriah dan mengasyikan. Permainan  malasan - lasanan  dapat melatih anak-anak untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan sejak anak-anak karena permainan ini dapat dimainkan oleh anak-anak dari berbagai lapisan tanpa membedakan asal-usul dan keturunan.  Malasan-lasanan  dimainkan oleh anak laki-laki dan/atau perempuan usia 6 sampai 10 tahun. Untuk bermain ini, anak-anak tidak perlu membuat peralatan khusus. Yang diperlukan hanyalah tempat bermain dan lagu pengiring. Tempat bermain bisa di halaman rumah atau tanah lapang yang cukup luas (kira-kira 6 x 6 m). Syair lagu yang dinyanyikan pada saat bermain adalah sebagai berikut: “La la sai nga lie ikut ”  (dinyanyikan berulang-ula...

avatar
Oase
Gambar Entri
Asal Usul Nama Buleleng dan Singaraja
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Di Bali, hidup seorang raja yang bergelar Sri Bagening. Sang Ra­ja memiliki banyak istri, dan istri ter­­­akhirnya bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji, dan ma­­sih ke­­turunan Kyai Pasek Gobleng. Su­a­tu waktu, Ni Luh Pasek mengandung. Oleh suami­nya, ia dititipkan kepada Kyai Je­lan­tik Bogol. Tak berapa lama, anaknya pun lahir. Anak itu diberi nama I Gede Pa­sekan. I Gede Pasekan mempunyai wi­­ba­wa besar sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh pemuka masyarakat mau­pun masyarakat biasa. Suatu hari, ketika usianya menginjak dua puluh tahun, ayahnya berkata pada­nya, “Anakku, sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.” “Mengapa ayah?” “Karena di sanalah tempat kelahiran ibumu.” Sebelum berangkat, ayah angkatnya mem­berikan dua buah senjata bertuah, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Se­mang dan sebatang tomba...

avatar
Oase
Gambar Entri
Nangluk Mrana
Ritual Ritual
Bali

Nilai-nilai budaya nenek moyang yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Gianyar di Bali salah satunya melalui  Upacara Nangluk Mrana  (upacara membendung hama dan penyakit) yang berlangsung di Desa Lebih, Desa Pantai, 6 km di Selatan Pusat Kota Gianyar, kurang lebih 34 km dari Denpasar. Gangguan penyakit ( mrana ) dipercaya datang dari Laut Selatan, dapat juga merupakan kutukan dari Betara Gunung Batur. Untuk mengantisipasi timbulnya hama dan penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia, penduduk harus melaksanakan upacara untuk ‘tolak bala’ dan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase agar memperoleh keselamatan hidup dengan melakukan “ buta yadnya ”. Upacara Nangluk Mrana  diselenggarakan secara turun-temurun pada hari  tilem  ke enam (menurut penanggalan Bali) atau setiap bulan Desember. Upacara Nangluk Mrana bermaksud untuk memohon keselamatan dan kesuburan tanah pertanian. Sebelum diselenggarakan Upacara Nangluk Mra...

avatar
Oase